Jokowi Minta Agar Vaksin Booster Dimulai Januari Mendatang

Jokowi Minta Agar Vaksin Booster Dimulai Januari Mendatang

Jokowi Minta Agar Vaksin Booster Dimulai Januari Mendatang – Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong percepatan vaksinasi terhadap masyarakat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun juga meminta agar vaksin booster atau vaksin ketiga untuk dilaksanakan. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Vaksinasi tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada Januari 2022 mendatang. “Presiden minta agar kegiatan booster vaksinasi dipersiapkan pada bulan Januari,” ungkap dia dalam telekonferensi pers, Senin (6/12). Sebab, saat ini banyak negara juga yang merekomendasikan untuk vaksinasi dilakukan hingga tiga kali dosis. Hal ini dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Di berbagai negara sudah memberikan rekomendasi termasuk juga dari lembaga-lembaga internasional kesehatan untuk vaksinasi efektif, untuk varian-varian baru, termasuk omicron,” tutur dia.

1. Jokowi minta vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun segera dilakukan
Jokowi Perintahkan Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Segera Dilakukan - Nasional  Tempo.co

Selain itu, Jokowi juga meminta vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun segera dilakukan.

“Vaksin anak-anak supaya segera dimulai, yang usia 6-11,” kata Airlangga usai rapat terbatas bersama Jokowi terkait evaluasi PPKM.

2. Berbagai kegiatan Nataru dibatasi maksimal 50 orang
Jokowi Minta Vaksinasi Booster Dimulai Januari 2022

Terkait dengan persiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Jokowi meminta agar berbagai kegiatan diikuti maksimal 50 orang. Kebijakan pembatasan kegiatan saat Nataru akan disesuaikan dengan imbauan dari WHO dan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Namun kegiatan-kegiatannya akan dirinci. Jadi kegiatan di mal, restoran maksimal 75 persen dan di berbagai kegiatan 75 persen. Namun ada pembatasan jumlahnya yang dimaksimalkan menjadi 50 orang, dan yang traveling itu mereka yang sudah divaksin,” tutur dia.

3. Airlangga sebut 45 negara sudah terkena varian Omicron

Varian Omicron Terdeteksi di 23 Negara, Pemerintah Diminta Perketat  Pengawasan Perbatasan dan Karantina

Airlangga menuturkan, meski saat ini terdapat 45 negara yang sudah melaporkan kasus COVID-19 Omicron, namun memang belum ada lagi daftar negara yang dibatasi untuk masuk Indonesia.

“Angka-angkanya yang tertinggi di atas 100-an itu di Afrika Selatan dan Inggris. Yang lain relatif di bawah itu. Zimbabwe tinggi 50, Amerika juga di atas 38. Namun yang lain relatif lebih rendah, dan negara-negara tersebut masih memonitor dan melakukan penelitian mengenai efikasi vaksin terhadap varian tersebut,” jelas Airlangga.