Konvoi Pemimpin Oposisi Zimbabwe Diserang Warga Charumbira

Konvoi Pemimpin Oposisi Zimbabwe Diserang Warga Charumbira

Konvoi Pemimpin Oposisi Zimbabwe Diserang Warga Charumbira – Nelson Chamisa (lahir 2 Februari 1978) adalah seorang politikus Zimbabwe dan Presiden Gerakan untuk Perubahan Demokratis saat ini  Ia menjabat sebagai Anggota Dewan Majelis Zimbabwe untuk Kuwadzana East , Harare .

Chamisa adalah kandidat presiden Aliansi MDC dalam pemilihan umum 2018 , setelah sebelumnya menjadi pemimpin majelis pemuda partai. Rombongan konvoi yang membawa pemimpin oposisi Zimbabwe, Nelson Chamisa  diserang oleh ratusan warga desa. Meski begitu, pemimpin oposisi berusia 43 tahun dilaporkan tidak mengalami luka apapun dalam insiden mengejutkan ini.

Peristiwa ini meningkatkan ketegangan antara pemerintahan dan oposisi dalam beberapa waktu belakangan ini. Hal ini terkait dengan meningkatnya isu pencalonan kembali Chamisa untuk menantang Presiden Emmerson Mnangagwa.

1. Konvoi Chamisa diblokir dan diserang oleh warga Desa Charumbira

Berdasarkan rekaman video saat kejadian, sekelompok warga Desa Charumbira memblokir akses konvoi kendaraan pimpinan Partai MDC Alliance, Nelson Chamisa. Bahkan para pemrotes menyanyikan lagu terkait tuntutannya sambil memblokir jalan dengan kayu yang dibakar.

Setelah memblokir jalan, para warga yang diperkirakan jumlahnya hingga 200 orang menyerang kendaraan beserta orang di dalamnya. Mereka melempar batu ke arah kendaraan konvoi yang mengakibatkan beberapa orang terluka.

Padahal saat itu, Chamisa sedang dalam perjalanan untuk menemui kepala komunitas suku di Provinsi Masvingo. Akibat aksi kekerasan ini, kepala Divisi HAM Afrika bagian selatan, Dewa Mavhinga turut mengecam insiden ini, dikutip dari All Africa.

2. MDC Alliance menuding Zulu-PF ada di balik serangan ini

Dilansir dari News24, MDC Alliance menyalahkan partai pemerintahan Zanu-PF atas kasus serangan yang ditujukan pada Chamisa. “Rekaman video menunjukkan, kebrutalan serangan yang disponsori oleh Zanu-PF kepada delegasi Nelson Chamisa di Charumbira.”

Menurut pihak MDC Alliance, “Kekerasan politik yang terjadi ini disebabkan perhatian khusus dari keputusasaan dari sebuah rezim yang bangkut dan telah terbukti gagal dalam menangani masalah di Zimbabwe.”

Di sisi lain, pemerintah menyebut jika sebelum insiden ini terjadi, sejumlah polisi anti huru-hara sudah diterjunkan demi melindungi pertemuan Chamisa dan kepala komunita di Charumbira. Bahkan, juru bicara pemerintahan, Nick Mangwana menyebut jika serangan ini disebut sebagai drama dari Chamisa.

3. Akibatkan beberapa anggota partai dan pengawal Chamisa terluka

Insiden penyerangan ini membuat sejumlah anggota partai dan pengawal mengalami luka serius akibat hantaman batu. Bahkan beberapa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena mendapatkan luka serius. Sedangkan Chamisa sendiri dilaporkan selamat dan tidak mendapatkan luka apapun akibat serangan mengejutkan ini.

Di lain sisi, insiden ini juga meningkatkan tensi antara pemerintahan dan oposisi menjelang pemilu tahun 2023. Pasalnya, ini menjadi kesempatan kedua Chamisa untuk melengserkan Mnangagwa dari jabatannya.

Pada bulan lalu, 19 orang ditangkap termasuk di antaranya 10 jurnalis yang melakukan aksi protes di depan gedung komisi elektoral di Harare. Hal ini terkait persiapan pemilu kedua setelah lengsernya diktator Robert Mugabe di tahun 2017, dikutip dari laman The Citizen.

Pada tanggal 31 Maret 2020, Mahkamah Agung Zimbabwe memutuskan bahwa Nelson Chamisa bukan pemimpin MDC yang sah dalam keputusan yang menyelesaikan perselisihan kepemimpinan yang berlarut-larut antara dia danThokozani Khuphe .

Nelson Chamisa juga terlibat dalam perebutan kepemimpinan dengan Tendai Biti yang mengumumkan niatnya untuk bersaing memperebutkan kursi Kepresidenan “dengan atau tanpa Aliansi MDC”.