Berikut Beberapa Bahasa Jurnalistik Untuk Penulisan Berita

Berikut Beberapa Bahasa Jurnalistik Untuk Penulisan Berita

Berikut Beberapa Bahasa Jurnalistik untuk Penulisan BeritaMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. … Teks berita adalah teks yang berisi peristiwa terkini atau aktual.

Apakah kamu ingin berkarier sebagai jurnalis? Jika iya, kamu perlu memahami Club388 bahasa jurnalistik yang cukup berbeda dengan bahasa sehari-hari.  Bahasa ini tetap harus baku, namun mampu untuk dipahami banyak orang.

stilah jurnalis baru muncul di Indonesia setelah masuknya pengaruh ilmu komunikasi yang cenderung berkiblat ke. Istilah ini kemudian berimbas pada penamaan seputar posisi-posisi kewartawanan. Misalnya, “redaktur” menjadi “editor

1. Menulis bukan untuk diri kita, namun untuk orang lain

Jurnalisme merupakan pekerjaan mengumpulkan dan menulis berita di media massa cetak atau elektronik. Hasil berita ini akan disebarkan oleh khalayak, sehingga kita perlu menulis untuk orang lain, bukan untuk diri kita sendiri.

“Pahami bahwa kita menulis untuk orang lain yang bermacam-macam pekerjaan, pendidikan, status, dan kesukaannya,” tuturnya.

Asmadi pun menjelaskan bahwa apa yang nyaman dari kita, belum tentu nyaman untuk orang lain juga. Oleh karena itu, kita perlu menggunakan bahasa yang universal.

2. Ada kaidah yang harus diikuti dan rasa bahasa yang perlu dipahami
5 Kiat Bahasa Jurnalistik untuk Penulisan Berita, Yuk Pahami!

Selanjutnya, bahasa jurnalistik juga memiliki kaidah yang tak jauh berbeda dengan kaidah Bahasa Indonesia pada umumnya. Kaidah ini antara lain singkat, padat, lugas, dan sesuai dengan kaidah etika atau Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

Selain kaidah, Asmadi juga menekankan rasa bahasa yang bisa membedakan nyawa dalam tulisan jurnalistik. “Menulis ‘orang itu mati’ dengan ‘orang itu meninggal dunia’ ada beda rasa walau maknanya sama,” contohnya.

3. Hemat tetapi tetap efektif

Penulisan berita juga tidak boleh terlalu panjang dan bertele-tele. Oleh karena itu, bahasa jurnalistik mementingkan kehematan kalimat, tapi juga tetap efektif. Efektivitas kalimat ini bisa terlihat dari pemahaman audiens.

“Kalimat menjadi efektif karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh pembicara atau penulis, dapat diterima dan dipahami oleh pendengar atau pembaca, sama dengan yang dipikirkan atau dirasakan oleh penutur,” terang pengajar Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS) itu.

4. Baku, dengan beberapa kelonggaran dalam judul berita
5 Kiat Bahasa Jurnalistik untuk Penulisan Berita, Yuk Pahami!

Bahasa jurnalistik juga baku, yakni sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia, baik dalam diksi (pilihan kata), struktur kalimat, maupun ejaan. Meskipun begitu, terdapat beberapa kelonggaran yang bisa disesuaikan dalam judul berita, antara lain:

  • Menghilangkan me- di judul
  • Mengawali judul dengan angka
  • Melesapkan subjek
  • Paragraf bisa satu kalimat
5. Ada pelanggan yang perlu dipahami
5 Kiat Bahasa Jurnalistik untuk Penulisan Berita, Yuk Pahami!

Terakhir, karena media juga salah satu bentuk bisnis, maka bahasa jurnalistik juga perlu memahami pelanggannya. Bagaimana segmentasi media dan gaya bahasa apa yang sesuai dengan segmentasi ini?

Secara lebih spesifik, bahasa ini juga bisa menyesuaikan rubrik yang dipegang dalam media. Setiap rubrik tentu memiliki kekhasan bahasanya tersendiri.