Rusia Lakukan Pengetatan Terhadap Para Perusahaan Teknologi

Rusia Lakukan Pengetatan Terhadap Para Perusahaan Teknologi

Rusia Lakukan Pengetatan Terhadap Para Perusahaan Teknologi – Facebook, Twitter, dan WhatsApp didenda oleh pemerintah Rusia karena gagal menyimpan data pengguna di server lokal. Korea Selatan juga baru-baru ini mendenda Facebook. Denda diberikan setelah otoritas terkait meningkatkan kendali atas segmen internet di Rusia.

Utamanya, setelah Presiden Vladimir Putin menuduh platform media sosial Barat melanggar undang-undang di negara itu. Pengadilan distrik Tagansky Moskow mendenda Facebook 15 juta rubel atau US$ 200 ribu. Twitter didenda 17 juta rubel untuk pelanggaran berulang. Pemerintah Rusia pada Kamis (26/8/2021) telah memberikan denda kepada tiga perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.

Ketiga perusahaan teknologi tersebut bergerak di idn poker android bidang sosial media yakni Twitter, Facebook dan WhatsApp terkait masalah penyimpanan data pribadi pengguna. Belakangan ini, Rusia telah melakukan pengetatan dan kontrol terhadap perusahaan teknologi. Bahkan negara Eurasia itu sudah memberikan denda kepada perusahaan teknologi yang melanggar ketentuan di negaranya.

1. Memberikan denda hingga Rp3,3 Miliar

Pengawas teknologi dan media Rusia, Roskomnadzor sejak Kamis telah mengonfirmasi pemberian denda kepada tiga perusahaan sosial media asal AS, meliputi Twitter, WhatsApp dan induk perusahaannya Facebook.

Menurut Pengadilan Tagansky, “Sesuai dengan putusan pengadilan, WhatsApp dikenakan denda 4 juta ruble atau Rp779 juta, Facebook dikenai denda 15 juta ruble atau Rp2,8 miliar dan Twitter yang ditampar denda hingga 17 juta ruble atau Rp3,3 miliar”

Pasalnya ketiga perusahaan teknologi raksasa asal AS itu selama ini melakukan pelanggaran secara terus menerus. Mereka disebut memindahkan atau memroses data pengguna di Rusia di luar wilayah negara, dikutip dari laman RT.

2. Harus menyimpan data pengguna Rusia di server dalam negeri
Rusia Denda Perusahaan Teknologi AS Soal Penyimpanan Data

Pemberian denda ini mengacu pada peraturan yang dibuat pada tahun 2015, di mana perusahaan teknologi diharuskan memroses data pengguna di Rusia pada server dalam negeri. Selain itu, Rusia melarang mengirimkan data milik pengguna menuju server di luar wilayah negara.

Diketahui Roskomnadzor sedang memperketat privasi dan keamanan pengguna, lantaran tindakan itu diduga mengancam privasi online di dunia maya. Bahkan perusahaan juga diharuskan untuk membangun kantor lokal di Rusia demi memastikan adanya representatif yang akuntable secara hukum, dilansir dari RT.

Dilaporkan dari The Moscow Times, Roskomnadzor juga mengumumkan bahwa beberapa perusahaan juga sudah mau mengikuti aturan ini, termasuk di antaranya, Apple, Microsoft, LG Electronics, Samsung, PayPal dan Booking.com, serta lainnya.

3. Putin sudah memprotes terkait pengaruh besar perusahaan teknologi
Rusia Denda Perusahaan Teknologi AS Soal Penyimpanan Data

Sebelumnya Presiden Vladimir Putin sudah memrotes pengaruh besar perusahaan teknologi dan menuduh sejumlah perusahaan layanan sosial media lainnya telah melanggar hukum internet. Hal ini berkaitan dengan penahanan Alexei Navalny pada Januari lalu yang disebut didalangi oleh unggahan di sosial media dan mendorong adanya demonstrasi, dilansir dari The Moscow Times.

Maka dari itu, Pemerintah Rusia memaksa perusahaan asing itu untuk membuka kantor cabang demi mempertanggung jawabkan layanannya. Bahkan Pengadilan Moskow sudah menjatuhkan sanksi kepada Google, Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, TikTok terkait masala privasi data pengguna dan penolakan menghapus konten terlarang sesuai hukum di Rusia.

Namun banyak kalangan mengritik bahwa hukum tersebut tidak ada kaitannya dengan integritas internet dan malah menuding otoritas berusaha melawan penolakan menjelang pemilu parlementer bulan September. Pasalnya popularitas Partai United Russia yang memimpin negara itu sedang mengalami kemerosotan, dikutip dari laman RFE/RL.

Rusia mewajibkan data pribadi pengguna disimpan di server domestik. Aturan ini disahkan pada 2014. Twitter dan Facebook pertama kali dihukum karena melanggar atutan tersebut tahun lalu. Sedangkan Google terkena denda pertama bulan lalu.

Roskomnadzor mengatakan bahwa beberapa perusahaan mulai mematuhi undang-undang, termasuk Apple, Microsoft, LG Electronics, Samsung, PayPal, dan Booking.com. Rusia dalam beberapa bulan terakhir telah mengambil tindakan hukum terhadap raksasa teknologi asing. Utamanya, karena gagal menghapus konten atas permintaan Roskomnadzor.