Perusahaan Taksi Asal Prancis Larang Penggunaan Mobil Tesla

Perusahaan Taksi Asal Prancis Larang Penggunaan Mobil Tesla

Perusahaan Taksi Asal Prancis Larang Penggunaan Mobil Tesla – Sebuah perusahaan taksi di Paris dengan merek G7 menangguhkan penggunaan mobil Tesla Model 3 untuk armadanya. Penangguhan tersebut dilakukan setelah salah satu kendaraan terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan satu orang dan melukai 20 lainnya.

Perusahaan taksi ternama asal Prancis, G7, melarang penggunaan mobil Tesla Model 3. Keputusan itu diambil setelah Tesla model tersebut mengalami kecelakaan fatal di Paris, yang mengakibatkan puluhan orang terluka.

Dilansir dari Daily Mail, Wali Kota wilayah ke 13 Paris, Jérôme Coumet, mengatakan bahwa insiden ini disebabkan kesalahan teknis dari kendaraan. Sementara, pihak Tesla bersikukuh bahwa kelalaian pengemudi adalah penyebab kecelakaan.

1. Sebanyak 37 pengemudi taksi terdampak penangguhan Tesla

Penangguhan Tesla Model 3 ini berdampak pada 37 pengemudi taksi G7 yang tidak dapat bekerja untuk sementara waktu. Bahkan, pihak perusahaan mengumumkan bahwa penundaan ini akan dilakukan sampai investigasi kecelakaan dari aparat kepolisian tuntas. Sementara, untuk mobil Tesla model lainnya masih akan dioperasikan sebagaimana mestinya. Kejaksaan Paris baru membuka investigasi terkait insiden kecelakaan ini.

Dugaan sementara, kendaraan listrik itu ditengarai mengalami masalah malfungsi sehingga mengakibatkan macetnya akselerator. Dugaan awal ini didapat dari kecepatan dan rekaman jejak kendaraan yang mengalami kecelakaan, dilansir dari The Guardian. Dikutip NBC News, G7 juga akan bertanggung jawab kepada para pengemudinya yang terdampak larangan operasional sementara Tesla Model 3. Perusahaan itu akan memastikan seluruh pengemudi mendapatkan kompensasi hingga kasus ini terungkap.

2. Kecelakaan telah mengakibatkan seorang tewas dan belasan luka-luka

Deputi Dirut G7, Yann Ricordel, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan pemerintah untuk mengadakan investigasi penuh terkait insiden kecelakaan ini. Hingga nantinya diputuskan apakah kecelakaan disebabkan oleh kesalahan teknis kendaraan ataupun human error. Tesla Model 3 yang dikemudian oleh seorang pengemudi taksi itu tidak sedang menjalankan tugasnya pada Sabtu sore.

Namun, ketika melewati Rue D’Ivry, mobil mulai kehilangan arah dan menabrak seorang pesepeda dan terus berlanjut ke persimpangan Rue Tolbiac hingga menabrak dua pejalan kaki. Pihak perusahaan taksi juga mengatakan, mobil itu telah menabak kaca di pinggir jalan dan lampu lalu lintas.

Seorang saksi mata juga mengatakan, korban pejalan kaki tergeletak di tengah jalan disertai serpihan sisa kecelakaan, tapi orang di dalam mobil Tesla sama sekali tidak terluka. Kejaksaan melaporkan satu orang tewas dalam kecelakaan ini. Sedangkan 20 orang lainnya mengalami luka-luka, bahkan beberapa di antaranya mengalami luka parah, dikutip dari NBC News.

3. Tesla menolak kendaraannya disalahkan
Imbas Kecelakaan, Perusahaan Taksi Prancis Larang Gunakan Tesla

Menteri Transportasi Prancis, Jean-Baptiste Djebbari, mengungkapkan bahwa tidak ada indikasi kecelakaan fatal ini berasal dari kesalahan teknis. “Tidak ada elemen yang membuat seseorang untuk percaya jika ini berkaitan dengan masalah teknis,” ujar Djebbari. Di samping itu, pihak Tesla juga sudah mengoleksi data dari sensor dan kamera di dalam kendaraan yang mengalami kecelakaan.

Hasilnya mengatakan insiden ini bukan disebabkan oleh kesalahan teknis kendaraan. Pasalnya, selama ini Tesla dikenal akan teknologi canggih autopilot, sehingga kendaraan dapat bergerak otomatis, termasuk menyetir, akselerasi, dan pengereman. Pengemudi juga tetap dapat mengontrol kendaraan ketika menggunakan teknologi tersebut. Tesla dikenal sebagai salah satu produsen mobil terkenal yang telah menghebohkan dunia dengan kendaraan listrik otomatisnya.

Namun, belakangan ini teknologi itu sedang diragukan buntut dari beberapa kasus kecelakaan. Sementara kasus kecelakaan terparah yang melibatkan mobil Tesla terjadi pada Desember 2019 di Cloverdale, Indiana, Amerika Serikat. Kala itu, Tesla yang ditumpangi sepasang suami istri menabrak truk yang terparkir dan mengakibatkan seorang tewas, dilaporkan dari laman Daily Mail.

G7 mengatakan akan menghentikan penggunaan 37 kendaraan Tesla sampai penyelidikan polisi selesai pada kecelakaan Sabtu lalu di ibukota Prancis. Menurut laporan media Prancis, mobil itu bertabrakan dengan seorang pengendara sepeda, tiga pejalan kaki, dan sebuah van.

Menteri Transportasi Jean-Baptiste Djebbari mengatakan, saat ini tidak ada indikasi bahwa insiden tersebut terkait dengan masalah teknis pada kendaraan. Djebbari mengatakan, Kementerian Transportasi Prancis telah berbicara dengan kepala eksekutif Tesla Eropa.

Wakil Kepala Eksekutif G7, Yann Ricordel, mengatakan, seorang sopir taksi yang sedang tidak bertugas sedang membawa keluarganya ke sebuah restoran ketika kecelakaan itu terjadi. Dia mengatakan, pengemudi telah mencoba mengerem tetapi mobil malah dipercepat. Belum ada kejelasan apakah mobil itu beroperasi dalam mode autopilot.