Menlu Mengatakan Indonesia Mendapat Bantuan dari UEA

Menlu Mengatakan Indonesia Mendapat Bantuan dari UEA

Menlu Mengatakan Indonesia Mendapat Bantuan dari UEA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (disingkat Kemlu RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan luar negeri negara. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan Indonesia kembali kedatangan bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).

Kementerian Luar Negeri dipimpin oleh seorang Menteri Luar Negeri (Menlu) yang sejak tanggal 27 Oktober 2014 dijabat oleh Retno Marsudi dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) yang sejak 25 Oktober 2019 dijabat oleh Mahendra Siregar. Bantuan tersebut ditujukan untuk menolong pemerintah RI dalam menghadapi pandemik COVID-19, yang beberapa pekan ini mengganas.

“Pada Jumat dini hari hari ini telah tiba dukungan vaksin, oksigen, dan alat-alat kesehatan dari Persatuan Emirat Arab, yaitu berupa 250 ribu dosis vaksin Sinopharm, 450 unit tabung oksigen 40 liter, 150 unit konstentrator oksigen portabel, dan 20 ton peralatan pengamanan medis seperti APD, masker, sarung tangan, dan lain-lain,” kata Retno, Dikutip dari laman idn poker apk dalam keterangan pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (17/7/2017) malam.

1. Bantuan lainnya dari UEA
COVID-19 Mengganas, Beragam Bantuan Negara Sahabat Masuk RI

Menlu menyebut, bantuan lain juga diberikan berupa 2,4 juta lebih dosis vaksin dari pemerintah UEA kepada Indonesia, yakni vaksinĀ AstraZeneca dan Sinopharm.

“Telah datang vaksin yaitu dari AstraZeneca yang merupakan pesanan Pak Menkes secara komersial yang jumlahnya tiba hari ini adalah 1.041.400 dosis. Selain itu tiba juga vaksin jadi Sinopharm sebesar 1.408.000 dosis,” tutur Retno.

2. Bantuan dari Singapura
RI Mulai Terima Bantuan dari Singapura hingga Australia, Ini Daftarnya  Halaman all - Kompas.com

Singapura pun menjadi negara berikutnya yang memberikan bantuan bagi Indonesia selama pekan ini. Pada Rabu kemarin atau tepatnya 14 Juli 2021, negeri jiran ini mengirimkan bantuan oksigen kepada Indonesia.

“Secara detail dukungan tersebut berupa 250 tabung oksigen isi kapasitas 50 liter, dua buah isotank, kemudian 570 konstentrator oksigen, 600 nasal cannula, dan 600 bubble humidifier,” kata Retno.

Selain itu, sambung Retno, Singapura sebelumnya juga telah mengirimkan 200 ventilator, 256 tabung oksigen kapasitas 50 liter, dan alat-alat kesehatan yang tiba di Indonesia pada 9 Juli lalu.

3. Permintaan dari pemerintah Indonesia
COVID-19 Mengganas, Beragam Bantuan Negara Sahabat Masuk RI

Segala bantuan yang datang ini tak terlepas dari makin mengganasnya kasus COVID-19 di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, saat ini pemerintah sedang menjalani skenario terburuk penanganan pandemik COVID-19. Pemerintah juga sudah meminta bantuan dari sejumlah negara.

Luhut mengungkapkan negara-negara tersebut di antaranya Tiongkok, Singapura, Abu Dhabi, hingga Jepang.

“Kita sudah minta bantuan, saya berbicara dengan counterpart saya di Singapura, counterpart saya di Tiongkok, counterpart saya di Abu Dhabi. Kita bicara dengan mereka dan juga Jepang, dan bukan tidak minta bantu, kita minta bantu, tapi tentu bantuan-bantuan yang menurut kita tidak bisa kita tangani,” ujar Luhut dalam keterangan persĀ secara daring, Kamis (15/7/2021).

Sementara, pada Kamis, kasus harian COVID-19 mencatatkan rekor tertinggi, yakni sebanyak 56.757 kasus dalam sehari. Sementara per hari ini, jumlah kasus harian COVID-19 kembali bertambah 54.000 kasus. Penambahan itu membuat total orang yang terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia saat ini ada sebanyak 2.780.803 orang.