Pesawat Milik Inggris Dikabarkan Terbang Dekat Pulau Krimea

Pesawat Milik Inggris Dikabarkan Terbang Dekat Pulau Krimea

Pesawat Milik Inggris Dikabarkan Terbang Dekat Pulau Krimea – Pesawat mata-mata Inggris yang terbang di dekat Semenanjung Krimea dicegat jet tempur Su-30 Rusia. Wilayah di Laut Hitam itu direbut Rusia dari Ukraina pada 2014. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan kehadiran pesawat Inggris itu membuktikan peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di wilayah Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Federasi Rusia menjelaskan bahwa jet tempur Su-30 miliknya berhasil mencegat pesawat militer Inggris di atas Laut Hitam. Pernyataan itu disampaikan Rusia, ketika pesawat RC-135 milik AU Inggris dikabarkan terbang terlalu dekat dengan Pulau Krimea. Melansir Reuters, kejadian ini bukan kali pertama karena militer Rusia sudah sering melakukan pencegatan atas pesawat atau kapal militer NATO yang beroperasi di Laut Hitam.

Salah satunya terjadi pada Juni 2021, ketika Kapal Perang Inggris HMAS Defender yang hampir ditenggelamkan karena berlayar menuju perairan teritorial Rusia di dekat Pelabuhan Sevastopol, Krimea.

1. Pesawat mata-mata Inggris berhasil diusir
Rusia Kirim Jet Tempur Cegat Pesawat Inggris di Laut Hitam

Militer Rusia belum pernah gagal mengusir pesawat-pesawat militer yang coba mengganggu keamanan udaranya.

Dikutip dari Reuters, hal itu dibuktikan kembali ketika Kemhan Rusia memastikan pesawat mata-mata Inggris yang mereka cegat berhasil dialihkan dari jalurnya sebelum masuk ke ruang udara teritorial Rusia di Pulau Krimea.

Meskipun begitu, Rusia diketahui harus sering mengerahkan alutsista militernya guna secara tegas menghentikan ataupun mengalihkan segala bentuk ancaman yang mendekati perbatasannya, baik di darat maupun laut.

2. Rusia kritik tingginya aktivitas militer AS dan NATO

Pemerintah Rusia merasa tidak senang dengan aktivitas militer AS dan NATO di sepanjang perbatasan timurnya, secara khusus di Laut Hitam. Moskow mengabarkan jika mereka dalam 24 jam terakhir setidaknya menemukan empat pesawat intai milik NATO mengudara di dekat perbatasanya di Laut Hitam, seperti yang dilansir dari Newsweek.

“Latihan tak terjadwal di dekat perbatasan kami ini menunjukkan tindakan agresif AS yang sama sekali tidak diprovokasi oleh Rusia, di mana hal ini menciptakan ancaman bagi keamanan regional dan stabilitas strategis,” ujar Kementerian Pertahanan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak lupa melontarkan protes kepada Kanselir Jerman Angela Merkel terkait aktivitas dan pergerakan militer NATO yang sangat aktif di sekitar perbatasan Rusia.

3. Kremlin awasi setiap pergerakan di Laut Hitam
Rusia Kirim Jet Tempur Cegat Pesawat Inggris di Laut Hitam

Tidak mau kecolongan Kremlin pastikan seluruh personel dan aset tempur yang dimiliki Rusia di Laut Hitam akan siap menghadapi segala bentuk ancaman.

Dalam beberapa minggu terakhir NATO memang tengah mengoperasikan kapal-kapal perangnya dan pesawat militer di kawasan tersebut dalam jumlah besar yang mengundang respon dari Rusia.

Dilaporkan Reuters, selain mengawasi udara, Rusia telah mengirim dua kapal perangnya untuk mengawasi Kapal Perang AS yang saat ini sedang berlayar di Laut Hitam.

Sebelumnya dua kapal dari AL Amerika Serikat, yakni USS Mount Whitney dan USS Porter, masuk ke Laut Hitam sejak akhir Oktober dan awal November yang ditujukan untuk meningkatkan kerja sama militer antara AS dan negara sekutunya di sekitar perairan tersebut.

Kemhan Rusia mengatakan, jet tempur Sukhoi Su-30 mencegat pesawat pengintai Inggris Boeing RC-135 yang berusaha mendekati Krimea. Pesawat Inggris tersebut lalu mengubah arah dari Krimea setelah dicegat.

Pernyataan itu juga menyebutkan, aktivitas militer negara-negara NATO melibatkan dua kapal perang AS, penerbangan strategis, serta empat pesawat mata-mata, termasuk dari Inggris. Kapal-kapal perang Rusia juga terus melacak aktivitas armada AS.