Mardani H. Maming Mendukung Pemerintah atas Vaksin Berbayar

Mardani H. Maming Mendukung Pemerintah atas Vaksin Berbayar

Mardani H. Maming Mendukung Pemerintah atas Vaksin Berbayar – HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) adalah organisasi independen non partisan para pengusaha muda Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian. Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mendukung adanya langkah vaksin gotong royong atau mandiri.

Organisai ini didirikan pada tanggal 10 Juni 1972 oleh para pengusaha pemula yang terdiri dari Drs. Abdul Latief, Ir. Siswono Yudo Husodo, Teuku Sjahrul, Datuk Hakim Thantawi, Badar Tando, Irawan Djajaatmadja, SH, Hari Sjamsudin Mangaan, Pontjo Sutowo, dan Ir. Mahdi Diah. Ia menilai, adanya kombinasi antara vaksin gratis dan berbayar bisa mempercepat vaksinasi COVID-19.

“HIPMI mendukung pemerintah harus ada vaksin yang berbayar. Bayar sendiri tidak masalah, yang penting bisa vaksin dan juga bisa bantu pemerintah. Sudah saatnya kita saling gotong royong keluar dari permasalahan COVID-19,” Dilansir dari laman idn poker apk ujar Maming dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/7/2021).

1. Menjadi langkah yang baik
Percepat Vaksinasi, HIPMI Dukung Pemerintah Soal Vaksin Berbayar

Maming menilai, vaksinasi harus dikombinasikan antara yang gratis dan berbayar supaya bisa berjalan lebih cepat dan merata. Ia pun menganggap, vaksin mandiri merupakan sebuah langkah yang baik.

“Sehingga, target vaksinasi pemerintah bisa segera tercapai. Ini adalah langkah cukup bagus untuk membantu pemerintah dalam rangka mempercepat program vaksinasi di Indonesia,” ucapnya.

2. Percepat target herd immunity
Percepat Vaksinasi, HIPMI Dukung Pemerintah Soal Vaksin Berbayar

Mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu juga mengatakan, kebijakan vaksinasi berbayar menjadi alternatif untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi nasional dan target kekebalan kelompok atau herd immunity

Perlu diketahui, vaksinasi mandiri masuk ke program vaksinasi gotong royong, lantaran sebelumnya hanya perusahaan berbadan hukum saja yang boleh menyelenggarakan untuk para karyawan.

“Vaksinasi semakin cepat, masyarakat semakin banyak pilihan. Kita harapkan perekonomian bisa cepat pulih solusinya adalah vaksinasi ini,” ungkap Maming.

3. Vaksinasi jadi langkah paling efektif
Percepat Vaksinasi, HIPMI Dukung Pemerintah Soal Vaksin Berbayar

Ia menegaskan, program vaksinasi gratis dari pemerintah tidak terganggu meski ada vaksin berbayar tersebut. Maming pun menilai, akan lebih baik lagi jika pihak swasta turut membantu untuk memasukkan merek lain untuk mempercepat vaksinasi.

“Langkah yang cepat agar semua warga divaksin dan berakhirnya PPKM Darurat, seperti negara yang sudah selesai vaksinasinya dan tidak wajib pakai masker lagi. Singapura dan Inggris juga sedang mempersiapkannya. Amerika juga sudah tidak wajib pakai masker lagi,” kata Maming.

Sebagai informasi, dengan tingkat vaksinasi nasional lebih dari 70 persen Pemerintah Amerika Serikat menerapkan penggunaan masker hanya untuk orang yang belum melakukan vaksinasi atau sakit. Sedangkan semua orang yang sudah divaksin tidak perlu menggunakan masker dan dapat beraktivitas secara normal.

Angka kasus COVID-19 harian pun tetap rendah walaupun kebijakan tanpa masker ini diberlakukan. Maming menilai, hal tersebut menandakan vaksinasi menjadi langkah efektif melawan COVID-19.

“Seluruh lapisan masyarakat di Indonesia bersama pemerintah harus gotong royong untuk mensukseskan vaksinasi dalam negeri agar kehidupan dapat kembali normal dan ekonomi nasional bertumbuh,” ujarnya.