COVID-19 di Indonesia jauh lebih Baik dari Singapura

COVID-19 di Indonesia jauh lebih Baik dari Singapura

COVID-19 di Indonesia jauh lebih Baik dari Singapura РPenanggulangan Covid-19 di Indonesia lebih baik dibanding Singapura dan Korea Selatan dikritik politisi PKS, Mulyanto. Menurutnya Pemerintah lebay atau berlebihan dalam mengklaim prestasi penanganan Covid-19. Faktanya, berdasarkan laporan harian Our World in Data, indikator-indikator utama penanggulangan Covid-19 di Indonesia masih di bawah Singapura dan Korea Selatan.

Mulyanto menyebut jumlah kasus positif harian di Indonesia jauh lebih tinggi dibanding kedua negera itu. Begitu juga berdasarkan kasus kematian harian akibat Covid-19.  Tingkat kematian akibat Covid-19 Indonesia masih di atas angka 500 jiwa per hari. Sementara Singapura hampir nol kasus dan di Korea Selatan hanya ditemukan 6 kasus.

“Sekarang reproduction rate kita berada di bawah satu, yaitu 0,63. Artinya dari dua orang (terinfeksi COVID-19) hanya menularkan satu orang sehingga angka ini akan terus turun dan ini lebih rendah dari negara lain seperti Singapura, Inggris, dan Filipina yang masih di atas satu,” tutur Airlangga dalam pidatonya di Forum Dialog HUT 83 Sinar Mas: Economic Outlook 2022 secara virtual, Rabu (6/10/2021).

1. Kasus aktif harian terus menurun
Terus Menurun, Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia saat Ini 32.786 Orang

Seiring dengan hal tersebut, Airlangga yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa kasus COVID-19 aktif harian terus menurun.

“Kita perlu bersyukur bahwa melalui penguatan strategi pengendalian COVID-19, kasus aktif hari ini berhasil turun menjadi 30 ribuan kasus yang pada saat puncaknya di bulan Juli bisa 507 ribuan kasus,” kata dia.

2. Realisasi PEN per 1 Oktober 2021
Dana PEN Baru Terserap 55,3 Persen per 1 Oktober 2021

Dalam kesempatan itu Airlangga juga turut menyampaikan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 1 Oktober 2021. Airlangga mengatakan realisasi PEN hingga 1 Oktober telah mencapai 55,3 persen dari total pagu anggaran Rp744,77 triliun.

Realisasi PEN itu termasuk penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebesar Rp243,8 triliun atau 56,3 persen dari total penyaluran kredit.

“Ini sejalan dengan pemerintah yang ingin adanya perluasan kredit korporasi sehingga mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit modal kerja ke korporasi yang membutuhkan dan j uga sejalan dengan POJK yang diperpanjang sampai Maret 2023,” ucap Airlangga.

3. Perekonomian Indonesia telah kembali ke jalur positif
Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Sudah Masuk Jalur Positif

Di sisi lain, Airlangga meyakini bahwa perekonomian Indonesia saat ini telah kembali ke jalur positif. Segala indikator perekonomian yang ada ditambah dengan turunnya kasus harian COVID-19 memunculkan keyakinan tersebut.

Oleh sebab itu, dia meminta sinergi yang baik antara pemerintah dan stakeholder guna mendukung pelaksanaan strategi penanganan pandemik COVID-19.

“Harapannya Indonesia bisa kembali ke jalur positif di akhir tahun 2021 yang berada di level 3,7 sampai 4,5 persen dan diharapkan tahun depan kita bisa tembus di kisaran 5,2 persen dibandingkan tahun lalu seperti yang direncanakan di APBN,” kata Airlangga.