Program Warga Yaman yang Tinggal di AS Akan Diperpanjang

Program Warga Yaman yang Tinggal di AS Akan Diperpanjang

Program Warga Yaman yang Tinggal di AS Akan Diperpanjang – Pertempuran terjadi antara pasukan pemerintah dan pemberontak Houthi atas kota Marib di Yaman. Sumber militer mengatakan sebanyak 47 orang tewas, 16 orang di antaranya adalah pasukan pro-pemerintah. Pemberontak yang didukung Iran berusaha untuk menguasai Marib dan ladang minyak di sekitarnya.

Daerah itu merupakan benteng terakhir pemerintah Yaman di utara setelah enam tahun pertempuran yang membawa negara itu ke dalam krisis kemanusiaan. Upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata di Yaman telah meningkat. Hal itu juga sejalan dengan kampanye sengit untuk menguasai Marib, yang telah menewaskan ribuan orang di kedua sisi.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada hari Selasa, 6 Juli 2021, waktu setempat telah memperpanjang program download idn poker terbaru 2020 bagi warga Yaman untuk bisa tinggal di Amerika Serikat. Mereka juga mengutip kekerasan bersenjata yang masih berlangsung di Yaman.

1. Dengan demikian akan memungkinkan sekitar 1.700 warga Yaman untuk mempertahankan status mereka di Amerika Serikat
Biden Perpanjang Program Warga Yaman Tinggal di AS

Dilansir dari Aljazeera.com, pemerintahan Biden telah memperpanjang program yang memungkinkan warga Yaman yang sudah berada di Amerika Serikat untuk tinggal di negara itu tanpa takut dideportasi, dengan mengatakan konflik yang sedang berlangsung dan krisis kemanusiaan di Yaman membuat mereka tidak aman untuk kembali.

Penunjukan Status Perlindungan Sementara (TPS) yang diperbarui akan memungkinkan sekitar 1.700 warga Yaman untuk mempertahankan status mereka hingga tanggal 3 Maret 2023 ini dan memungkinkan sekitar 480 warga Yaman tambahan untuk mendaftar.

Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Alejandro Mayorkas, mengatakan Yaman terus mengalami kondisi kemanusiaan dan ekonomi yang memburuk yang mencegah individu untuk kembali ke rumah mereka dengan selamat. Mayorkas juga mengutip konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Yaman, kurangnya akses ke beberapa kebutuhan dasar (seperti makanan, air, dan perawatan kesehatan), serta memburuknya situasi ekonomi dan kemanusiaan selama pandemi COVID-19 sebagai salah satu alasan keputusan tersebut.

TPS untuk Yaman sendiri akan berakhir pada bulan September 2021 ini dan program ini sendiri tidak secara otomatis memberi mereka jalan menuju kewarganegaraan Amerika Serikat, tetapi memungkinkan mereka untuk bekerja di Amerika Serikat dan tetap tinggal di negara itu tanpa takut dideportasi.

2. Administrasi Biden dan anggota parlemen Demokrat mempertimbangkan untuk mendorong mereka menuju jalur memperoleh kewarganegaraan
Biden Perpanjang Program Warga Yaman Tinggal di AS

Suatu negara dapat ditunjuk untuk TPS karena kondisi seperti konflik bersenjata yang sedang berlangsung, bencana lingkungan, atau kondisi luar biasa lainnya. Yaman telah tenggelam dalam peristiwa perang saudara sejak 2014 lalu antara pemerintah yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi dengan pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran.

Konflik tersebut telah menyebabkan kematian sebanyak 112 ribu orang dan telah menghancurkan infrastruktur negara. Perkiraan PBB mengatakan sebanyak 13,5 juta orang Yaman menghadapi kerawanan pangan. Dalam pernyataannya mengumumkan penunjukan tersebut, DHS juga menunjuk pada penghancuran infrastruktur, perpindahan penduduk, serta wabah kolera.

Administrasi Biden dan anggota parlemen dari Partai Demokrat telah mendorong jalur untuk mendapatkan kewarganegaraan Amerika Serikat yang sedang dipertimbangkan oleh Kongres untuk memasukkan mereka yang ada di negara itu dalam penunjukan TPS.

3. Pada awal Februari 2021 lalu, AS berhenti mendukung operasi ofensif terhadap Yaman
Biden Perpanjang Program Warga Yaman Tinggal di AS

Pada awal bulan Februari 2021 lalu, Amerika Serikat berhenti mendukung operasi ofensif terhadap Houthi, termasuk penjualan amunisi berpemandu presisi ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Ini tidak akan mempengaruhi operasi melawan kelompok al-Qaeda di Jazirah Arab saat itu. Pemerintahan Biden telah menghentikan sementara penjualan senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Biden saat itu menunjuk utusan barunya di Yaman, Tim Lenderking, seorang diplomat berpengalaman dan spesialis Timur Tengah dan ini menandai perubahan taktik dari pemerintahan Trump, yang meningkatkan dukungan untuk koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Bulan Januari 2021 lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sebelumnya, Mike Pompeo, mengumumkan bahwa Houthi ditetapkan sebagai organisasi teroris dan tujuannya adalah untuk meminta pertanggungjawaban Houthi atas serangan lintas perbatasan dan mencegah aktivitas memfitnah oleh pendukung mereka, Iran.

belum ada kata sepakat mengenai hal itu. Sebab pertempuran kembali terjadi setelah jeda selama sebulan terakhir. Sumber dari pemerintah yang diakui secara internasional mengatakan kepada AFP bahwa 16 tentara dari barisan mereka tewas, termasuk enam perwira, pada hari Sabtu. Para pemberontak jarang melaporkan korban mereka.

Houthi “meluncurkan serangan di berbagai front, dalam upaya untuk maju, tetapi mereka sebagian besar dipukul mundur,” salah satu pejabat mengatakan kepada AFP. Sumber tersebut mengatakan bahwa pesawat tempur dari koalisi pimpinan Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman, melancarkan serangan udara ke lokasi pemberontak.

Houthi mengatakan di saluran televisi Al Masirah mereka bahwa koalisi juga telah melakukan 17 serangan udara di berbagai bagian provinsi Marib. Pertempuran baru atas Marib terjadi setelah kegagalan dorongan diplomatik oleh PBB, Amerika Serikat dan negara-negara regional untuk mengamankan gencatan senjata di Yaman.