Aktivis Media Independen Rusia Masuk ke Daftar Buronan

Aktivis Media Independen Rusia Masuk ke Daftar Buronan

Aktivis Media Independen Rusia Masuk ke Daftar Buronan – Pyotr Verzilov adalah seorang seniman dan aktivis Rusia-Kanada yang menjadi terkenal sebagai juru bicara tidak resmi dari band Pussy Riot ketika ia ditangkap dan dipenjara oleh negara Rusia pada tahun 2012. Verzilov telah menikah dengan anggota Pussy Riot, Nadezhda Tolokonnikova

Seorang aktivis dan pendiri media independen Rusia, Pyotr Verzilov  telah dimasukkan ke dalam daftar buronan. Hal ini terkait adanya laporan bahwa Verzilov memiliki kewarganegaraan Kanada dan tidak melaporkan ke pihak imigrasi.

Sebelumnya, Vladimir Osechkin yang merupakan pendiri Gulagu.net juga sudah dimasukkan dalam daftar buronan Rusia. Pasalnya, ia telah membocorkan video kekerasan di penjara Rusia yang menggemparkan publik setempat maupun dunia.

1. Verzilov diduga menyembunyikan status kewarganegaraan ganda

Laporan terkait masuknya Verzilov dalam salah satu daftar orang dicari dalam laman Kementerian Dalam Negeri Rusia diketahui oleh pengacaranya, Leonid Solovyov sejak Senin. Hal ini disebabkan adanya dugaan bahwa ia menyembuyikan status kewarganegaraan ganda.

Solovyov mengatakan bila Verzilov selama ini tidak pernah menyembunyikan status kewarganegaraan Kanada yang dimilikinya. Bahkan, status itu sebenarnya sudah dipublikasikan selama bertahun-tahun silam.

Dilansir dari RFE/RL, Komite Investigatif sudah membuka investigasi kepada Verzilov terkait kelalaiannya melaporkan status kewarganegaraan Kanada kepada otoritas imigrasi. Sementara itu, masih belum diketahui secara pasti kapan Verzilov resmi mendapatkan kewarganegaraan Kanada, tetapi ia dilaporkan sudah mendapatkannya sebelum tahun 2014.

2. Verzilov bersikukuh bila dirinya akan kembali ke Rusia

 

Reuters melansir bahwa Verzilov masih tetap akan kembali ke Rusia meskipun ia sudah ditempatkan sebagai salah seorang buronan.

“Saya pasti akan kembali ke Rusia. Namun, ini sangat jelas bahwa keamanan di Rusia pasti akan diperketat saat ini dan mereka akan melakukan cara apapun agar semua yang menentangnya dapat dikeluarkan dari negaranya” tutur Verzilov yang tengah berada di Yunani.

Verzilov yang merupakan pendiri media independen, Mediazone juga tidak memercayai bila status buronan yang diberikannya dapat menjeratnya ke dalam tahanan. Akan tetapi, ia kemungkinan hanya mendapatkan denda ataupun sanksi sosial.

Hal ini sesuai dengan peraturan di Rusia sejak 2014, di mana setiap warga negara yang tidak melapor terkait kepemilikan dwi kewarganegaraan akan mendapatkan sanksi denda hingga 200 ribu ruble (Rp39,1 juta) atau sanksi sosial selama 400 jam, dikutip dari laman Associated Press.

3. Memiliki andil dalam protes Pussy Riot di final Piala Dunia 2018

Di sisi lain, aktivis berusia 34 tahun itu juga merupakan sekutu dari politi oposisi Rusia, Alexei Navalny. Verzilov mendapatkan perhatian dunia lantaran menjadi salah seorang yang memegang peran dalam aksi protes Pussy Riot di final Piala Dunia 2018 di Moskow. Aksi itu telah membuatnya mendekam di penjara selama 15 hari dan terdapat dugaan bila ia telah diracun.

Beberapa bulan terakhir, Pemerintah Rusia juga sudah memasukkan sejumlah media independen dan jurnalis sebagai agen asing dan bahkan menyergap beberapa reporter penting di rumahnya. Pasalnya, jurnalis itu sedang melakukan investigasi terkait korupsi dan penyelewengan yang dilakukan pejabat Rusia yang dekat dengan Putin.

Sementara itu, organisasi HAM di Rusia juga mendapatkan tekanan yang sama dari pemerintah setempat. Bahkan, dua di antaranya sudah membubarkan diri dalam beberapa bulan terakhir lantaran khawatir akan penggerebekan, dilaporkan dari Associated Press.

Lahir di Moskow, Verzilov tinggal di Kanada sebagai anak laki-laki, bersekolah di Toronto antara 1999 dan 2003. Ia kembali ke Rusia untuk menyelesaikan pendidikan sekolahnya, kemudian belajar filsafat di Universitas Negeri Moskow. “Saya selalu melihat masa depan saya di Rusia. Saya seorang pria Rusia. Saya terinspirasi oleh bahasa Rusia, realitas Rusia,” katanya kemudian kepada Toronto StarNamun, karena residensinya, Verzilov memperoleh paspor Kanada dan hak residensi.

Verzilov bertemu Nadezhda Tolokonnikova di universitas. Mereka berdua dikenal karena pertunjukan seni yang luar biasa  sebagai bagian dari grup seni pertunjukan Voina. Ini termasuk syuting tindakan seks publik di museum biologi Moskow untuk memprotes seruan Presiden untuk meningkatkan reproduksi, pada tahun 2008, ketika istrinya sedang hamil besar. 

Setelah Voina berpisah pada 2009, faksi Saint Petersburg menuduh Verzilov sebagai informan polisi.  Verzilov kemudian menggambarkan tuduhan ini sebagai “kebohongan – brutal, kebohongan lama”, menyalahkan mereka pada “perpisahan yang sangat buruk” dari Voina.