Fakta Mutasi COVID-19 India & Afrika Selatan Sudah Masuk RI

Fakta Mutasi COVID-19 India & Afrika Selatan Sudah Masuk RI

Fakta Mutasi COVID-19 India & Afrika Selatan Sudah Masuk RI – Beberapa negara telah menemukan adanya mutasi virus corona yang menjadi penyebab penyebaran Covid-19. Menurut ahli mikorbiologi dan patologi Daniel Rhoads, mutasi virus corona ini memang hal yang mengkhawatirkan namun umum terjadi. “Virus bermutasi secara konstan.

Hal ini terutama berlaku untuk virus yang mengandung RNA sebagai materi genetiknya, seperti virus corona dan virus influenza,” ucapnya. Semua virus terdiri dari satu bundel materi genetik (baik DNA atau RNA) yang dilapisi oleh lapisan pelindung protein.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sejumlah mutasi virus corona telah ada di Club388 Indonesia Indonesia. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap COVID-19.

1. Budi minta proses vaksinasi dipercepat guna mengurangi penyebaran virus corona
Waspada! Mutasi COVID-19 dari India dan Afrika Selatan Sudah Masuk RI

Menurut Budi, mutasi tersebut masuk dalam kategori varian yang diperhatikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Sebab, mutasi jenis tersebut penluarannya relatif lebih tinggi.

Oleh karena itu, dengan adanya sejumlah mutasi COVID-19 yang telah masuk ke Indonesia, ia meminta proses vaksinasi dipercepat guna mengurangi penularan virus corona.

“Selama mutasi masih sedikit yang varian mutasi dari India, Afrika Selatan, dari Inggris itu adalah saat yang tepat kita segera mungkin melakukan vaksinasi untuk melindungi diri kita dan keluarga kita,” kata Budi.

“Oleh karena itu, tolong didorong vaksinasi walaupun puasa dan Lebaran karena memang diizinkan,” dia melanjutkan.

2. Budi ingin disiplin protokol kesehatan dan 3T terus dilakukan
Waspada! Mutasi COVID-19 dari India dan Afrika Selatan Sudah Masuk RI

Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri BUMN ini mengimbau agar isolasi segera dilakukan bagi mereka yang positif COVID-19. Selain itu, 3T atau tracing, testing, dan treatment juga segera dilakukan.

“Yang paling penting sekali lagi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Apapun virusnya, apapun mutasinya kalau kita disiplin protokol harusnya penularan tidak terjadi. Itu sebabnya kenapa saya akan terus-menerus mengingatkan bahwa disiplin protokol kesehatan itu harus dijalankan oleh kita semua dimanapun kita berada,” jelas Budi.

3. Sebanyak 20 juta orang di RI sudah divaksinasi

Sementara untuk proses vaksinasi, Budi melaporkan, sudah 20 juta vaksin disuntikkan di Tanah Air. Hal itu akan terus digenjot hingga mencapai target pemerintah.

“Dibandingkan kita mulai Januari menembus 10 juta suntikan, tanggal 26 Maret sekarang dengan segala keterbatasan kita tetap bisa menembus 10 juta suntikan atau sekitar 12,5 juta rakyat Indonesia sudah diberikan vaksinasi pertama, kita harapkan ke depan lebih cepat lagi,” ujar Budi.

Budi juga menyampaikan, Indonesia akan mendapat tambahan vaksin AstraZeneca yaitu sebanyak 1,8 juta vaksin. Vaksin asal Inggris itu dijadwalkan tiba bulan ini.

“Diharapkan bahwa bulan ini kita sudah kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari program gratis, rencananya akan datang lagi 1,8 juta vaksin AstraZeneca yang gratis, sehingga total 5,6 juta, dan rencananya Bio Farma akan produksi 18 juta vaksin Sinovac bulan ini,” kata Budi lagi.