Pencuri di Tuban menggasak 149 buah tablet SMPN 1 Semanding

Pencuri di Tuban menggasak 149 buah tablet SMPN 1 Semanding

Pencuri di Tuban menggasak 149 buah tablet SMPN 1 Semanding – pencurian adalah pengambilan properti milik orang lain secara tidak sah tanpa seizin pemilik. Kata ini juga digunakan sebagai sebutan informal untuk sejumlah kejahatan terhadap properti orang lain, seperti perampokan rumah, penggelapan, larseni, penjarahan, perampokan, pencurian toko, penipuan dan kadang pertukaran kriminal.

Dalam yurisdiksi tertentu, pencurian dianggap sama dengan larseni sementara yang lain menyebutkan pencurian telah menggantikan larseni. Kondisi sekolah yang sangat sepi karena tak adanya aktifitas belajar mengajar selama pandemik COVID-19 ternyata dimanfaatkan oleh pencuri.

Seseorang yang melakukan tindakan atau berkarier dalam pencurian disebut pencuri, dan tindakannya disebut mencuri. Pencuri di Tuban menggasak 149 buah tablet Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

1. Pencurian tersebut pertama kali diketahui salah seorang guru
Sekolah Tutup Saat Pandemik, Maling di Tuban Gasak 149 Tablet

Kapolsek Semanding, Iptu Carito mengungkapkan, aksi pencurian mulanya diketahui salah seorang guru yang bernama Toni Budhi Susanto. Ia masuk ke dalam salah satu ruangan pada Senin 30 Agustus 2021 lalu. Saat itu Toni yang akan memasukkan laptop ke dalam lemari etalase menemukan bungkus tablet berserakan di lantai sekolah. Karena curiga Toni pun akhirnya mengecek tablet tersebut.

“Ternyata saat masuk ke dalam ruangan komputer ternyata tablet yang awalnya berjumlah sebanyak 200-an itu ada yang mencurinya,” kata Carito, Rabu (1/9/2021).

2. Pihak sekolah mengalami kerugian hingga ratusan juta
Sekolah Tutup Saat Pandemik, Maling di Tuban Gasak 149 Tablet

Toni, lanjut Carito, kemudian menghubungi kepala sekolah dan melaporkan kasus ini ke Mapolsek Semanding pada Selasa (31/8/2021), kemarin. Kasus ini sendiri saat ini masih diselidiki oleh jajaran polsek dan dibantu oleh reserse Polres Tuban. Akibat pencurian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian hingga Rp296 juta.

“Masih kita dalami mas, nanti kalau sudah ketahuan pelaku kita akan ungkap ke media kok mohon bersabar dan doanya semoga pelakunya cepat kita tangkap,” imbuhnya.

3. Sejumlah saksi telah dipanggil dalam kasus ini
Sekolah Tutup Saat Pandemik, Maling di Tuban Gasak 149 Tablet

Sementara berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, kondisi sekolah tersebut tidak mengalami rusak baik gembok pintu maupun jendelanya. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengambil sampel sidik jari di lokasi kejadian.

“Jadi, sebelum tablet Android merek Samsung itu hilang, ada seorang pekerja yang sedang memperbaiki sekolah. Tapi sekali lagi kita tidak berani menuduh yang bersangkutan. Namun pekerja itu hari ini kita juga sudah periksa,” jelasnya.

4. Kadisdik Tuban berharap pelaku segera ditangkap
Sekolah Tutup Saat Pandemik, Maling di Tuban Gasak 149 Tablet

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Nor Khamid berharap kasus tersebut diusut tuntas dan polisi berhasil menangkap pelakunya. Nor Khamid sendiri dalam hal ini tidak menyalahkan pihak sekolah karena mereka sudah melakukan pengamanan yang maksimal.

“Kunci pintu laboratorium komputer juga sudah di kasih gembok dua, ruangannya juga sudah di tralis dan tidak ada kerusakan parah juga kan. Tadi kita semua bisa lihat sendiri, dan harapan kami pelaku segera ditangkap,” katanya.