Meksiko Menuntut 7 Orang Dalam Skandal Penyelundupan Senjata

Meksiko Menuntut 7 Orang Dalam Skandal Penyelundupan Senjata

Meksiko Menuntut 7 Orang Dalam Skandal Penyelundupan Senjata

Meksiko Menuntut 7 Orang Dalam Skandal Penyelundupan Senjata – ATF merupakan lembaga penegakan hukum federal Amerika Serikat yang menangani hal-hal terkait peredaran senjata api, alkohol, tobako dan bahan peledak. Dalam laporan penelitian ini akan dipaparkan upaya-upaya ATF dalam menangani gun trafficking sebagai kejahatan terorganisir transnasional.

Bekerjasama dengan pihak penegakan hukum Meksiko, ATF mengadakan program-program dan menjalankan operasi penyelidikan dan penyergapan. Pemahaman mengenai karakteristik ATF sebagai lembaga penegakan hukum federal Amerika Serikat juga akan disajikan. Kejaksaan Meksiko telah mengajukan tuntutan kepada tujuh orang yang diduga terlibat dalam skandal penyelundupan senjata.

Beberapa di antara terduga pelaku merupakan mantan pejabat yang pernah menduduki jabatan penting di Meksiko. Skandal penyelundupan senjata ke Meksiko yang melingkupi beberapa pejabat tinggi itu dinamai dengan ‘Fast and Furious’. Skandal ini terjadi setelah pejabat AS memiliki hubungan dengan kartel narkoba dan memperbolehkan penyelundupan senjata ke Meksiko.

Menjerat dua orang pejabat negara dan El Chapo Guzman
Meksiko Tuntut Terduga Dalang Skandal Penyelundupan Senjata

Ketujuh orang yang dituntut dalam skandal Fast and Furious ini, terdapat tiga di antaranya sudah tidak asing. Nama itu adalah gembong narkoba Joaquin ‘El Chapo’ Guzman, eks sekretaris Keamanan Publik Genaro Garcia Luna dan Luis Cárdenas Palomino yang merupakan mantan kepala intelijen Meksiko.

Kantor Kejaksaan Meksiko juga sudah mengumumkan perintah penangkapan kepada tujuh orang tersebut. Namun, El Chapo dan Carcia diketahui sudah ditahan di Amerika Serikat lantaran Garcia diduga mendapatkan uang suap dari El Chapo yang merupakan mantan bos Kartel Sinaloa.

Sementara Cardena sudah ditangkap di Meksiko lantaran dituding terlibat kasus penculikan besar dan melakukan penyiksaan. Selain itu, Cardena dikenal sebagai tangan kanan dari Garcia Luna, dilaporkan dari laman The Hill.

Genaro Garcia Luna diduga terima suap dari Kartel Sinaloa
Meksiko Tuntut Terduga Dalang Skandal Penyelundupan Senjata

Adanya perintah penangkapan ini maka Meksiko tengah mengupayakan ekstradisi El Chapo dan Genaro Garcia Luna. Pada September 2021 lalu, Meksiko sudah meminta AS untuk memulangkan Garcia Luna untuk diadili lantaran diduga terlibat skandal korupsi dan pencucian uang.

Garcia Luna dikenal sebagai seorang yang menjabat sebagai kepala sekretaris Keamanan Publik pada masa pemerintahan Presiden Felipe Calderon (2006-2012). Ia sudah ditangkap di Texas, AS, sejak 2019 lalu dan kini sedang menghadapi persidangan lantaran diduga melindungi kartel narkoba, dilaporkan Associated Press.

Kendati demikian, Kejaksaan AS tidak menemukan adanya bukti Garcia Luna menerima uang suap dari El Chapo Guzman. Bahkan, skandal itu telah menimbulkan perdebatan lantaran Garcia Luna memiliki pengaruh yang cukup besar di Meksiko.

Kasus yang melibatkan Garcia Luna terkuak setelah adanya keterangan dari Jesus ‘El Rey’ Zambada. Bahkan, ia sendiri yang membawa uang senilai 3 juta dolar AS (Rp49,2 miliar) dalam koper di tahun 2005 dan membayar kembali uang senilai 5 juta dolar AS (Rp71,5 miliar) pada 2007 silam, dikutip Daily News.

Skandal Fast and Furious terungkap usai tewasnya agen penjaga perbatasan AS

Dilansir Daily Mail, skandal Fast and Furious ini terkait adanya keterlibatan agen dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata dan Peledak yang memperbolehkan kartel narkoba membeli senjata dari AS. Senjata itu dikirim ke perbatasan AS-Meksiko dan diserahkan kepada bos kartel narkoba.

Sementara aksi ini terungkap pada 14 Desember 2010 setelah tewasnya agen penjaga perbatasan AS bernama Brian Terry. Ia tewas usai beradu tembak dengan geng kriminal yang merampok migran di Rio Rico, Arizona yang tak jauh dari perbatasan AS-Meksiko.

Beberapa senjata yang digunakan oleh geng itu ternyata punya berasal dari skandal penyelundupan Fast and Furious. Akibat kejadian ini, setidaknya enam dari tujuh terduga anggota geng kriminal dihukum dan dijebloskan ke dalam penjara.

Kejaksaan Meksiko mengungkapkan bila skandal penyelundupan lebih dari senjata 2.000 senjata ini telah mengakibatkan berbagai kasus kekerasan di Meksiko. Senjata itu juga sudah digunakan dalam berbagai insiden kriminal sejak tahun 2009.

Tindakan ATF di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko pada periode waktu 2010-2012 memberikan hasil yang sebagian berhasil dan sebagian gagal. Kegagalan ini banyak dikritik oleh media sehingga menimbulkan ATF untuk mengubah beberapa metode kerjanya. Melalui penelitian ini, penulis akan mendeskripsikan tindakan-tindakan dan melakukan analisa terhadap upaya yang dilakukan ATF menangani kasus perdagangan dan penyelundupan senjata ilegal dari Amerika ke Meksiko.

Selain bermaksud untuk mengungkap signfikansi isu penjualan dan penyelundupan senjata api ilegal dan hasil kinerja ATF, studi juga memberikan kontribusi berupa pemahaman yang lebih baik tentang dinamika Amerika Serikat dan Meksiko dalam menangani penjualan dan perdagangan senjata api sebagai kejahatan terorganisir transnasional.