Beragam Bantuan Dari Negara Sahabat Telah Tiba & Masuk RI

Beragam Bantuan Dari Negara Sahabat Telah Tiba & Masuk RI

Beragam Bantuan Dari Negara Sahabat Telah Tiba & Masuk RI – Pemerintah Republik Indonesia mulai membuka pintu bantuan internasional untuk penanganan lonjakan kasus COVID-19 yang belum terbendung. Luhut kemudian menyebut sejumlah negara yang telah memberikan bantuan di antara Jepang, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), Australia, Cina dan Amerika Serikat (AS).

Jepang memberikan bantuan vaksin AztraZeneca sebanyak 998.400 dosis. Singapura memberikan bantuan ventilator, oksigen concentrator dan masker. UEA juga memberikan bantuan oksigen concentrator, alat pelindung diri, tabung oksigen dan vaksin Sinopharm 250.000 dosis. Kemudian Cina memberikan bantuan oksigen concentrator 400 unit. Autralia memberikan 1.000 ventilator sedangkan AS memberikan bantuan 4,5 juta dosis vaksin Moderna.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan  Indonesia kembali kedatangan bantuan dari idn poker android Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Bantuan tersebut ditujukan untuk menolong pemerintah RI dalam menghadapi pandemik COVID-19, yang beberapa pekan ini mengganas.

1. Bantuan lainnya dari UEA
COVID-19 Mengganas, Beragam Bantuan Negara Sahabat Masuk RI

Menlu menyebut, bantuan lain juga diberikan berupa 2,4 juta lebih dosis vaksin dari pemerintah UEA kepada Indonesia, yakni vaksin AstraZeneca dan Sinopharm.

“Telah datang vaksin yaitu dari AstraZeneca yang merupakan pesanan Pak Menkes secara komersial yang jumlahnya tiba hari ini adalah 1.041.400 dosis. Selain itu tiba juga vaksin jadi Sinopharm sebesar 1.408.000 dosis,” tutur Retno.

2. Bantuan dari Singapura
Hari Ini, 1.200 Ventilator Bantuan Singapura dan Australia Tiba di Indonesia

Singapura pun menjadi negara berikutnya yang memberikan bantuan bagi Indonesia selama pekan ini. Pada Rabu kemarin atau tepatnya 14 Juli 2021, negeri jiran ini mengirimkan bantuan oksigen kepada Indonesia.

“Secara detail dukungan tersebut berupa 250 tabung oksigen isi kapasitas 50 liter, dua buah isotank, kemudian 570 konstentrator oksigen, 600 nasal cannula, dan 600 bubble humidifier,” kata Retno.

Selain itu, sambung Retno, Singapura sebelumnya juga telah mengirimkan 200 ventilator, 256 tabung oksigen kapasitas 50 liter, dan alat-alat kesehatan yang tiba di Indonesia pada 9 Juli lalu.

3. Permintaan dari pemerintah Indonesia
COVID-19 Mengganas, Beragam Bantuan Negara Sahabat Masuk RI

Segala bantuan yang datang ini tak terlepas dari makin mengganasnya kasus COVID-19 di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, saat ini pemerintah sedang menjalani skenario terburuk penanganan pandemik COVID-19. Pemerintah juga sudah meminta bantuan dari sejumlah negara.

Luhut mengungkapkan negara-negara tersebut di antaranya Tiongkok, Singapura, Abu Dhabi, hingga Jepang.

“Kita sudah minta bantuan, saya berbicara dengan counterpart saya di Singapura, counterpart saya di Tiongkok, counterpart saya di Abu Dhabi. Kita bicara dengan mereka dan juga Jepang, dan bukan tidak minta bantu, kita minta bantu, tapi tentu bantuan-bantuan yang menurut kita tidak bisa kita tangani,” ujar Luhut dalam keterangan pers secara daring, Kamis (15/7/2021).

Sementara, pada Kamis, kasus harian COVID-19 mencatatkan rekor tertinggi, yakni sebanyak 56.757 kasus dalam sehari. Sementara per hari ini, jumlah kasus harian COVID-19 kembali bertambah 54.000 kasus. Penambahan itu membuat total orang yang terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia saat ini ada sebanyak 2.780.803 orang.

Pada pekan lalu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto menyatakan bahwa RI akan mampu mengatasi persoalan yang terjadi akibat lonjakan COVID-19.

Hal itu diungkapkan Airlangga dalam konferensi pers daring, saat menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan bantuan dari negara lain dalam menangani lonjakan COVID-19.