Polisi Tangkap Perampok dan Pemerkosa Remaja di Bekasi

Polisi Tangkap Perampok dan Pemerkosa Remaja di Bekasi

Polisi Tangkap Perampok dan Pemerkosa Remaja di Bekasi – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya (Komdak atau Kodak) Metro Jaya dan (Komdak VII/Jaya) adalah pelaksana tugas Kepolisian RI di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap Rangga Tias Saputra (27). Ia merupakan aktor utama pemerkosaan dan perampokan terhadap remaja berusia 15 tahun di Bintara, Kota Bekasi.

Polda Metro Jaya dipimpin oleh seorang kepala kepolisian daerah yang berpangkat bintang dua (Inspektur Jenderal Polisi). Rangga sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah Polda Metro berhasil menangkap dua tersangka lainnya.

“Iya benar (sudah ditangkap pada Rabu),” kata Kasubdit Dilansir dari CS Live22 Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian saat dihubungi, Kamis (20/5/2021).

Namun demikian, Jerry tak menjelaskan lebih lanjut soal penangkapan Rangga. Ia mengatakan penangkapan akan dirilis oleh Polda Metro Jaya siang ini.

1. Poda Metro telah menangkap dua tersangka lainnya

Sebelumnya, Polda Metro Jaya sudah menangkap dua tersangka lainnya yang membantu Rangga dalam menjalani aksinya. Mereka adalah RP dan AH yang merupakan penadah kendaraan curian.

RP berperan membonceng dan mengawasi Rangga yang beraksi memanjat dan masuk ke rumah korban.

Polda Metro Jaya bersama-sama Polres Metro Bekasi Kota langsung menyelidiki kasus ini setelah mendapat laporan. Kurang dari 24 jam, polisi menangkap RP dan AH yang berperan sebagai penadah hasil curian.

“Untuk penadah akan kita lapis pasalnya, karena kendaraan yang digunakan pelaku ini punya si AH, penadahnya ini. Motor yang digunakan ini pinjaman dari AH. Mereka ini satu rangkaian yang masih kita didalami semuanya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (17/5/2021).

2. Rangga merampok dan memerkosa seorang diri
Polda Metro melakukan jumpa pers terkait kasus perampokan dan pemerkosaan di Bekasi.

Yusri menjelaskan, Rangga dan RP berboncengan menggunakan sepeda motor ke rumah korban. Keduanya berniat menggasak harta korban dengan cara memanjat tembok belakang rumah melalui ventilasi.

Saat berhasil masuk, Rangga melihat korban sedang tidur di ruang tengah. Rangga pun menyekap korban dengan boneka sebelum melakukan perbuatan bejatnya.

“Setelah itu dilakukan pemerkosaan dengan ancaman akan dibunuh kalau berteriak, kemudian juga tidak boleh menengok,” ujar Yusri.

3. Pelaku menggasak dua buah gawai
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

Setelah memerkosa, Rangga menggasak dua gawai di dekat korban. Pelaku sempat memaksa korban membuka kata kunci gawai yang terkunci.

“Setelah itu baru pelaku kembali keluar melalui tempat masuk dan melarikan diri, barulah diketahui oleh keluarga orang tuanya setelah anak atau korban tersebut menangis, dari situ dilaporkan ke Polres,” ujar Yusri.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 365 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 76D Jo Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 480 KUHP.

4. Lawan dan laporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak

Jangan takut melaporkan kasus kekerasan pada perempuan seperti pelecehan seksual hingga pemerkosaan, agar pelaku jera. Buat kamu yang menjadi saksi, kamu bisa membantu korban dengan melaporkan ke beberapa kontak di bawah ini:

  • Call Center Komnas Perempuan:  (021) 3903963 atau (021) 80605399
  • Layanan pengaduan masyarakat Kemenpppa: 082125751234 (situs Kemenpppa.go.id)
  • LBH Apik: (021) 87797289 dan 081388822669.