PN Jakarta Pusat Ditutup Karena Pegawai Yang Positif Covid19

PN Jakarta Pusat Ditutup Karena Pegawai Yang Positif Covid19

PN Jakarta Pusat Ditutup Karena Pegawai Yang Positif Covid19 – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kembali lockdown. Kegiatan selama tiga hari sementara dihentikan seteleh 9 orang pegawai positif terpapar Covid-19. Ketua PN Jakarta Pusat pun telah melaporkan hal tersebut kepada Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Menurut Bambang, pegawai di PN Jakarta Pusat pada Senin (21/6) melakukan swab antigen dan hasilnya ada 18 orang reaktif dan 9 orang positif berdasarkan test PCR. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk sementara tidak beroperasi. PN Jakarta Pusat tutup untuk publik selama tiga hari ke depan, karena ada sembilan orang pegawainya terpapar COVID-19 usai dilakukan tes PCR.

1. Diketahui positif COVID-19 berdasarkan hasil tes PCR
Sering Dikeluhkan, Mengapa Hasil Tes Swab atau PCR Cenderung Lama? Halaman  all - Kompas.com

Bambang mengatakan, hasil itu merupakan tindak lanjut dari tes swab antigen yang dilakukan oleh pegawai PN Jakarta Pusat pada Senin, 21 Juni 2021. Hasilnya sebanyak 18 reaktif dan setengahnya positif ketika dites PCR.

“Dengan demikian berjumlah 27 orang yang terdiri dari hakim, panitera pengganti, juru sita dan pegawai di lingkungan PN Jakarta Pusat,” ungkap Bambang.

3. Urusan mendesak di PN Jakarta Pusat masih bisa diurus
5 Hakim Terpapar Covid-19, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Lockdown Lagi -  Tribunnews.com Mobile

Bambang menjelaskan, meski ditutup untuk umum tapi operasional pengadilan tetap dibuka. Namun, khusus melayani hal-hal bersifat mendesak.

“Selama diberlakukan penghentian sementara kegiatan, dilakukan penyemprotan disinfektan di semua ruang Kantor PN Jakarta Pusat dan bagi hakim dan pegawai PN Jakarta Pusat yang terpapar COVID-19, diberikan izin sakit untuk melakukan isolasi mandiri,” kata Bambang.

3. PN Jakarta Pusat sudah beberapa kali ditutup karena COVID-19
Foto: Penyemprotan Disinfektan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat |  kumparan.com

PN Jakarta Pusat pernah beberapa kali menutup operasional selama tiga hari karena terdapat pegawai yang positif COVID-19, seperti pada Oktober dan akhir Agustus 2020.

Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku di DKI Jakarta apabila ditemukan kasus positif COVID-19 di sebuah gedung.

Bambang menginformasikan bahwa PN Jakpus akan aktif kembali pada Jumat, 25 Juni 2021. PN Jakpus akan disemprot disinfektan selama tiga hari tersebut sebagai langkah untuk menghentikan penyebaran Covid-19. “Bagi Hakim dan Pegawai PN Jakarta Pusat yg terpapar Covid-19 diberikan izin sakit untuk melakukan Isolasi Mandiri,” pungkasnya.