Seorang Guru Spiritual Mengedarkan Narkoba Kepada Muridnya

Seorang Guru Spiritual Mengedarkan Narkoba Kepada Muridnya

Seorang Guru Spiritual Mengedarkan Narkoba Kepada Muridnya – Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Seorang guru spiritual ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Tulungagung.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Tersangka berinisial BB (48) warga Kecamatan Kalidawir ini ditangkap setelah terbukti mengedarkan narkoba jenis sabu.

Metamfetamina, disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Obat ini dipergunakan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, Tersangka juga merupakan pengguna sabu, dan berdalih sebagai salah satu sarana untuk membantu meditasi.

1. Konsumsi sabu bersama muridnya
Guru Spiritual di Tulungagung Jual Sabu ke Muridnya

Kasat Resnarkoba Iptu Didik Riyanto menuturkan tersangka ditangkap bersama muridnya saat tengah mengkonsumsi sabu. Perbuatan ini sudah dilakukan oleh tersangka sejak sebulan terakhir. Tersangka mengaku lebih tenang dan nyaman usai mengkonsumsi barang haram tersebut. Kondisi ini membuatnya lebih mudah untuk bermeditasi.

“Selain mengkonsumsi sendiri tersangka juga mengedarkan sabu kepada muridnya,” ujarnya, Rabu (15/9/2021).

2. Juga menjual sabu ke muridnya
Guru Spiritual di Tulungagung Jual Sabu ke Muridnya

Selama ini tersangka mengaku sebagai guru spiritual atau dukun. Saat ditangkap polisi juga mengamankan dua orang muridnya berinisial B dan T. Namun kedua muridnya tersebut hanya dikenakan rehabilitasi, sedangkan tersangka BB harus menjalani proses hukum. “Karena tersangka tidak hanya mengkonsumsi sabu saja tapi juga menjualnya,” tuturnya.

3. Selama 12 hari ungkap 20 kasus peredaran narkoba
Guru Spiritual di Tulungagung Jual Sabu ke Muridnya

Tersangka merupakan salah satu pengedar yang terjaring dalam operasi tumpas semeru 2021. Selama 12 hari, polisi berhasil mengungkap 20 kasus peredaran sabu dengan jumlah tersangka mencapai 24 orang. Dari jumlah tersangka ini sebanyak 3 orang diantaranya merupakan wanita. Selain itu terdapat 2 residivis yang kembali tertangkap dengan kasus yang sama. “Barang bukti yang kita amankan berupa 32,04 gram sabu, 13.759 butir pil dobel L, pipet kaca, alat isap dan sejumlah barang bukti pendukung lainnya” pungkasnya.