Elon Musk Berjanji Akan Membantu PBB Memerangi Kelaparan

Elon Musk Berjanji Akan Membantu PBB Memerangi Kelaparan

Elon Musk Berjanji Akan Membantu PBB Memerangi Kelaparan – CEO Tesla sekaligusmiliarder Elon Musk blak blakan akan menjual saham Tesla dan menyumbangkan hasilnya untuk mengatasi kelaparan dunia. Namun, Musk memiliki syarat yang harus dipenuhi.

Syaratnya adalah Program Pangan Dunia PBB (WFP) dapat membuktikan bahwa dana USD8 miliar akan benar-benar menyelesaikan kelaparan dunia.  Direktur Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) David Beasley membeberkan bagaimana lembaganya akan menghabiskan dana sebesar 6,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk memerangi kelaparan dunia.

Rincian tersebut merupakan tanggapan langsungnya untuk CEO Tesla Elon Musk, yang berjanji akan menjual sebagian saham Tesla miliknya untuk memerangi kelaparan jika WFP dapat menjelaskan bagaimana persisnya dana itu akan dihabiskan.

1. Rincian pendanaan
PBB Kirim Rincian Cara Perangi Kelaparan ke Elon Musk

Beasley, yang juga adalah mantan gubernur Carolina Selatan dari Partai Republik, memposting sebuah tautan pada Senin (15/11/2021). Tautan itu mengarah ke sebuah halaman yang berjudul “Rencana WFP untuk mendukung 42 juta orang yang di ambang kelaparan”.

Dalam laporan itu dijelaskan bagaimana PBB akan mengerahkan makanan dan voucher senilai 6,6 miliar dolar AS untuk memberi makan lebih dari 40 juta orang di 43 negara yang berada di ambang kelaparan. WFP mengatakan langkah ini akan dapat mencegah malapetaka kelaparan besar.

Dalam dokumen yang diposting Beasley, WFP mengusulkan untuk mendedikasikan 3,5 miliar dolar AS untuk membeli dan mengirimkan makanan secara langsung, sebesar 2 miliar dolar AS untuk uang tunai dan voucher makanan (termasuk biaya transaksi) di tempat-tempat di mana pasar dapat beroperasi, dan 700 juta dolar AS untuk mengelola program makanan baru.

“(Program makanan baru ini akan) disesuaikan dengan kondisi dalam negeri,” katanya. Ia juga menyatakan akan memastikan bantuan menjangkau mereka yang paling rentan.

2. Krisis kelaparan kian mendesak
PBB Kirim Rincian Cara Perangi Kelaparan ke Elon Musk

Selain itu, dana sebesar 400 juta dolar AS lainnya akan digunakan untuk manajemen operasi, administrasi dan akuntabilitas dan koordinasi rantai pasokan.

“Dunia sedang terbakar,” tulis Beasley. “Saya telah memperingatkan tentang badai yang sempurna karena COVID, konflik, guncangan iklim dan sekarang, meningkatnya biaya rantai pasokan. ITU DI SINI.”

“Krisis kelaparan ini mendesak, belum pernah terjadi sebelumnya, DAN dapat dihindari,” tulis Beasley dalam tweet terpisah.

Ia menandai Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih sekitar 288 miliar dolar AS, di tweet tersebut.

“Anda meminta rencana yang jelas dan buku terbuka. Ini dia! Kami siap berbicara dengan Anda – dan siapa pun – yang serius menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

3. Kronologi percakapan Musk dan WFP
PBB Kirim Rincian Cara Perangi Kelaparan ke Elon Musk

Percakapan Musk dan Beasley tentang topik ini dimulai dengan wawancara di CNN bulan lalu di mana Beasley meminta para miliarder untuk memberikan sumbangan satu kali untuk membantu memerangi kelaparan dunia. Ia secara khusus menyebut dua orang terkaya di dunia, Elon Musk dan Jeff Bezos.

Beasley mengatakan memberikan 6 miliar dolar AS atau 2 persen dari kekayaan bersih Musk, dapat membantu mengatasi kelaparan dunia.

“Jika WFP dapat menjelaskan di utas Twitter ini dengan tepat bagaimana 6 miliar dolar AS akan mengatasi kelaparan dunia, saya akan menjual saham Tesla sekarang dan melakukannya,” tulis Musk di Twitter, sebagai tanggapan pada saat itu.

“Tapi itu harus memiliki akuntansi sumber terbuka (open source accounting), jadi publik melihat dengan tepat bagaimana uang itu dibelanjakan,” tambah Musk.

Beasley sebelumnya membalas tweet Musk, meyakinkannya bahwa ada sistem untuk transparansi dan akuntansi sumber terbuka.

“Baginya untuk masuk ke dalam percakapan ini adalah pengubah permainan karena sederhananya, kami dapat menjawab pertanyaannya, kami dapat mengajukan rencana yang jelas,” kata Beasley kepada CNN dalam wawancara lanjutan awal bulan ini.

“Setiap dan semua yang dia tanyakan, kami akan dengan senang hati menjawabnya. Saya berharap dapat berdiskusi dengannya karena banyak nyawa dipertaruhkan.”

Sebelum pandemik COVID-19 melanda, krisis kelaparan dunia sudah diperparah oleh perubahan iklim dan konflik. Pandemik ini semakin memperparah masalah yang ada. “Membuat 42 juta orang benar-benar di ambang kelaparan,” kata Beasley. “Ini adalah skenario terburuk.” Tidak jelas apakah Musk atau Bezos telah melihat rencana tersebut dan pada akhirnya akan memutuskan untuk memberikan dukungan mereka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan kelaparan global meningkat secara dramatis tahun 2020, sebagian besar diakibatkan dampak pandemi COVID-19 terhadap akses dan harga makanan.

Laporan tahunan tentang Status Gizi dan Ketahanan Pangan, yang dilaksanakan lima badan PBB, mendapatkan temuan yang sangat mencolok, yaitu: hampir satu dari tiga orang di seluruh dunia, 2,37 miliar orang tidak punya akses ke makanan yang cukup tahun lalu, sebuah lonjakan hampir 320 juta orang dalam satu tahun. Normalisasi angka kelaparan kronis yang sangat tinggi itu memakan waktu puluhan tahun.