Pasien Rumah Sakit Darurat Khusus COVID19 Bertambah 69 Orang

Pasien Rumah Sakit Darurat Khusus COVID19 Bertambah 69 Orang

Pasien Rumah Sakit Darurat Khusus COVID19 Bertambah 69 Orang – Selama  pandemi koronavirus di Indonesia, empat dari sepuluh menara yang berada di kawasan Wisma Atlet Kemayoran dialihfungsikan sebagai rumah sakit lapangan darurat. Pada 18 Maret 2020, Kementerian Keuangan menetapkan kawasan Wisma Atlet sebagai tempat isolasi pasien dengan gejala ringan penyakit Covid-19.

Setelah dilakukan renovasi, ruangan rumah sakit darurat di empat menara Wisma Atlet sudah bisa digunakan sejak 23 Maret. Dengan kapasitas hingga 3.000 ranjang, rumah sakit darurat ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia dalam rangka penanganan pasien terkait  pandemi koronavirus, dengan jumlah kamar 3 kali lebih besar dibandingkan Rumah Sakit Huoshenshan atau 2 kali lebih besar dibandingkan Rumah Sakit Leishenshan, keduanya berada di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok.

Jumlah pasien COVID-19 yang dirawat inap di Rumah Sakit Darurat Khusus COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, pada Sabtu ini, bertambah 69 orang. Sebelumnya, jumlah pasien di Wisma Atlet sebanyak 6.002, namun hari bertambah download idn poker terbaru 2020 menjadi 6.071 orang.

1. Total pasien yang pernah dirawat di RS Darurat Wisma Atlet 112.431 orang
Satu Pasien Covid-19 Kabur dari RSD Wisma Atlet

Selain itu, Aris juga menyampaikan terhitung sejak 23 Maret 2020 sampai 10 Juli 2021, atau dalam periode lebih dari satu tahun, jumlah pasien yang dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet mencapai 112.431 orang. Dari jumlah tersebut, 105.092 pasien COVID-19 telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit, sementara 943 pasien dirujuk ke rumah sakit lain.

“Jumlah pasien meninggal di RS Darurat Wisma Atlet per 10 Juli 2021 ada 325 orang,” ujar Aris.

2. Jumlah pasien yang dirawat di Wisma Atlet Pademangan 569 orang
26 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Meninggal Dalam Sehari  Halaman all - Kompas.com

Lebih lanjut, Aris juga menyampaikan perkembangan Wisma Atlet Pademangan, khususnya di Tower 8. Tower tersebut merupakan tempat isolasi pasien tanpa gejala.

Aris menuturkan, per 10 Juli 2021, jumlah pasien yang dirawat di Wisma Atlet Pademangan sebanyak 569 orang, sementara pada Jumat, 9 Juli 2021, ada 761 orang yang dirawat. Artinya, ada pengurangan 192 pasien dalam waktu 24 jam terakhir.

Sejauh ini total pasien yang menjalani isolasi di Tower 4,5,6,7,8 Wisma Atlet Pademangan sebanyak 6.640 orang. Terdapat pengurangan sebanyak 123 orang apabila dibandingkan dengan angka pada satu hari sebelumnya 6.763 orang.

3. Perkembangan pasien COVID-19 di fasilitas pemerintah
Pasien Rawat Inap di Wisma Atlet Kemayoran Bertambah 69 Hari Ini

Untuk di Rumah Susun Nagrak, khususnya Tower 1, 2, dan 3, jumlah pasien yang menjalani isolasi per 10 Juli 2021 sebanyak 1.717 orang, sementara pada Jumat 9 Juli 2021 ada 1.806 orang. Artinya, ada pengurangan sebanyak 89 orang di Rusun Nagrak dalam waktu 24 jam terakhir.

Sejak Rusun Nagrak beroperasi pada 28 Juni sampai 10 Juli 2021, total ada 5.491 orang yang menjalani isolasi di tempat tersebut. Dari angka itu, 3.483 orang telah menyelesaikan masa isolasi dan 32 orang lainnya dirujuk ke RS lain.

Sementara itu di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, per Sabtu, ada 273 orang yang menjalani rawat inap.

“Pasien rawat inap ada 273 orang, yang di antaranya 188 orang pria dan 85 perempuan, 273 pasien itu seluruhnya terkonfirmasi positif COVID-19,” ujar Aris.

Kemudian, Aris mencatat ada pengurangan jumlah pasien rawat inap di RSKI Pulau Galang dalam waktu 24 jam, terakhir sebanyak 17 orang.

“Pasien rawat inap per 10 Juli 2021 sebanyak 273 orang, semula (satu hari sebelumnya) 290 orang. Ada pengurangan jumlah pasien rawat inap sebanyak 17 orang,” dia menegaskan.

Terhitung sejak 12 April 2020 sampai 10 Juli 2021, RSKI Pulau Galang telah menerima total 14.602 pasien. Dari jumlah itu, 6.951 pasien telah dinyatakan sembuh, 42 pasien dirujuk ke rumah sakit lain, dan 7.297 pasien suspek telah selesai menjalani perawatan. Sejauh ini, RSKI Pulau Galang belum melaporkan adanya korban jiwa akibat COVID-19 sejak rumah sakit itu beroperasi selama lebih dari satu tahun.

Pada 19 Desember 2020, Wisma Atlet Kemayoran hanya menerima pasien tanpa gejala dikarenakan tingkat keterisian tempat tidur tower 4, 6, dan 7 yang digunakan untuk isolasi pasien dengan gejala ringan hingga sedang rata-rata sudah terisi 75 persen,  sedangkan untuk tower 5 yang digunakan untuk isolasi pasien tanpa gejala sudah terisi sekitar 60 persen.