Harga Vaksin Mandiri Telah Ditetapkan Oleh Menteri Kesehatan

Harga Vaksin Mandiri Telah Ditetapkan Oleh Menteri Kesehatan

Harga Vaksin Mandiri Telah Ditetapkan Oleh Menteri Kesehatan – Di awal kemunculan pandemi virus Corona COVID-19, berbagai pihak berlomba-lomba mengembangkan vaksin yang bisa menangkalnya. Kini diketahui sudah ada beberapa jenis vaksin COVID-19 yang dianggap ‘sukses’ dan dipakai oleh negara-negara untuk memulai program vaksinasi.

Indonesia sendiri sudah menjalankan program vaksinasi COVID-19 gratis sejak 13 Januari lalu. Kala itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat suntikan pertama vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menetapkan besaran harga vaksin Sinopharm yang akan digunakan untuk vaksinasi mandiri atau gotong royong. Harga pembelian vaksin ditetapkan Rp321.660 per dosis.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Live22 Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin COVID-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

1. Harga tertinggi vaksin per dosis
Menkes Tetapkan Harga Vaksin Mandiri Rp321.660 per Dosis  

Keputusan tersebut juga menerangkan pembelian vaksin tersebut merupakan harga tertinggi vaksin per dosis yang dibeli oleh badan hukum/badan usaha, sudah termasuk margin/keuntungan 20 persen dan biaya distribusi franco kabupaten/kota, namun tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

2. Keputusan sudah berlaku sejak 11 Mei 2021
Menkes Tetapkan Harga Vaksin Mandiri Rp321.660 per Dosis  

Besaran harga pembelian vaksin ditetapkan setelah mendapatkan pandangan atau pendampingan dari beberapa kementerian. Yaitu mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Badan Pengawasan Keuangan dan jdih.kemkes.go.id.

“Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 11 Mei 2021,” tulis keputusan tersebut

3. Vaksin Sinopharm, Sputnik V dan CanSino akan digunakan sebagai vaksin gotong royong
Menkes Tetapkan Harga Vaksin Mandiri Rp321.660 per Dosis  

Sebagai informasi, Bio Farma memastikan suplai Vaksin Gotong Royong sebanyak 35 juta dosis. Adapun vaksin COVID-19 yang digunakan yakni Sinopharm dari Tiongkok, Sputnik V dari Rusia, dan CanSino dari Tiongkok. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, saat ini pihaknya sudah berdiskusi dan bernegosiasi dengan perusaaan tiga vaksin tersebut.

Vaksin Sinopharm, ujar Honesti,  dijadwalkan akan dikirim ke Indonesia pada minggu keempat April sebanyak 500.000 dosis. “Kemudian juga dari April sampai Juli 2021 akan ada tambahan 7 juta dosis lagi, kemudian dari Q3 sampai Q4 akan ada 7,5 juta dosis, artinya kita akan dapat 15 juta dosis Sinopharm,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi IX DPR.

CoronaVac adalah nama untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal China, Sinovac. Ini adalah vaksin pertama yang berhasil didapatkan oleh pemerintah Indonesia dan dipakai untuk memulai program vaksinasi.

Vaksin dibuat dengan teknologi inactivated virus alias memanfaatkan virus yang sudah dilemahkan.

Corporate Secretary PT Bio Farma, Bambang Heriyanto, pernah memprediksi harga vaksin Corona Sinovac sekitar Rp 200.000 per dosisnya.

“Produksi bulk dari Sinovac kami sudah coba hitung dan tujuannya tetap tidak memberatkan pemerintah. Kisarannya di Rp 200 ribu. Itu masih kisaran ya, mudah-mudahan bisa lebih murah lagi,” kata Bambang beberapa waktu lalu.