Jenazah yang Meninggal Usai Vaksin AstraZeneca akan Diotopsi

Jenazah yang Meninggal Usai Vaksin AstraZeneca akan Diotopsi

Jenazah yang Meninggal Usai Vaksin AstraZeneca akan Diotopsi – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tak khawatir dengan keputusan penghentian sementara penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Wiku mengatakan, vaksin AstraZeneca yang dihentikan penggunaannya hanya yang bernomor batch CTMAV547.

Selama penghentian ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pengujian toksisitas dan sterilitas guna memastikan kemananan vaksin. Jenazah Trio Fauqi Virdaus yang meninggal dunia setelah menerima vaksin AstraZeneca diangkat dari liang lahat pada Senin (24/5/2021) pagi ini untuk diautopsi.

Trio merupakan pemuda asal Buaran, Jakarta Timur, yang meninggal sehari usai menerima vaksin AstraZeneca pada Rabu (5/5/2021). Autopsi terharap jenazah dilakukan Live22 Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Komnas KIPI) untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian. Rencana itu pun disetujui pihak keluarga.

1. Autopsi dilakukan di RSCM
Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Jenazah Trio Diautopsi Hari Ini

Viki mengatakan jenazah Trio saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Proses autopsi akan dilangsungkan di rumah sakit pemerintah tersebut.

“Sudah dibawa ke RSCM,” ungkapnya singkat.

2. Belum tahu kapan hasil autopsi keluar
Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Jenazah Trio Diautopsi Hari Ini

Meski begitu, Viki mengaku pihak keluarga belum mengetahui kapan hasil autopsi keluar. Ia menyebut kepastian hasil autopsi masih menunggu dari pihak RSCM. “Karena memang butuh ketelitian dan kehati-hatian, mengingat kondisi jenazah sudah 18 hari dikebumikan,” kata Viki.

3. Keluarga berharap ada kejelasan penyebab meninggalnya Trio
Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Jenazah Trio Diautopsi Hari Ini

Viki mengatakan pihak keluarga berharap mendapatkan kejelasan penyebab kematian almarhum Trio. Ia meminta pemerintah terbuka ke publik atas hasil autopsi. “Jika memang benar akibat vaksin, kami harapkan pemerintah berbesar hati mengakui, dan mengubah sistem screening lebih baik. Jika bukan karena vaksin, kami akan meminta penjelasan mendalam kenapa bisa terjadi kematian setelah disuntik vaksin,” katanya.

Dirangkum dari akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan, berikut sejumlah fakta yang perlu diketahui mengenai vaksin AstraZeneca:

  1. WHO menilai manfaat vaksin AstraZeneca masih jauh lebih besar daripada risikonya.
  2. Vaksin AstraZeneca telah mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari WHO pada 15 Februari 2021.
  3. Berdasarkan rekomendasi WHO tanggal 16 Maret 2021 bahwa efikasi vaksin AstraZeneca terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 minggu (76%).
  4. Menurut Badan Obat-obatan Eropa, EMA, vaksin AstraZeneca efektif mencegah rawat inap, perawatan intensif (ICU) hingga kematian akibat Covid-19.
  5. Vaksin AstraZeneca adalah vaksin yang paling banyak dipakai di dunia hingga lebih dari 1 miliar dosis.
  6. AstraZeneca telah menerima Izin Penggunaan Darurat/ Emergency Use Authorization (EUA) di lebih dari 70 negara di dunia, termasuk di Indonesia. Vaksin AstraZeneca telah menerima EUA dari Badan POM pada 22 Februari 2021.
  7. Izin penggunaan darurat dikeluarkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap keamanan, khasiat, dan mutu vaksin AstraZeneca oleh Badan POM bersama tim ahli yang tergabung dalam Komite Nasional Penilai Obat dan ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).
  8. Negara-negara maju seperti Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, dan Singapura tetap menggunakan vaksin AstraZeneca.