Jenazah Trio yang Meninggal Usai Divaksinasi akan Diuji Lagi

Jenazah Trio yang Meninggal Usai Divaksinasi akan Diuji Lagi

Jenazah Trio yang Meninggal Usai Divaksinasi akan Diuji Lagi – Trio Fauqi Virdaus merupakan seorang pemuda yang meninggal dunia sehari setelah mendapatkan suntikan Vaksin AstraZeneca beberapa waktu lalu.  Teriakan Trio Fauqi Firdaus memecah malam. Membangunkan seisi rumah. Tubuhnya kesakitan. Tidak kuat menahan demam dan sakit di kepala. Keadaan terus semakin memburuk. Hingga akhirnya rasa sakit tidak lagi tertahan. Trio pun dinyatakan meninggal dunia.

Pria 22 tahun itu meninggal ketika dibawa ke rumah sakit pada Kamis siang, 6 Mei 2021. Sehari sebelumnya baru saja dia menjalani dosis kedua Vaksin AstraZeneca di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) tengah melakukan investigasi terhadap kematian Trio. Komnas KIPI merekomendasikan kuburan Trio dibongkar guna melakukan autopsi untuk mengetahui keterkaitan antara kematiannya dengan vaksinasi Covid-19 AstraZeneca.

Keluarga almarhum Trio Fauqi Virdaus masih harus bersabar menunggu hasil autopsi jenazah Trio yang meninggal sehari usai vaksinasi COVID-19 buatan AstraZeneca. Trio adalah warga Buaran, Jakarta Timur. Kakak Trio, Viki, mengungkapkan semestinya hasil autopsi keluar satu sampai dua minggu setelah jenazah Trio diautopsi, namun sampai saat ini keluarga belum Download Apk IDNPlay mendapatkan kepastian penyebab meninggal adiknya.

1. Keluarga menunggu kejelasan penyebab Trio meninggal
Jenazah Pemuda Buaran Meninggal Usai Divaksinasi akan Diuji Patologi

Viky mengungkapkan, sebelum hasil autopsi keluar, keluarganya terutama sang ibu tidak tenang. Hampir tiap hari, ibunda terus menanyakan hasil autopsi Trio untuk dapat kejelasan, meski sudah diterangkan autopsi memerlukan ketelitian dan kehati-hatian sehingga membutuhkan waktu lama.

“Selama autopsi belum keluar ya kami masih berpikiran meninggal karena vaksin, meski pemerintah sudah menyatakan batch vaksin AstraZeneca yang digunakan Trio aman,” kata dia.

2. Trio meninggal dunia sehari setelah divaksin COVID-19
Jenazah Pemuda Buaran Meninggal Usai Divaksinasi akan Diuji Patologi

Perlu diketahui, Trio meninggal dunia sehari setelah divaksin COVID-19. Vaksin yang diterima pegawai outsourcing di PT Pegadaian itu merupakan buatan AstraZeneca.

Kakak Trio, Viki, mengungkapkan adiknya mendapatkan vaksin AstraZeneca pada Rabu, 5 Mei 2021. Ini merupakan vaksinasi dosis pertama bagi Trio.

Nahas, sekitar 24 jam kemudian atau pada Kamis, 6 Mei 2021, pemuda berusia 22 tahun tersebut meninggal dunia.

“Sangat cepat, 1×24 jam mungkin kurang gitu,” kata Viki saat dihubungi IDN Times, Senin, 10 Mei 2021.

Viki menjelaskan kronologinya. Saat kejadian memang ia masih berada di Bali. Pada Rabu, 5 Mei 2021 sore, kata ia, Trio pulang ke rumah setelah bekerja.

Trio saat itu menceritakan kepada keluarga sudah mendapatkan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

“Di hari yang sama, berdasarkan cerita temen-temennya, memang benar dia divaksin karena dia posting, vaksin nih,” kata Viki.

3. Trio sempat mengeluh demam tinggi
Jenazah Pemuda Buaran Meninggal Usai Divaksinasi akan Diuji Patologi

Namun, tak berselang lama, Trio mulai mengeluhkan demam tinggi, sakit kepala, dan pegal di sekujur tubuh. Hal itu dikeluhkannya kepada sang ibu.

Viki mengatakan, Trio saat itu masih menganggap sakit yang dirasakan merupakan efek samping dari vaksin COVID-19 AstraZeneca.

“Singkat cerita, orang tua sempat menawarkan obat analgesic (pereda nyeri), tapi ditolak oleh almarhum karena dia takut habis divaksin,” kata dia.

“Di situ sudah mulai ngelantur, bahwa dia bilang almarhum neneknya sudah menunggu, ‘gak usah Mah, saya takut karena habis vaksin, dan kasihan si Nyai (nenek) sudah nungguin saya’,” sambung Viki.

4. Trio dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit
Jenazah Pemuda Buaran Meninggal Usai Divaksinasi akan Diuji Patologi

Selanjutnya, pada Kamis, 6 Mei 2021 pagi, Viki mengatakan, adiknya masih mengalami demam tinggi. Trio, yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, saat itu meminta adiknya memijat.

“Sampai akhirnya, dia (Trio) tuh mengalami sakit kepala yang lebih luar biasa lagi. Dan dia sempat mengeluh, berteriak, ‘aduh mak, sakit banget’. Gak lama kemudian dia mengalami syok, seperti kejang dan napas yang megap-megap,” kata Viki.

Pihak keluarga segera membawa Trio ke rumah sakit terdekat dari rumah mereka, yakni RSB Asta Nugraha. Ia menceritakan pihak rumah sakit sempat ragu memeriksa Trio karena telah divaksin. Mereka juga hendak merujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

“Selang beberapa menit, ada dokter yang memeriksa dia, dan dinyatakan bahwa almarhum sudah meninggal dunia,” ungkap Viki.

Viki menyebut Trio tidak memiliki penyakit bawaan. Adiknya itu pun belum pernah dinyatakan positif COVID-19.

Sejauh ini Komnas KIPI mencatat 30 orang ditemukan meninggal usai melakukan vaksinasi Covid-19. Dari jumlah itu, 27 di antaranya menggunakan vaksin Sinovac. Sementara kasus kematian untuk vaksin AstraZeneca terdapat 3 kasus. Dua terjadi di Jakarta, dan satu lagi berada di Ambon, Maluku.

Executive Secretary ITAGI Julitasari Sundoro menyampaikan, tidak mudah untuk menentukan penyebab kematian Trio. Lantaran yang bersangkutan meninggal ketika tiba di rumah sakit. Karena itu tidak ada data medis untuk menentukan penyebab kematiannya. Karena itu, dia salah satu cara untuk mengetahui penyebab kematian yakni lewat proses autopsi.