Belanda Mencabut Secara Bertahap Aturan COVID19 di Negaranya

Belanda Mencabut Secara Bertahap Aturan COVID19 di Negaranya

Belanda Mencabut Secara Bertahap Aturan COVID19 di Negaranya – Belanda  mulai melonggarkan aturan pembatasan protokol kesehatan Covid-19 pada Sabtu kemarin sebagai bagian pembukaan lockdown bertahap. Wajib masker tidak lagi diperlukan di dalam ruangan, selama jarak 1,5 meter dapat diatur.  Pelonggaran ini berlaku di dalam ruangan pubik, misalnya, toko ritel, pusat kebugaran, dan museum.

Di lokasi yang jarak 1,5 meter tidak dapat diatur, seperti di angkutan umum, sekolah menengah, dan bandara, wajib masker tetap berlaku. Sekitar seribu orang warga Belanda berbaris di jalanan kota Den Haag pada hari Sabtu (25/9). Mereka memprotes aturan baru COVID-19. Aturan itu adalah persyaratan menggunakan bukti vaksinasi memasuki tempat umum.

Selain itu, mereka yang belum mendapatkan suntikan vaksin juga diwajibkan untuk bisa menunjukkan bukti negatif infeksi untuk bisa memasuki tempat umum seperti bar, restoran dan tempat lainnya. Sejauh ini, Belanda telah mengebut kampanye vaksinasi COVID-19. Sekitar 72 persen penduduk dewasa Negeri Kincir Angin telah mendapatkan satu dosis suntikan vaksin COVID-19.

1. Pencabutan aturan penggunaan masker dan jarak sosial

Belanda telah melakukan pencabutan aturan secara bertahap aturan COVID-19 di negaranya. Beberapa aturan yang dicabut itu adalah siswa dan guru tak lagi diwajibkan memakai masker di sekolah.

Namun untuk berada di transportasi umum, warga masih harus mengenakan masker. Aturan jarak sosial 1,5 meter juga mulai dihapuskan di sebagian besar wilayah.

Dilansir dari The Guardian, pencabutan aturan itu dibarengi dengan aturan baru yakni orang-orang wajib menujukkan bukti telah mendapatkan vaksin atau menunjukkan hasil negatif tes COVID-19 ketika akan memasuki bar, restoran, teater, dan tempat-tempat lainnya. Persyaratan itu disebut “corona pass.”

Tapi Koninklijke Horeca Nederland, asosiasi industri perhotelan negara itu, telah melakukan survei terhadap anggotanya. Hasilnya adalah sekitar 40 persen pemilik bar dan restoran tidak sepakat meminta pelanggan menunjukkan sertifikat vaksin jika melakukan kunjungan.

Dalam sebuah pernyataan, asosiasi tersebut mengatakan “bukan hanya tidak mungkin untuk ditegakkan, tetapi secara finansial akan merusak sektor yang baru mulai pulih,” katanya melihat persyaratan kartu vaksin sebagai “alat politik.”

2. Aturan ‘corona pass’ efektif mulai 25 September 2021

Menurut Reuters, sebenarnya, sebagian besar orang Belanda mendukung apa yang disebut sebagai “corona pass” itu. Namun ada ribuan orang yang juga tidak sepakat.

Para demonstran menentang aturan itu di jalanan ibu kota Den Haag sambil membawa spanduk dan membunyikan musik keras-keras. Beberapa spanduk bertuliskan “Apartheid Medis. Hentikan Corona Pass.”

Negara-negara Eropa lainnya seperti Italia dan Prancis juga menerapkan aturan serupa. Namun sebagian mendapatkan hantaman kritik khususnya datang dari sektor perhotelan.

Dilansir dari The Australian, Kementerian Kesehatan Belanda mengumumkan aturan tersebut pada 14 September lalu dan mulai efektif berlaku pada 25 September.

Semua orang yang “berusia 13 tahun ke atas harus tunjukkan corona pass yang valid untuk mendapatkan izin masuk. Semua orang yang berusia 14 tahun ke atas juga harus menunjukkan ID mereka bersama dengan kartu masuk corona pass mereka,” katanya.

3. Menteri kabinet dipecat karena pertanyakan ‘corona pass’

Selain demonstrasi penentangan yang dilakukan oleh ribuan orang di ibu kota Den Haag, pada 25 September, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, telah memecat seorang kabinet menterinya yang bernama Maria Cornelia Gezina “Mona” Keijzer.

Menurut Politico, Keijzer mengungkapkan ketidakpuasan atas aturan itu bahwa “jelas bagi saya bahwa semakin sulit untuk menjelaskan mengapa Anda harus menunjukkan bukti vaksinasi di satu tempat, tetapi tidak di tempat lain.”

Karena mempertanyakan aturan baru itu, PM Mark Rutte dengan persetujuan anggota senior timnya, memutuskan bahwa Keijzer harus diberhentikan “dengan segera.”

Menurut PM, apa yang diungkapkan dalam komentar Keijzer berada “konflik langsung dengan keputusan yang dibuat baru-baru ini di dewan.”

Ini adalah keputusan yang tidak biasa ketika seorang anggota kabinet menteri di pecat di Belanda. Sebelumnya, dua orang menteri Belanda telah mengundurkan diri karena persoalan evakuasi Afghanistan.

Dua orang tersebut adalah Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag dan Menteri Pertahanan Ank Bijleveldt.

Restoran, kafe, dan bar tidak lagi memiliki batasan jam buka atau penjualan alkohol, termasuk juga kedai kopi. Bertepatan dengan Kejuaraan Eropa UEFA, nonton bareng Euro dengan layar televisi besar juga diizinkan setidaknya di teras di kota-kota besar. Pertandingan olahraga profesional maupun amatir dapat diadakan kembali dengan penonton untuk.

Sektor budaya juga diperbolehkan beroperasi kembali pada kapasitas 100 persen, asalkan jarak 1,5 meter dapat dipertahankan, yang merupakan kabar baik bagi museum, teater, bioskop dan sejenisnya. Peningkatan kapasitas tanpa mempertahankan persyaratan jarak dapat diizinkan jika aplikasi CoronaCheck digunakan bersama dengan peserta yang mendaftar. Tidak ada lagi batasan tentang berapa banyak orang yang diizinkan untuk bertemu dalam kelompok, atau berapa banyak tamu yang dapat diterima di rumah.