Sebanyak 2.500 Warga India Telah Disuntik Vaksin Palsu

Sebanyak 2.500 Warga India Telah Disuntik Vaksin Palsu

Sebanyak 2.500 Warga India Telah Disuntik Vaksin PalsuVaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit – penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikrob yang dilemahkan atau mati, dari  toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya.

Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau “liar”) atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Kepolisian India melaporkan bahwa 2.000 orang di Mumbai dan 500 orang di Kolkata telah disuntik dengan vaksin COVID-19 palsu. Beberapa di antara mereka merasakan efek samping seperti mengantuk hingga sakit di lengan bekas suntikan. Tingkat inokulasi di Poker77 Indonesia India meningkat tajam sejak pemerintah membebaskan dan menggratiskan suntikan, menyusul lonjakan pandemik yang melumpuhkan infrastruktur kesehatan sepanjang April-Mei, sebagaimana dilansir dari The Straits Times.

1. Pelaku penipuan termasuk pejabat dan dokter
Singapura Disebut Akan Dapat Vaksin Covid-19 Awal 2021

Kepolisian Mumbai memaparkan, 2.000 orang yang mengira telah divaksinasi COVID-19 ternyata disuntik dengan larutan garam. Sepuluh orang telah ditangkap, termasuk dua dokter di rumah sakit swasta. Mereka beroperasi dengan membuka sembilan lokasi suntikan.

Sementara di Kolkata, polisi menangkap seorang lelaki yang menyamar sebagai pegawai negeri dengan gelar master dalam genetika. Dia telah menjalankan delapan titik vaksinasi palsu. Sekitar 500 orang tertipu, dengan 250 di antaranya adalah penyandang disabilitas dan transgender.

2. Botol ditempel dengan label
Duh! 2.500 Orang di India Disuntik Vaksin Palsu, Isinya Air Garam

Pejabat Kolkata Atin Ghosh mengatakan, botol-botol yang disita diberi label bertuliskan mengandung vaksin AstraZeneca, yang dicap di India sebagai Covishield.

“Ditemukan bahwa label Covishield menempel di label lain, yang terdiri dari Amikacin Sulphate 500 mg, antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran kemih, tulang, otak, paru-paru, dan darah,” kata Atin.

Penipuan itu terungkap setelah seorang aktris dan politisi Mimi Chakraborty, yang juga menerima tembakan di salah satu kamp, merasa curiga. Dia segera melapor kepada polisi.

Setelah dilakukan penangkapan, polisi menyita kartu identitas palsu dari tersangka, salah satunya adalah pejabat Kementerian Penerangan dan satu lagi sebagai komisaris kota. Mereka beroperasi menggunakan mobil dengan stiker pemerintah Kolkata.

3. Para korban vaksin palsu mulai panik
Duh! 2.500 Orang di India Disuntik Vaksin Palsu, Isinya Air Garam

Pejabat kesehatan di Kolkata, Debashis Barui, mengatakan bahwa banyak dari mereka yang tertipu kini panik tentang kemungkinan efek samping.

“Jika ada keadaan darurat, otoritas sipil akan mengatur kamp medis di daerah itu untuk merawat mereka yang mendapat suntikan palsu,” ujar Barui.

Salah satu yang sempat menerima suntikan adalah Ruma Sikdar. Dia mengaku mengantuk dan merasa tidak nyaman di daerah lengan. “Yang saya khawatirkan adalah bagaimana mendapatkan dosis yang sebenarnya sebelum gelombang ketiga melanda,” ujar ibu rumah tangga itu.

Debjit Majumdar, korban lainnya berlatar mahasiswa, mengaku tidak menduga kejahatan seperti ini bisa terjadi ketika semua orang di berbagai negara sedang berjuang melawan pandemik.

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa vaksin berizin saat ini tersedia untuk dua puluh lima infeksi yang dapat dicegah.