Pagar Perbatasan Haiti Telah Dibangun Oleh Tentara Dominika

Pagar Perbatasan Haiti Telah Dibangun Oleh Tentara Dominika

Pagar Perbatasan Haiti Telah Dibangun Oleh Tentara Dominika  – Haiti adalah batas internasional antara Republik Dominika (DR) dan Haiti. Perbatasan ini memiliki panjang 376 km (234 m) dan membagi pulau  Hispaniola menjadi dua, dengan DR terdiri dari sekitar dua pertiga bagian timur pulau dan Haiti sepertiga bagian barat. Perbatasan dimulai di utara di Boca del Río Dajabón di mana Sungai Dajabón (Rivière du Massacre) masuk Teluk Manzanillo, tepat di sebelah barat kota Dominika Pepillo Salcedo.

Perbatasan kemudian mengikuti sungai ini untuk waktu singkat ke selatan, sebelum melanjutkan ke selatan melalui serangkaian garis lurus melalui Laguna de Saladillo, menyambung kembali sungai yang sama antara Dajabón (DR) dan Ouanaminthe (Haiti). Tentara Republik Dominika membangun pagar pada beberapa titik di sepanjang perbatasan Haiti.

Bahkan Pada pagar kawat pembatas kedua negara sepanjang puluhan kilometer tersebut Telah dibangun meski tanpa instruksi dari Club388 Indonesia Presiden Luis Abinader lho. Pembangunan tembok oleh personil militer itu berfungsi untuk mengurangi arus imigran ilegal (Imigran Gelap), serta penyelundupan barang terlarang, dan kriminalitas dari Haiti ke Republik Dominika.

1. Tentara bangun pagar perbatasan Republik Dominika-Haiti
Tentara Republik Dominika Mulai Bangun Pagar Perbatasan Haiti

Militer Republik Dominika juga secara diam-diam telah membangun pagar pembatas perbatasan Haiti sepanjang 23 km. Pagar tersebut berdiri di bagian perbatasan Jimani dan Elias Pina yang merupakan jalur perbatasan terpenting dari kedua dan ketiga lantaran mejadi jalur utama untuk keluar masuk dari kedua negara tersebut.

Sementara pagar yang sudah dibangun itu memiliki ketinggian empat meter disertai dengan kawat yang berduri. Pagar pembatas memiliki seksi terpanjang yang dimulai dari Danau Azuei dan melewati perbukitan di kota Jimani. Pagar tersebut menjadi yang terdekat dari pintu perbatasan dari jalan utama penghubung Santo Domingo dan Port-au-Prince.

2. Pendirian tembok tanpa instruksi dari Luis Abinader
Tentara Republik Dominika Mulai Bangun Pagar Perbatasan Haiti

Pagar perbatasan telah didirikan oleh tentara tersebut dibangun secara diam-diam, meski Presiden Luis Abinader belum menginstruksikan proyek besar tersebut lho. Meskipun pada akhir Februari lalu, Abinader sudah mengumumkan jika pemerintahnya akan membangun tembok perbatasan sepanjang 376 km antara kedua negara.

Pembangunan pagar ini dilakukan oleh para personel militer Republik Dominika demi mengontrol imigran ilegal dari Haiti yang hendak ingin masuk ke negaranya. Selain itu, Tembok itu juga berfungsi untuk mencegah penyelundupan senjata dan narkoba, serta menghalau pencurian kendaraan dan hewan ternak, dilansir dari La Prensa Latina.

3. Tembok perbatasan tuai kontroversi dan penolakan
Tentara Republik Dominika Mulai Bangun Pagar Perbatasan Haiti

Sebelum mengumumkan pembangunan tembok perbatasan ini Republik Dominika sudah memberitahukan jika akan membangun seluruhnya di wilayah negaranya. Tembok tersebut nantinya dibangun tepat empat meter dari garis perbatasan antara Republik Dominika dengan Haiti.

Namun rencana pembangunan tembok perbatasan Republik Dominika – Haiti menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak terutama pebisnis dari kedua negara tersebut beserta organisasi penegak hak asasi manusia.

Menurut seorang aktivis Haiti bernama Jesula Blanc meyakini jika Ini akan merugikan semua orang-orang yang rentan. Masalahnya, ada ribuan imigran yang melintasi perbatasan menuju ke Republik Dominika setiap bulannya untuk mendapatkan pekerjaan.”