Serangan Drone Milik AS Telah Menewaskan Enam Anak-Anak

Serangan Drone Milik AS Telah Menewaskan Enam Anak-Anak

Serangan Drone Milik AS Telah Menewaskan Enam Anak-Anak – Kelompok Taliban mengecam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Kabul, Afghanistan, pada Ahad. Kecaman tetap dilayangkan meskipun serangan tersebut menargetkan kendaraan tersangka yang hendak melakukan pengeboman di bandara Kabul.

Serangan pesawat tak berawak atau drone milik Amerika Serikat (AS) yang menghancurkan sebuah mobil di Kabul, Afghanistan, turut menewaskan beberapa anak. AS berdalih mobil yang berisi bahan peledak itu akan digunakan personel ISIS-Khorasan menyerang Bandara Internasional Hamid Karzai.

Setidaknya tiga anak termasuk di antara enam warga sipil yang tewas dalam idn poker android serangan itu. Sementara, beberapa laporan media menyampaikan, insiden itu memakan sembilan korban jiwa dan enam di antaranya adalah anak-anak. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah mendengar laporan korban sipil dan berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh.

1. AS hancurkan mobil yang akan menyerang Bandara Hamid Karzai
Sejumlah Anak Tewas Akibat Serangan Drone AS yang Sasar ISIS-K

Serangan pada hari Minggu merupakan reaksi balasan kedua AS, sejak ISIS-K yang dikenal juga dengan nama Islamic State of Khorasan Province (ISIS-K), melakukan bom bunuh diri dan penembakan di sekitar Bandara Kabul pada Kamis (26/8/2021). Akibat kejadian itu, sedikitnya 175 orang meninggal dunia, termasuk di antaranya 13 personel militer AS.

Seorang pejabat senior AS mengatakan serangan hari Minggu diluncurkan setelah beberapa orang terlihat memasukkan bahan peledak ke bagasi kendaraan yang di parkir di kompleks perumahan dekat Bandara Kabul. Atas dasar itu, drone AS menembakkan rudal Hellfire ke arah mobil.

Pejabat yang enggan disebut namanya itu menambahkan, serangan AS menewaskan dua anggota ISIS-K.

2. AS berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh
Sejumlah Anak Tewas Akibat Serangan Drone AS yang Sasar ISIS-K

Setelah serangkaian serangan, Komando Pusat AS (CENTCOM) masih memperingatkan ancaman ISIS-K di sekitar bandara. Ledakan hasil serangan drone memperlihatkan ISIS-K memiliki kemampuan merangkai bahan peledak berdaya ledak besar.

CENTCOM memetakan ledakan yang terjadi dalam dua kategori, yaitu ledakan substansial yang berdaya ledak besar dan ledakan sekunder. Walau skala ledakannya berbeda, mereka yakin kedua ledakan itu menyebabkan warga sipil di sekitarnya terluka dan meninggal dunia.

“Tidak jelas apa yang terjadi dan kami sedang menyelidiki lebih lanjut,” demikian keterangan CENTCOM.

3. Keterangan beberapa saksi mata

Seorang saksi mata bernama Dina Mohammadi mengatakan, keluarga besarnya tinggal di gedung dekat mobil diserang. Ia mengatakan beberapa dari keluarganya terbunuh, termasuk anak-anak.

Dia enggan memberi tahu siapa nama dan berapa usia anggota keluarga yang meninggal. Sementara itu, Ahmaduddin mengaku mengumpulkan mayat anak-anak setelah serangan itu.

CENTCOM pun mengaku turut berduka atas hilangnya nyawa tak berdosa. Namun, ISIS-K belum memberikan komentar terkait serangan terhadap kelompoknya.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengungkapkan, serangan udara AS yang diluncurkan lewat pesawat nirawak (drone) turut menimbulkan korban pada warga sipil. Dia menyebut terdapat tujuh warga tewas akibat serangan itu.

Menurutnya, tindakan AS melanggar hukum. “Jika ada ancaman potensial di Afghanistan, itu seharusnya dilaporkan pada kami. Tidak dengan melancarkan serangan sewenang-wenang yang menimbulkan korban sipil,” kata Mujahid saat diwawancara China Global Television Network

Sementara itu, Pentagon mengungkapkan, serangan udara yang dilancarkan ke Kabul dilakukan karena ia menerima laporan tentang adanya persiapan serangan bom mobil ke bandara di kota tersebut. Saat ini AS diketahui masih melakukan misi evakuasi di sana.