Korea Utara Uji Coba Rudal yang Punya Kemampuan Jarak Jauh

Korea Utara Uji Coba Rudal yang Punya Kemampuan Jarak Jauh

Korea Utara Uji Coba Rudal yang Punya Kemampuan Jarak Jauh – Korea Utara sukses melakukan uji coba sebuah rudal baru jarak jauh pada akhir pekan lalu. Sejumlah analis menilai ini mungkin akan menjadi senjata pertama Korea Utara dengan kemampuan nuklir. Kantor berita KCNA pada Senin, 13 September 2021 mewartakan rudal adalah senjata strategis.

Dalam uji coba kemarin, rudal yang diujikan bisa terbang hingga sejauh 1.500 kilometer sebelum menghantam targetnya dan jatuh ke wilayah perairan Korea Utara. Dalam uji tersebut, menurut laman berita pemerintah KCNA, telah berlangsung secara sukses.

Uji rudal dilakukan ketika AS, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) berencana melakukan pertemuan untuk pembicaraan denuklirisasi Korut di Tokyo. Rudal yang diuji disebut memiliki kemampuan jarak jauh, yakni sekitar 1.500 kilometer. Pengujian tidak disaksikan oleh Pemimpin Korut, Kim Jong Un, akan tetapi dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi Partai Komunis di negara tersebut.

1. Rudal Korut sukses targetkan sasaran berjarak 1.500 kilometer

Korut terus melakukan pengembangan dan pengujian beberapa rudalnya yang dibuat oleh Akademi Ilmu Pertahanan. Dalam kabar yang terbaru, mereka berhasil dengan sukses melakukan uji peluncuran rudal jarak jauh yang tepat mengenai sasaran berjarak sekitar 1.500 kilometer.

Dilansir dari kantor berita Reuters, rudal jenis baru itu telah dikembangkan selama dua tahun terakhir dan jadi bagian utama dalam rencana lima tahun untuk memajukan ilmu pertahanan dan persenjataan.

Keberhasilan uji peluncuran rudal Korut, menurut KCNA,  juga disebut memberikan “signifikansi strategis untuk memiliki sarana pencegahan lain yang efektif guna menjamin keamanan negara kita dan secara kuat menahan manuver militer pasukan musuh.”

Hasil dari uji peluncuran rudal jarak jauh, disimpulkan “secara keseluruhan, efisiensi dan kepraktisan operasi sistem senjata dipastikan sangat baik.”

2. Kim Jong Un tidak ikut hadir menyaksikan uji peluncuran rudal

Pyongyang dan Washington telah berupaya untuk melakukan pembicaraan mengenai denuklirisasi Korut dengan syarat keringanan sanksi yang telah dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Namun pembicaraan tersebut terus mengalami kebuntuan yang berlarut-larut sejak tahun 2019 lalu.

Dalam kebuntuan negosiasi, Korut telah beberapa kali melakukan uji rudal, baik itu yang memiliki kemampuan balistik maupun jarak jauh. Dalam uji peluncuran rudal yang terbaru, menurut ABC News, Kim Jong Un dikabarkan tidak ikut menyaksikannya.

Para pejabat tinggi partai negara tersebut yang mengawasi uji peluncuran rudal tersebut. Mereka di antaranya adalah Pak Jong Chon, anggota Presidium Biro Politik dan sekretaris Komite Sentral Partai Buruh Korea, Kim Jong Sik dan Jon Il Ho, wakil direktur departemen Komite Sentral Partai.

Rudal Korut yang baru saja sukses diuji, mencakup penilaian daya dorong darat, tes penerbangan, tes kontrol dan panduan, serta tes kekuatan hulu ledak rudal dan lainnya. Rudal tersebut sukses terbang selama 7.580 detik atau lebih dari dua jam.

3. Korut tuduh Korsel ‘menajamkan pisau di balik tirai perdamaian’
Korea Utara Sukses Uji Rudal Jarak Jauh Jenis Baru

Kesuksesan peluncuran rudal jarak jauh Korut dilakukan setelah Korsel juga sukses meluncurkan uji rudal balistik dari kapal selamnya pekan lalu. Korsel dengan begitu mengklaim sebagai negara ke-8 yang sukses membuat sendiri rudal balistik kapal selam (SLBM).

Produksi masal rudal SLBM yang telah sukses pengujian akan segera dilakukan dan pihak Kementerian pertahanan Korsel telah meluncurkan rencana pertahanan jangka menengah awal bulan ini, termasuk mengembangkan rudal balistik besar-besaran yang sekuat senjata nuklir.

Menurut Yonhap, kemampuan rudal balistik Korsel dapat menghancurkan fasilitas dan pangkalan rudal bawah. Menanggapi aktivitas yang dilakukan oleh Korsel, media Korut menuduhnya telah “menajamkan pisau di balik tirai perdamaian.”

Media tersebut juga mengatakan “tidak perlu lagi membahas siapa yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan memperburuk hubungan antar-Korea.”

Uji coba tersebut menyoroti kemajuan program senjata Pyongyang yang stabil di tengah mandeknya pembicaraan antara Korea Utara dan Amerika Serikat sejak 2019. Washington ingin Korea Utara menghentikan program senjata nuklir dan rudal balistiknya jika ingin sanksi-sanksi dilonggarkan   .

Angkatan Bersenjata Korea Selatan tidak mengungkapkan apakah mereka telah mendeteksi uji coba tersebut. Mereka hanya mengatakan telah melakukan sebuah analisis mendalam yang bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Sedangkan surat kabar Rodong Sinmun mempublikasi foto-foto rudal jarak jauh yang baru tersebut. Ada pula foto rudal yang ditembakkan dari sebuah transporter-erector-launcher.