PBB Menilai Anak Gizi Buruk di Tigray Semakin Memburuk

PBB Menilai Anak Gizi Buruk di Tigray Semakin Memburuk

PBB Menilai Anak Gizi Buruk di Tigray Semakin Memburuk – Gizi buruk adalah suatu kondisi yang ditandai dengan berat dan tinggi badan balita jauh di bawah rata-rata. Maka itu, untuk mengetahui status gizi yang satu ini, indikator yang digunakan adalah grafik berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).

Selain berat dan tinggi badan, lingkar lengan atas (LILA) juga masuk ke dalam pemeriksaan klinis gizi buruk pada anak dan balita.Kondisi gizi buruk pada anak tidak terjadi secara instan atau singkat. Artinya, anak yang masuk ke dalam kategori gizi buruk sudah mengalami kekurangan berbagai zat gizi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan pada hari Jumat, 2 Juli 2021, waktu setempat bahwa download idn poker terbaru 2020 sebanyak lebih 33 ribu anak-anak di wilayah Tigray, Ethiopia, mengalami kekurangan gizi yang parah. Para pejabat PBB menilia situasi di Tigray saat ini semakin memburuk.

1. Mereka juga memperingatkan adanya bentrokan lanjutan meskipun sudah gencatan senjata
PBB: 33 Ribu Anak Alami Kekurangan Gizi Parah di Tigray

Dilansir dariĀ BBC, para pejabat PBB menilai pertempuran baru-baru ini di wilayah Tigray di Ethiopia telah mengakibatkan kelaparan yang sekarang mempengaruhi lebih dari 400 ribu orang. Dalam pertemuan publik pertamanya mengenai krisis, anggota Dewan Keamanan PBB memperingatkan sebanyak 33 ribu anak mengalami kekurangan gizi parah. Para pejabat mengatakan bahwa 1,8 juta orang lainnya berada di ambang kelaparan akibat konflik selama 8 bulan.

Mereka juga memperingatkan adanya bentrokan lebih lanjut meskipun deklarasi gencatan senjata. Pemerintah Ethiopia, yang telah memerangi pasukan regional di Tigray, mengumumkan gencatan senjata sepihak pada hari Senin, 28 Juni 2021, lalu. Akan tetapi, pemberontak bersumpah untuk mengusir musuh mereka dari wilayah itu dan ada laporan bahwa bentrokan sporadis saat tekanan meningkat secara internasional agar semua pihak dalam konflik mundur.

Pertempuran antara Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) dan pasukan pemerintah telah menewaskan sebanyak ribuan orang dan lebih dari 2 juta orang memilih untuk mengungsi. Semua pihak dalam konflik telah dituduh melakukan pembunuhan massal serta pelanggaran HAM.

2. Hampir 5,2 juta orang yang membutuhkan bantuan, sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak
PBB: 33 Ribu Anak Alami Kekurangan Gizi Parah di Tigray

Pada hari Jumat, 2 Juli 2021, waktu setempat pejabat Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Ramesh Rajasingham, mengatakan kepada anggota Dewan Keamanan PBB pada pertemuan di New York, Amerika Serikat, bahwa situasi di Tigray telah memburuk secara dramatis dalam beberapa pekan terakhir ini. Ia menambahkan bahwa wilayah itu mengalami situasi kelaparan terburuk yang pernah dilihat dalam beberapa dekade, di mana hampir 5,2 juta orang masih membutuhkan bantuan kemanusiaan, sebagian besarnya merupakan wanita dan anak-anak.

Kepala Urusan Politik PBB, Rosemary DiCarlo, mengatakan pada pertemuan itu bahwa bentrokan lebih lanjut kemungkinan terjadi antara pasukan Tigray, Pasukan Pertahanan Tigray (TDF), dan pasukan Ethiopia, yang didukung oleh tentara Eritrea dan pasukan regional Amhara. Menurutnya, ada potensi untuk lebih banyak konfrontasi dan penurunan cepat dalam situasi keamanan yang sangat memprihatinkan serta pihaknya mendesak TDF untuk mendukung gencatan senjata segera dan sepenuhnya.

3. Duta Besar AS untuk PBB menyerukan adanya pertemuan Dewan Keamanan PBB secara terbuka

FOTO: Begini Kondisi Anak-Anak Yaman Penderita Gizi Buruk - Global  Liputan6.com

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield mengatakan negaranya telah menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB secara terbuka karena seperti yang telah diperingatkan oleh pejabat Amerika Serikat, tragedi dengan proporsi bersejarah sedang terjadi di Tigray. Menurutnya, ini adalah kesempatan pertama bagi pihaknya untuk menunjukkan bahwa kehidupan Afrika sama pentingnya dengan kehidupan lain di seluruh dunia, tetapi pertemuan terbuka saja tidak cukup, melainkan adalah tindakan nyata di lapangan.

Pada pertemuan tersebut, Thomas-Greenfield memaparkan apa yang menurut Amerika
Serikat harus terjadi selanjutnya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya perlu melihat gencatan senjata permanen yang disetujui semua pihak, melihat pasukan Eritrea kembali ke perbatasan mereka sendiri, melihat akses tak terbatas bagi para pekerja kemanusiaan, dan melihat pertanggungjawaban atas kekejaman yang telah dilakukan selama ini. Direktur PBB untuk kelompok pemikir International Crisis Group (ICG), Richard Gowan, mengatakan Ethiopia telah mencoba untuk menghindari pertemuan ini selama beberapa bulan terakhir.

Ia menambahkan bahwa fakta Amerika Serikat dan sekutunya telah mengamankan pertemuan ini sendiri yang merupakan sinyal bahwa Ethiopia sudah kehilangan beberapa kredibilitas dan itu membuka kemungkinan bahwa Dewan akan mengambil tindakan lebih lanjut.

Jika diukur menggunakan Grafik Pertumbuhan Anak (GPA) yang mengacu pada WHO dengan berbagai indikator pendukung, anak dengan kondisi gizi buruk memiliki kategori sendiri.

Pada anak, bisa dikatakan mengalami gizi buruk ketika hasil pengukuran indikator BB/TB untuk status gizinya kurang dari 70 persen nilai median.

Mudahnya, nilai cut off z score berada nilai pada kurang dari -3 SD. Gizi buruk paling sering dialami oleh anak balita ketika tubuhnya kekurangan energi protein (KEP) kronis.