Ledakan Terjadi Disebuah Tambang ArcelorMittal di Kazakhstan

Ledakan Terjadi Disebuah Tambang ArcelorMittal di Kazakhstan

Ledakan Terjadi Disebuah Tambang ArcelorMittal di Kazakhstan –  ArcelorMittal SA adalah manufaktur multinasional asal Luksemburg yang memproduksi metal baja. Perusahaan yang bermarkas pusat di Luxembourg City ini adalah salah satu korporasi raksasa urutan ke-146, menurut Fortune Global 500 tahun 2020.

Menurut catatan keuangannya, ArcelorMittal cukup terpuruk di tahun 2020.  Total pendapatannya hanya 70,61 miliar dolar AS, dengan penurunan yang terjadi sebesar 7,1 persen. Insiden ledakan terjadi di sebuah tambang ArcelorMittal di Kazakhstan.

Kejadian ini disebabkan adanya kebocoran gas metan dari dalam tambang yang kemudian menyulut ledakan yang menewaskan beberapa pekerja tambang. Pada Agustus lalu, insiden ledakan pernah terjadi pangkalan militer Kazakhstan dan mengakibatkan 14 orang tewas dan sebanyak 90 orang mengalami luka-luka.

1. Ledakan sebabkan 6 penambang tewas di tempat

Kementerian Situasi Darurat Kazakhstan mengumumkan secara langsung kecelakaan tambang di wilayah Karaganda pada pukul 09.30 waktu setempat. Bahkan insiden ledakan terjadi pada pagi hari dan menyebabkan setidaknya enam orang tewas di tempat dan dua lainnya dalam kondisi luka parah.

Pada saat terjadi ledakan, diketahui terdapat 64 pekerja yang tengah berada di dalam tambang. Namun 56 diantaranya berhasil melarikan diri keluar dari dalam area tambang dan selamat dari ledakan.

Sementara itu, ledakan kali ini terjadi di tambang batu bara yang dioperasikan oleh ArcelorMittal Temirtau. Pasalnya, perusahaan baja itu dikenal sebagai salah satu perusahaan besar di negara Asia Tengah itu, dilansir dari RFE/RL.

2. Pemerintah terjunkan 20 pasukan penyelamat

Dikutip dari TASS, dua orang yang mengalami luka parah sudah dilarikan ke unit Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit terdekat. Kedua penambang itu mengalami luka bakar setelah terkena ledakan gas metan.

“Dua pekerja tambang batu bara diketahui lahir pada tahun 1960 dan 1963 sudah dilarikan ke rumah sakit pada 7 November. Keduanya mengalami keracunan akut lantaran menghirup gas beracun, termasuk metan dan karbonmonoksida. Kini keduanya sudah dalam perawatan. Dokter sedang mengupayakan penanganan terbaik bagi kedua korban” ungkap Kementerian Situasi Darurat Kazakhstan.

Sementara itu, Pemerintah Kazakhstan juga sudah mengirimkan 20 pasukan penyelamat dan tiga kendaraan alat berat untuk melakukan operasi penyelamatan. Pihak ArcelorMittal Temirtau menduga bahwa ledakan ini disebabkan gas dan batu bara.

3. Kecelakaan tambang kerap terjadi di Kazakhstan

Menanggapi kejadian ini, Menteri Situasi Darurat, Yuri Ilyin akan mendatangi lokasi kejadian untuk menilik secara langsung kondisi terkini. Sementara, PM Kazakhstan Askar Mamin juga sudah mendirikan komite khusus untuk menyelidiki penyebab insiden ini. Kecelakaan tambang sudah umum terjadi di negara pecahan Uni Soviet yang ditengarai kurangnya langkah keamanan dan infrastruktur yang sudah tua.

Yang lebih parah, produsen baja raksasa itu mengalami kerugian cukup besar. Perubahan laba yang diperolehnya minus 147,7 persen. Dengan begitu, ia meraup kerugian sebesar -2,45 miliar dolar. Segmen lainnya, seperti aset dan total ekuitas pemegang sahamnya masing-masing bernilai 87,90 miliar dolar dan 38,52 miliar dolar.

Dengan demikian, jika merujuk pada rasio keuntungan terhadap beberapa aspek adalah sebagai berikut. Pertama, persentasi laba terhadap pendapatan minus 3,5 persen, terhadap aset minus 2,8 persen, dan terhadap ekuitasnya minus 6,4 persen. ArcelorMittal merupakan satu dari sekian perusahaan yang berumur muda. Meski usianya belum tua, namun perjalanannya cukup fantastis dalam catatan Fortune.