AS Puji Taliban Karena Jalankan Diplomasi Dengan Profesional

AS Puji Taliban Karena Jalankan Diplomasi Dengan Profesional

AS Puji Taliban Karena Jalankan Diplomasi Dengan Profesional – Gedung Putih menyebut Taliban menunjukkan sikap kooperatif dan profesional, setelah mengizinkan warga Amerika Serikat (AS) meninggalkan Kabul. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne mengatakan, Taliban telah bekerja sama dalam memfasilitasi keberangkatan warga negara Amerika dan penduduk tetap yang sah dengan penerbangan charter dari HKIA.

Amerika Serikat (AS) memuji Taliban karena menjalankan diplomasinya secara jujur dan profesional. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu usai pertemuan tatap muka pertama antara pejabat senior AS dengan Taliban.  Pada pertemuan itu, Washington menegaskan bahwa Taliban akan diperlakukan atas tindakan mereka, bukan sekadar rektorika atau janji-janji reformasi yang telah mereka sampaikan.

Dilansir dari Reuters, pertemuan di Doha, Qatar itu juga membahas soal terorisme, perjalanan yang aman bagi warga Afghanistan dan warga asing lainnya dan hak asasi manusia termasuk partisipasi perempuan di setiap aspek masyarakat.

1. AS disebut akan mengirim bantuan kemanusiaan ke Afghanistan
Amerika Serikat Puji Diplomasi Taliban yang Jujur dan Profesional

Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengatakan pertemuan dua hari itu berjalan dengan baik. Kedua pihak juga membahas distribusi bantuan kemanusiaan AS kepada rakyat Afghanistan.

Taliban menyambut baik tawaran AS dan mengatakan pemerintah setempat akan memfasilitasi pengiriman, serta bekerja sama dengan kelompok-kelompk bantuan lainnya. Taliban berharap bantuan kemanusiaan tidak dikaitkan dengan dinamika politik yang terjadi di Afghanistan.

“Diskusi rinci diadakan selama pertemuan tentang semua masalah yang relevan. Dan upaya harus dilakukan untuk memulihkan hubungan diplomatik menuju keadaan yang lebih baik,” kata kementerian di Kabul, seraya menambahkan bahwa pertemuan serupa akan diadakan di masa depan jika diperlukan.

2. Negara-negara Barat menghadapi dilema dalam menyikapi Taliban
Amerika Serikat Puji Diplomasi Taliban yang Jujur dan Profesional

Menteri Luar Negeri Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera,  Taliban meminta AS dalam pembicaraan untuk mencairkan cadangan bank senteral Afghanistan.

Sementara, sehari sebelumnya, pejabat pemerintahan Biden menyampaikan bahwa AS akan menekan Taliban dengan berbagai cara untuk membebaskan warganya yang diculik, Mark Frerichs.

Prioritas utama AS lainnya adalah memegang teguh komitmen Taliban untuk tidak membiarkan Afghanistan kembali menjadi sarang Al Qaeda atau ekstremis lainnya.

Washington dan negara-negara Barat lainnya sedang bergulat dengan pilihan sulit, karena krisis kemanusiaan parah menanti warga Afghanistan. Mereka mencoba mencari cara untuk terlibat dengan Taliban tanpa memberikan kelompok itu legitimasi atau pengakuan internasional.

3. Berharap AS menghentikan segala sanksi yang dijatuhkan kepada Taliban
Amerika Serikat Puji Diplomasi Taliban yang Jujur dan Profesional

Selain berdiskusi dengan pejabat tinggi AS, Taliban juga akan bertemu dengan perwakilan Uni Eropa.

Natasha Ghoneim dari Al Jazeera, melaporkan dari Doha, mengatakan bahwa delegasi Taliban yang berada di Qatar berharap pertemuan itu dapat mengatasi kesulitan pemerintahan, di tengah meningkatnya masalah keamanan serta kesengsaraan ekonomi.

“Penjabat menteri luar negeri mengatakan, Afghanistan mencari komunitas internasional untuk membantu menyelesaikan masalah keuangannya. Anda melihat negara yang sangat bergantung pada bantuan internasional dengan krisis kemanusiaan yang berkembang di lapangan,” katanya.

“Afghanistan meminta AS untuk mencabut pembatasan ekonomi, mencairkan asetnya atau mencabut pembatasan di bank nasional Afghanistan. Ia (Taliban) mengatakan bahwa mereka harus membayar karyawannya dan memberikan layanan kepada rakyat,” tambah Ghoneim.

Sebuah penerbangan dengan hampir 200 penumpang, termasuk warga AS dan Inggris serta warga Afghanistan yang berisiko, mendarat di Doha pada Kamis malam. Gedung Putih berterima kasih kepada Qatar karena membantu memfasilitasi keselamatan penerbangan charter. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga berterima kasih kepada Taliban karena telah bersikap kooperatif.

Gedung Putih menyatakan akan melanjutkan upaya untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan tertib bagi warga Amerika, penduduk tetap yang sah, dan warga Afghanistan yang bekerja untuk AS. Namun menurut Dewan Keamanan Nasional mengatakan, mereka tidak akan membeberkan rincian proses evakuasi lanjutan karena alasan keamanan.