Pemuda di Malang Tekad Curi Motor Usai untuk Biya Nikah

Pemuda di Malang Tekad Curi Motor Usai untuk Biya Nikah

Pemuda di Malang Tekad Curi Motor Usai untuk Biya Nikah –  Pencurian adalah pengambilan properti milik orang lain secara tidak sah tanpa seizin pemilik. Kata ini juga digunakan sebagai sebutan informal untuk sejumlah kejahatan terhadap properti orang lain, seperti perampokan rumah, penggelapan, larseni, penjarahan, perampokan, pencurian toko, penipuan dan kadang pertukaran kriminal. Seorang pemuda berinisial RY (29) harus berurusan dengan polisi setelah kedapatan mencuri sepeda motor. Pemuda asal Jl. Sampean, Bunulrejo, Kota Malang tersebut mencuri sepeda motor dengan alasan untuk digunakan biaya pernikahan.

Tapi, Diolansir dari Daftar Togel Toto dalam pengakuannya pelaku sudah melakukan lima kali aksi pencurian sebelum akhirnya tertangkap saat melakukan aksi di Jalan Kasin Jaya, Gang 3 RT 05 RW 01 Kelurahan Tanjung Rejo, Sukun, Kota Malang pada 20 Mei lalu.

1. Gunakan modus baru untuk curi motor

Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto menjelaskan bahwa pelaku menggunakan modus yang lumayan baru untuk mengambil motor target. Ia menggunakan magnet untuk membuka katup rumah kunci pada sepeda motor. Setelah itu pelaku baru menghidupkan motor dengan menggunakan kunci T. Guna mengelabui masyarakat, pelaku kemudian memasukkan kunci palsu pada rumah kunci.

“Pada aksinya yang di Jl Kasin Jaya ini aksi pelaku diketahui warga dan langsung diamankan tidak jauh dari lokasi TKP pencurian,” paparnya Jumat (28/5/2021).

2. Pelaku merupakan residivis kasus serupa

Lebih jauh, Suyoto menjelaskan bahwa pelaku juga merupakan residivis kasus yang sama. Pelaku baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) pada 16 Maret 2021 lalu. Selama periode bebas tersebut, pelaku melakukan lima kali pencurian sepeda motor. Pelaku juga merupajan target oeprasi dari Satreskrim Polresta Malang Kota.

“Pelaku juga sudah dua kali keluar dari LP untuk kasus yang sama. Ini merupakan kali ketiga pelaku tertangkap,” imbuhnya.

3. Motor dijual ke wilayah Pasuruan

Sejauh ini, Suyoto menyebut bahwa pelaku RY melakukan aksinya sendirian. Pelaku tersebut tidak memiliki jaringan ranmor lain. Motor hasil kejahatan tersebut kemudian dijual ke wilayah Pasuruan. Setiap motor hasil curian dijual dengan harga Rp 3 juta. Namun juga ada yang lebih dari itu berdasarkan pada kebutuhan dari pelaku.

“Motornya di jual di kawasan Pasrepan, Pasuruan. Pelaku juga dapat alat magnet untuk alat mencuri ini dari Pasuruan juga,” sambungnya.

4. Terancam hukuman lima tahun penjara

Atas aksinya itu, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman yang dikenakan adalah minimal 5 tahun penjara. Saat ini kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk kasus tersebut. Termasuk mencari tahu siapa penadah dari kendaraan hasil curian tersebut. “Kami masih korek dari pelaku siapa yang menerima barang ini di Pasuruan,” tandasnya.