Penjual Oksigen Buka 24 Jam Demi Selamatkan Nyawa Pasien

Penjual Oksigen Buka 24 Jam Demi Selamatkan Nyawa Pasien

Penjual Oksigen Buka 24 Jam Demi Selamatkan Nyawa Pasien – Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Bogor , jumlah tempat tidur isolasi di 21 rumah sakit rujukan Kota Bogor berjumlah 981 unit dan dari jumlah itu, tempat tidur yang terisi sebanyak 814 unit atau menyisakan 144 tempat tidur yang masih kosong. Lonjakan kasus COVID-19 di Bogor, Jawa Barat, mengakibatkan kebutuhan obat-obatan dan tabung oksigen untuk pasien terinfeksi virus corona turut meningkat.

Oksigen atau zat asam, dahulu kadang kala disebut juga sebagai zat pembakar, adalah unsur kimia yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8.

Salah satu penjual oksigen isi ulang di Jalan Raya Bogor, KM 40,7 Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor, Dilansir dari Daftar IDN Poker777 Didi Ryanto (30) mengaku permintaan oksigen naik drastis.

1. Pasien COVID-19 terus bertambah, pasokan oksigen langka
Cerita Penjual Oksigen, Rela Buka 24 Jam Demi Selamatkan Nyawa PasienPembeli membawa tabung oksigen setelah isi ulang di Radix Gas Medical, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/6/2021)

Seiring melonjaknya kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor, penjual oksigen mengalami peningkatan penjualan. Didi Ryanto mengatakan, sejak minggu lalu oksigen di pasaran produk kesehatan mulai langka, alhasil dia harus menutup toko selama tiga hari.

Kelangkaan juga terjadi pada pedagang oksigen di beberapa kota lain.

“Sudah mulai langka, saya terpaksa harus cari ke Bekasi, sampai Karawang,” kata Didi saat ditemui di tokonya, Selasa (29/6/2021).

Karena kekurangan tabung oksigen, Didi meminjam tabung ke Bekasi, tapi stok tabungnya ada, namun oksigen malah kosong.

“Di Bekasi kosong, abang saya jadinya harus ke Karawang cari pasokan, bawa 160 tabung, yang terisi cuma 25,” kata Didi.

2. Buka toko 24 jam karena permintaan tinggi
Cerita Penjual Oksigen, Rela Buka 24 Jam Demi Selamatkan Nyawa Pasien

Selain itu, permintaan gas oksigen di tokonya mengalami peningkatan. Tidak jarang keluarga pasien datang ke toko pada malam hari. Sampai akhirnya dia terpaksa membuka toko 24 jam.

“Alhamdulillah kalau yang beli ada aja, setiap malam juga ada yang nanyain, ya sudah saya buka 24 jam,” ungkap Didi.

Peningkatan penjualan dirasakan Didi saat sebelum melonjak kasus COVID-19 hingga saat ini, sebelumnya Didi menjual enam sampai delapan tabung. Namun, pada kasus kelangkaan ini, dirinya mengatakan bahwa satu hari bisa sampai 18 tabung (isi ulang) yang terjual.

“Sebelum langka bisa satu hari bisa enam sampai delapan, pas langka satu hari bisa keluar 18 tabung,” tambah dia.

Didi menambahkan, saat ini pihaknya hanya menerima keperluan medis saja, tidak untuk kebutuhan industri. Menurutnya, jika untuk kebutuhan industri, biasanya menggunakan tabung yang besar. Sementara untuk satu tabung besar itu bisa jadi enam tabung kecil.

“Kalau saya jual yang besar aja serakah itu kan buat satu orang aja, tapi kalo saya ecer saya bisa menyelamatkan enam nyawa,” tegas Didi.

3. Harga tabung oksigen isi ulang ikut melonjak
Cerita Penjual Oksigen, Rela Buka 24 Jam Demi Selamatkan Nyawa Pasien

Untuk harga isi ulang oksigen di toko miliknya dibanderol dengan harga Rp30.000 sampai Rp40.000, namun pascakelangkaan mengakibatkan harga naik menjadi Rp35.000, sampai Rp60.000.

“Buat yang 0,5 sampai 1 meter kubik sekarang harganya jadi Rp35.000, sementara 1,5 meter kubik sampai 2 meter harganya jadi Rp60.000,” jelas Didi.

Di tempat yang sama, Ria Nurul Badriyah (20) mengatakan dirinya membeli tabung gas untuk keperluan orang tuanya yang sedang sakit.

“Oksigennya buat ibu sakit di rumah, beli dua buat cadangan, kan lagi susah cari oksigen, biasanya harga Rp30.000 sekarang karena langka jadi Rp40.000,” tutur Ria.