PM Perempuan Swedia Mundur Setelah Beberapa Jam Menjabat

PM Perempuan Swedia Mundur Setelah Beberapa Jam Menjabat

PM Perempuan Swedia Mundur Setelah Beberapa Jam Menjabat – Eva Magdalena Andersson adalah seorang ekonom Swedia yang menjadi Menteri Keuangan dalam Pemerintahan Swedia sejak 2014. Sebagai anggota Partai Demokratik Sosial Swedia, ia menjadi pembicara kebijakan ekonomi partai tersebut sejak Februari 2012.

Andersson menempuh pendidikan di Sekolah Ekonomi Stockholm. Pada Oktober 2021, ia diangkat sebagai Sekretaris Pertama Partai Pekerja Sosial Demokrat Swedia, menjadikannya wanita kedua yang memimpin partai, dan mungkin wanita pertama yang menjadi Perdana Menteri Swedia setelah pengunduran diri Stefan Löfven.

Perdana Menteri (PM) perempuan pertama Swedia, Magdalena Andersson, mundur. Pengunduran dirinya dinyatakan hanya dalam beberapa jam setelah dia menjabat alias tak sampai satu hari.

1. Dua alasan yang mendorong pengunduran diri Andersson
Tak Sampai Sehari Menjabat, PM Perempuan Pertama Swedia Mundur

Ada dua alasan yang membuat Andersson mengundurkan diri. Pertama, partai koalisinya, yakni Greens Party mengundurkan diri dari pemerintahan. Kedua, anggaran yang diajukan Andersson ditolak oleh parlemen.

Sebaliknya, parlemen justru menyetujui anggaran yang disusun oleh partai oposisi, yang mencakup partai sayap kanan yang anti-imigran. Greens Party sendiri mengatakan tidak dapat menerima anggaran yang dirancang oleh partai sayap kanan tersebut.

2. Andresson tak mau legitimasi pemerintahannya dipertanyakan
Tak Sampai Sehari Menjabat, PM Perempuan Pertama Swedia Mundur

Andersson mengatakan dia memilih untuk mengundurkan diri ketimbang legitimasi pemerintahannya dipertanyakan. Di sisi lain, menurut dia ada praktik konstitusional yang mengharuskan dirinya mengundurkan diri.

“Ada praktik konstitusional bahwa pemerintah koalisi harus mengundurkan diri ketika satu partai mundur,” tutur Andersson.

Meski begitu, Andersson mengatakan kemungkinannya untuk mencalonkan diri kembali sebagai perdana menteri dari pemerintahan partai tunggal.

3. Proses terpilihnya Andersson
Tak Sampai Sehari Menjabat, PM Perempuan Pertama Swedia Mundur

Andersson baru resmi terpilih sebagai PM Swedia kemarin. Berdasarkan hukum Swedia, Andersson hanya membutuhkan suara mayoritas anggota parlemen (Riksdag) yang tidak menentangnya.

Proses pemilihannya itu melalui kesepakatan 11 jam yang dilakukan dengan partai oposisi sayam kiri. Dari 349 anggota Riksdag, 174 menentangnya, tetapi 117 anggota mendukung Andersson, dan 57 lainnya abstain. Dengan demikian, Andersson memenangkan suara.

Dari proses itu, Andersson mendapat dukungan dari Greens Party sebelum menyatakan untuk mundur dari pemerintahan. Andersson juga menjadi PM dengan imbalan pensiun yang lebih tinggi.

4. Sepak terjang Andersson
Tak Sampai Sehari Menjabat, PM Perempuan Pertama Swedia Mundur

Andersson adalah atlet renang University City of Uppsala. Karir politiknya berawal pada 1996, di mana dia menjabat sebagai penasihat politik untuk Perdana Menteri Goran Persson. Tujuh tahun terakhir dia menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Swedia sendiri merupakan satu-satunya negara bagian Nordik yang tidak pernah memiliki seorang perempuan sebagai PM sebelumnya. Dengan peristiwa ini, maka Swedia merasakan kepemimpinan seorang perempuan dalam beberapa jam saja.

Setelah lulus dari SMA, Andersson pindah ke Stockholm untuk belajar di Stockholm School of Economics, mana ia lulus pada tahun 1992 dengan gelar master di bidang ekonomi. Dia kemudian bekerja sebagai mahasiswa doktoral di bidang ekonomi di Stockholm School of Economics pada tahun 1992-1995 tetapi menyelesaikan studinya terlebih dahulu. 

Pada musim gugur 1994, ia belajar di Institute of Advanced Studies di Wina. Pada musim semi 1995, ia belajar di Universitas HarvardAndersson bergabung dengan Liga Pemuda Sosial Demokrat (SSU) pada tahun 1983, selama tahun pertamanya di sekolah menengah.  Pada tahun 1987, ia terpilih sebagai presiden bagian Uppsala SSU.