Kemenkes Klarifikasi Masalah Harus Mengembalikan Insentifnya

Kemenkes Klarifikasi Masalah Harus Mengembalikan Insentifnya

Kemenkes Klarifikasi Masalah Harus Mengembalikan InsentifnyaKementerian Kesehatan RI meluruskan pengembalian insentif tenaga kesehatan (nakes) adalah untuk yang menerimanya secara double atau ganda. Senin, (25/10). Dilansir dari laman kemkes.go.id hal itu disampaikan oleh Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI, dr. Trisa Wahyuni Putri.

“Pengembalian insentif tidak berlaku bagi semua Nakes, tapi khusus bagi mereka yang menerima dobel transfer dari Kementerian Kesehatan,” berikut keterangan dalam laman resmi Kemenkes tersebut.

“Pengembalian insentif tidak berlaku bagi semua nakes, tapi khusus bagi mereka yang menerima dobel transfer dari Kementerian Kesehatan. Para nakes tidak perlu khawatir bahwa hak insentif tetap akan diproses dan dibayarkan,” ujar Trisa dalam laman kemkes.go id, Senin (25/10/2021).

1. Kemkes masih hitung jumlah nakes yang dapat insentif dobel
Kemenkeu-Kemenkes Hitung Detail soal Anggaran Insentif Nakes

Dia menerangkan pemberian insentif ini sesuai dengan ketentuan yang ada, yakni dalam KMK nomor HK.01.07/MENKES/4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani COVID-19. Terkait jumlah nakes yang menerima insentif dobel, Trisa mengaku masih menghitungnya.

”Kami tegaskan lagi bahwa ini ditujukan kepada nakes yang menerima dobel transfer. Artinya mendapatkan dobel pembayaran dan di bulan yang sama. Untuk kelebihan pembayaran dan jumlah nakes yang mengalami hal tersebut masih dalam proses koordinasi,” ujar Trisa.

2. Kemenkes akan permudah proses pembayaran insentif
Kemenkes Minta Nakes Kembalikan Insentif yang Dobel, Bisa Dicicil

Kemenkes terus berupaya mempermudah proses pembayaran insentif nakes. Di antaranya dengan melakukan perubahan dan percepatan pada sistem pemberian insentif nakes 2020 dan 2021.

”Proses pembayaran insentif semakin berjalan lancar dibandingkan dengan proses sebelumnya, sehingga para nakes dapat menerima insentif secara lebih teratur,” tambah Trisa.

Upaya perbaikan dan percepatan dilakukan melalui sinergi antara Kemenkes dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dalam mengawal agar insentif nakes berjalan dengan akuntabel dan transparan.

3. Pembayaran bisa dicicil atau tunai
Kemenkes Minta Nakes Kembalikan Insentif yang Dobel, Bisa Dicicil

Sebelumnya, beredar surat undangan rapat koordinasi Kemenkes bersama pihak pengelola RS dan Puskesmas di 31 provinsi.

Dalam undangan tersebut tertulis ‘Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Kelebihan Bayar Insentif pada Tenaga Kesehatan Tahun 2021’ digelar online pada Jumat (22/10/2021) pukul 08.00 WIB. Rapat tersebut untuk membahas tindak lanjut mekanisme pengembalian kelebihan pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan.

Tercatat, ada 447 RS dan Puskesmas dari 31 provinsi yang diundang. Surat itu tertanggal 21 Oktober 2021 dan ditandatangani Sekretaris BPPSDM Kesehatan Kemenkes, Trisa Wahjuni Putri.

Dalam dokumen tersebut juga terdapat ‘Surat Pernyataan Kesediaan Pengembalian Kelebihan Pembayaran’ yang dibayar secara tunai maupun dicicil dalam kurun waktu tertentu.