Malaysia Menerima Sumbangan Vaksin Pfizer Dari Singapura

Malaysia Menerima Sumbangan Vaksin Pfizer Dari Singapura

Malaysia Menerima Sumbangan Vaksin Pfizer Dari Singapura – Pemerintah Malaysia menerapkan pembatasan mobilitas masyarakat secara nasional, 12 Mei-7 Juni 2021, atau hanya dua hari menjelang hari raya Idul Fitri.

Kebijakan ini dilakukan mengingat jumlah kasus Covid-19 terus meningkat. Varian baru virus korona atau SARS-CoV-2 yang lebih menular juga telah ditemukan di sejumlah negara bagian dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Singapura akan menyumbangkan lebih dari 100 ribu dosis vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech ke negara bagian Malaysia, Johor. Hal tersebut diungkapkan Ketua Menteri Malaysia, Hasni Mohammad.

1. Malaysia juga terima sumbangan vaksin dari UEA
Singapura Sumbangkan 100 Ribu Dosis Pfizer ke Johor Malaysia

Hasni juga mengatakan pemerintah negara bagian Malaysia telah menerima 300 ribu dosis vaksin COVID-19 buatan SinoPharm. Vaksin itu disumbangkan oleh Uni Emirat Arab (UEA).

Hasni pun mengucapkan terima kasih kepada Hishammuddin Hussein, mantan menteri luar negeri Malaysia, atas upayanya dalam memperoleh dan memfasilitasi proses penerimaan vaksin. Hishammuddin sekarang menjabat menteri pertahanan di kabinet yang dipimpin oleh Ismail Sabri Yaakob.

2. Vaksin penting untuk lawan pandemik
Singapura Sumbangkan 100 Ribu Dosis Pfizer ke Johor Malaysia

Hasni mengatakan vaksin adalah komponen penting dalam strategi Johor agar bisa keluar dari pandemik COVID-19.

Oleh karena itu, pemerintah negara bagian telah menetapkan target untuk memastikan bahwa 100 persen populasi orang dewasanya akan menerima satu dosis vaksin pada 16 September. Sedangkan, dosis kedua pada minggu ketiga Oktober.

Menurut Komite Khusus Malaysia untuk Pasokan Vaksin COVID-19, sebanyak 53,5 persen populasi orang dewasa Johor telah divaksinasi penuh pada Minggu (5/9/2021). Sementara, 84,3 persen populasi orang dewasanya telah menerima setidaknya satu dosis.

Hasni menambahkan, antara 1 Maret sampai 5 September, Johor telah menerima lebih dari 4,7 juta dosis vaksin dari program imunisasi nasional. Rinciannya sekitar 2,4 juta dosis Pfizer, sekitar 1,8 juta Sinovac dan sekitar 410 ribu dosis AstraZeneca.

Pada 6 Juli, dilaporkan penguasa Johor Ibrahim Iskandar telah menerima 20 ribu dosis vaksin Sinovac.

“Kami sedang bekerja untuk mendapatkan lebih banyak dosis Sinovac dan Pfizer-BioNTech dalam waktu dekat. Kami berharap pemerintah dan menteri dapat membantu kami dan mendistribusikan lebih banyak dosis vaksin kepada masyarakat. Saatnya beraksi. Melayani rakyat,” tulisnya di Facebook pada saat itu.

3. Upaya Johor tingkatkan pasokan vaksin
Singapura Sumbangkan 100 Ribu Dosis Pfizer ke Johor Malaysia

Ketika diwawancarai CNA pada 31 Mei, menteri utama Malaysia mengatakan pemerintah negara bagian ingin meningkatkan pasokan vaksin Johor melalui berbagai saluran, termasuk dengan pengadaan dari Singapura.

Bulan lalu, Singapura mengumumkan akan menyumbangkan 100 ribu dosis vaksin Moderna ke Brunei. Hal itu sebagai bagian dari kerja sama bilateral mengatasi pandemik yang sedang berlangsung.

Pekan lalu, juga diumumkan Singapura akan mengirim 500 ribu dosis vaksin Pfizer ke Australia sebagai bagian dari perjanjian berbagi dosis. Berdasarkan kesepakatan itu, Australia akan mengirim jumlah vaksin yang sama kembali ke Singapura pada Desember.

Johor adalah salah satu negara bagian yang secara konsisten melaporkan peningkatan harian empat digit dalam kasus COVID-19. Jumlah kasus dalam 14 hari terakhir berjumlah sekitar 28 ribu di negara bagian selatan.

Secara keseluruhan, Malaysia telah mencatat 1,84 juta kasus COVID-19 dan lebih dari 18 ribu kematian sejak awal pandemik.

Dalam 12 jam terakhir, Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 22 orang. Dengan demikian, total korban meninggal mencapai 1.722 orang. Jumlah pasien yang dirawat di instalasi gawat darurat juga naik, yakni 453 orang. Sebanyak 224 orang di antaranya harus menggunakan alat bantu pernapasan.