Kim Jong Un Telah Berkuasa di Korea Utara Selama 10 Tahun

Kim Jong Un Telah Berkuasa di Korea Utara Selama 10 Tahun

Kim Jong Un Telah Berkuasa di Korea Utara Selama 10 Tahun – Kim Jong-un Pengucapan Korea; lahir 8 Januari 1983; juga diromanisasikan sebagai Kim Jong-eun, Kim Jong Un atau Kim Jung-eun adalah Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea, atau yang lebih dikenal dengan Korea Utara.  Dia adalah putra Kim Jong-il (1941–2011) dan cucu dari Kim Il-sung (1912–1994).

Akhir tahun 2021 menjadi tahun ke-10 Kim Jong Un memimpin Korea Utara (Korut). Dalam pidato Rapat Pleno ke-4 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea, Kim lebih banyak membicarakan perbaikan masalah ekonomi dan makanan ketimbang senjata nuklir.

Meski begitu, Kim Jong Un juga dikabarkan bersumpah akan tetap membangun kekuatan militernya. Untuk sementara ini, rencana kebijakan yang akan dilakukan untuk tahun 2022 dan tahun-tahun setelahnya adalah fokus pada pembangunan pedesaan dan peningkatan ekonomi.

1. Fokus masalah domestik dan ambisi membangun pedesaan

Kim Jong Un secara efektif mengambil alih kepemimpinan ayahnya yang meninggal tahun 2011 lalu. Sampai saat ini, dia sudah 10 tahun memimpin Korea Utara. Pada akhir tahun 2021 ini, Kim berpidato dengan mengumumkan beberapa kebijakan utama pemerintah dalam rapat pleno partai.

Salah satu hal yang dibahas dalam pidato itu adalah kebijakan untuk fokus pada pembangunan domestik. Menurut Reuters, pidato memberikan garis bawah pada krisis ekonomi yang dihadapi Kim ketika negara itu melakukan penguncian yang dipaksakan sendiri. Kim mengatakan “tugas dasar yang dihadapi bagian dan rakyat tahun depan adalah memberikan jaminan yang kuat untuk melaksanakan rencana lima tahun dan membuat perubahan yang luar biasa dalam pembangunan nasional dan kehidupan masyarakat.”

Menurut Korean Broadcasting System, ambisi pembangunan pedasaan itu dilakukan dalam jangka menengah dan panjang. Rencana itu juga telah mendapatkan persetujuan penuh dari para peserta dalam pertemuan tersebut. Sebagian besar pidato Kim Jong Ung membahas masalah domestik seperti proyek ambisius untuk membangun pedesaan, pola makan masyarakat, sekolah dan kebutuhan menindak praktik non-sosialis.

2. Rencana pengembangan teknologi militer yang canggih tidak terlalu dibahas

Meskipun sebagian besar pidato Kim Jong Un membahas masalah domestik, dia tetap menyinggung kemajuan militernya. Hanya saja tidak disebutkan secara spesifik pencapaian apa yang telah dilakukan.

Tahun 2021, Korut telah melakukan beberapa uji coba rudal balistik yang mengejutkan. Rudal-rudal itu, beberapa memiliki teknologi baru dengan jarak target yang lebih jauh dan dapat diberi hulu ledak nuklir.

Namun ketika Korut menjadi sangat terisolasi, apalagi ketika wabah virus corona, berpidato masalah pencapaian teknologi militer, menurut pengamat akan tidak menarik. Karena itu, Kim mengambil jalur untuk membahas strategi yang lebih populis seperti membangun pedesaan.

Dilansir Al Jazeera, Chad O’Carroll salah satu tokoh pemerhati Korut mengatakan “secara keseluruhan, Kim mungkin sadar bahwa mengungkapkan rencana pengembangan militer yang canggih sementara orang-orang menderita kekurangan pangan dan kondisi yang keras di luar Pyongyang bukan ide yang bagus tahun ini.”

3. Upaya menciptakan kota pertanian di seluruh negeri, pembangunan rumah baru dan aktif melawan praktik anti-sosialis
10 Tahun Berkuasa, Kim Jong Un Fokus ke Logistik, Bukan Nuklir

Meski banyak media asing menyorot kehidupan yang mengkhawatirkan di Korut akibat pandemik, banjir dan ancaman kekurangan pangan, akan tetapi Kim Jong Un dalam pidatonya mengatakan bahwa negara itu membuat “peningkatan dan hasil luar biasa” di sektor ekonomi. Dilansir NK News, diungkapkan pula rencana pembangunan 10.000 rumah baru, gedung pencakar langit di Pyongyang dan pembangunan rumah bagi korban banjir.

Selain itu, Kim juga menuntut para pejabatnya menyelesaikan masalah pangan, sandang dan perumahan bagi rakyat tanpa merujuk secara langsung krisis pangan yang pernah disinggung pada pertengahan tahun. Untuk merealisasikan ambisi pembangunan pedesaan, Kim menjanjikan pinjaman murah pertanian koperasi, mengadakan mesin pertanian modern yang baru untuk meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan kesadaran ideologis.

Prioritas panen beras dan gandum serta peningkatan pendidikan dan kualitas layanan medis di pedesaan. “Adalah kebijakan pembangunan pedesaan partai kami, dalam waktu dekat, membuat semua kota pertanian di seluruh negeri menjadi setara dengan Kota Samjiyon… kota yang ideal secara sosialis dan makmur secara budaya,” media tersebut. Pada tahun 2022, juga ditekankan bahwa pihak berwenang harus melakukan perjuangan yang lebih aktif melawan praktik anti-sosialis dan non-sosialis di seluruh laporan partai, negara dan masyarakat.

Kim Jong-un adalah putra ketiga sekaligus putra bungsu Kim Jong-il dengan salah seorang istrinya, Ko Young-hee. Sejak akhir 2010, ia dianggap sebagai pewaris kepemimpinan Korea Utara, dan setelah kematian ayahnya, ia dinyatakan sebagai “Penerus Agung” oleh stasiun televisi Korea Utara. Setelah kematian Kim Jong-il, Ketua Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Kim Yong-nam, menyatakan bahwa “Kim Jong-un adalah pemimpin tertinggi partai, militer, dan negara kita, yang mewarisi ideologi, kepemimpinan, karakter, kebajikan, ketabahan, dan keberanian Kim Jong-il”.

Pada tanggal 30 Desember 2011, Politbiro Partai Buruh Korea secara resmi menunjuk Kim Jong-un sebagai Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea. Pada 11 April 2012, Konferensi Partai ke-4 memilihnya sebagai Sekretaris Pertama Partai Buruh Korea.