Kementrian KorSel Siap Menampung Warga Afghanistan Pekan Ini

Kementrian KorSel Siap Menampung Warga Afghanistan Pekan Ini

Kementrian KorSel Siap Menampung Warga Afghanistan Pekan Ini – Korea Selatan akan mengangkut sekitar 380 warga Afghanistan pekan ini, untuk tinggal di wilayahnya.  Diketahui bahwa Korea Selatan tengah mengevakuasi orang-orang yang membantu upaya Seoul dalam membangun kembali Afghanistan yang dilanda perang. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) menyampaikan bahwa mereka siap menampung 391 warga Afghanistan pekan ini.

pesawat militer Korea Selatan yang membawa para pengungsi diperkirakan akan berangkat dari ibu kota Pakistan, Islamabad ke bandara Kabul dan mendarat di Bandara Internasional Incheon, barat Seoul, Pengumuman yang disampaikan pada Rabu (25/8/2021) merupakan bagian dari misi Seoul, untuk mengevakuasi warga Afghanistan yang bekerja sama dengan pemerintah Korea.

Korsel akan menggunakan pesawat militer untuk membawa para pengungsi yang diperkirakan akan berangkat dari Islamabad, Dilansir dari idn poker apk Pakistan dan mendarat di Bandara Internasional Incheon, sebelah barat kota Seoul.

1. Korsel mengerahkan tiga pesawat dalam misi evakuasi

Menurut kantor berita Yonhap, Korsel mengerahkan tiga pesawat militer ke Afghanistan dan Pakistan. Adapun pesawat yang dikerahkan adalah satu pesawat angkut tanker KC-330 dan dua pesawat C-130.

Wakil Menlu II Korsel, Choi Jong Moon, menuturkan bahwa misi evakuasi mempertimbangkan tanggung jawab moral atas keselamatan warga Afghanistan yang bekerja untuk mereka.

“Tanggung jawab kami sebagai anggota komunitas internasional dan status global kami sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta fakta bahwa negara-negara lain juga telah mengangkut warga Afghanistan, kami memutuskan untuk merangkul mereka di negara kami pada Agustus,” ujar Choi.

“Ketika situasi di Afghanistan memburuk, mereka telah mengajukan banding ke kedutaan kami di Afghanistan perihal masalah keamanan, dan meminta bantuan untuk penerbangan ke Korea,” tambahnya.

Mereka yang akan tiba di Korsel, sambung Choi, tidak akan berstatus pengungsi. “Melainkan sebagai orang-orang dengan jasa khusus,” kata dia.

2. Ada 36 warga Afghanistan yang memilih tinggal dan dipindahkan ke negara lain
Korea Selatan Siap Tampung 391 Warga Afghanistan Pekan Ini

Dari total 391 warga Afghanistan, sekitar 100 di antaranya masih anak-anak. Sebanyak 365 orang telah meninggalkan Afghanistan dan telah mendarat di Islamabad sekitar pukul 18:10 (waktu Korea). Nantinya, mereka akan bergabung dengan 26 orang yang tiba lebih awal di bawah misi Operation Miracle, kemudian diterbangkan ke Korsel di kemudian hari.

Sebelumnya, tercatat bahwa ada 427 warga Afghanistan yang perlu dievakuasi ke Korsel. Tetapi, 36 di antaranya memutuskan untuk tinggal atau pindah ke negara ketiga, dikutip dari Arirang.

Setibanya di Korsel nanti, mereka akan menjalani uji COVID-19 dan hasilnya akan dikirim ke fasilitas pemerintah daerah di Provinsi Chungcheongbuk-do. Pada saat yang sama, kementerian kehakiman akan mengurus administrasi mereka, termasuk permasalahan visa.

Warga Afghanistan yang dievakuasi ke Korsel adalah penerjemah, tenaga medis, insinyur, dan pelatih kejuruan beserta keluarganya. Mereka telah bekerja selama bertahun-tahun dengan Kedutaan Besar Korea di Afghanistan, Badan Kerjasama Internasional Korea, Rumah Sakit Korea Bagram, Pusat Pelatihan Kejuruan Korea dan tim rekonstruksi provinsi di Charikar.

3. Presiden Moon Jae In menekankan soal tanggung jawab moral
Korea Selatan Siap Tampung 391 Warga Afghanistan Pekan Ini

Dilansir Korea Herald, Presiden Moon Jae In pun menyampaikan terima kasih kepada warga Korsel, atas pengertian dan dukungannya untuk menampung warga Afghanistan. Moon mengatakan, dia senang dapat membawa kembali staf Afghanistan yang bekerja dengan pemerintah Korea dan keluarga mereka dengan aman.

“Memenuhi tanggung jawab moral kami kepada warga Afghanistan yang membantu kami adalah sesuatu yang harus kami lakukan dan bermakna,” ungkap Moon, menurut juru bicaranya Park Kyung Mee.

Pada awalnya, kedatangan warga Afghanistan memicu perdebatan antara mereka yang mendukung dan menentang kebijakan itu. Mereka khawatir dengan masalah keamanan, termasuk apakah penduduk Seoul siap menerima kehadiran orang asing.