Serangan Rudal Israel Menargetkan Bangunan Kosong Suriah

Serangan Rudal Israel Menargetkan Bangunan Kosong Suriah

Serangan Rudal Israel Menargetkan Bangunan Kosong Suriah – Militer Amerika Serikat dilaporkan menutupi serangan udara Suriah yang menewaskan hingga 64 wanita dan anak-anak pada 2019 lalu. Peristiwa yang kemungkinan bisa disebut sebagai kejahatan perang itu dilaporkan sebuah surat kabar bernama New York Times.

Pekan ini, Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi udara AS di Suriah, baru mengakui serangan mengerikan itu untuk pertama kalinya. Komando Pusat juga membenarkan soal serangan tersebut dan mengoreksi soal rincian korban dalam sebuah pernyataan lalu. Media pemerintah Suriah melaporkan serangan udara dilancarkan oleh Israel dengan dua rudal yang menargetkan bangunan kosong di sebelah selatan Suriah.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan tersebut. Kedua rudal itu meluncur dari dataran tinggi Golan yang diduduki Israel. Kantor berita pemerintah, SANA, menambahkan bahwa sistem pertahanan Suriah berhasil mencegat salah satu rudal yang masuk.

1. Belum ada komentar dari Israel

Melansir The Times of Israel, sejauh ini belum ada komentar dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sejalan dengan kebijakan ambiguitasnya mengenai kegiatan spesifiknya di Suriah. Jumlah serangan yang dilakukan oleh militer Israel mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk serangan yang terjadi dini hari di Homs pekan lalu.

Israel jarang mengakui atau membahas serangan di dalam wilayah Suriah, namun tetap mengakui bahwa mereka menargetkan pangkalan-pangkalan kelompok sekutu Iran, sebagaimana yang dikutip dari Al Jazeera.

Serangan pada hari Rabu merupakan serangan keempat yang dilakukan Israel dalam sebulan terakhir. Beberapa diantaranya dilakukan dengan menggunakan rudal darat ke darat (SSM), alih-alih serangan udara dengan jet tempur sebagai bagian dari pengaturan yang jelas dengan Moskow.

Sistem pertahanan udara yang digunakan di Suriah adalah buatan Rusia untuk menghalau serangan Israel

2. Israel targetkan pos-pos sekutu Iran
Serangan Rudal Israel Targetkan Area Dekat Damaskus, Suriah

Republic World melaporkan, sejak terjadinya perang saudara di Suriah pada tahun 2011, IDF telah menghujani Suriah dengan berbagai serangan udara dan rudal yang menargetkan tempat persembunyian militan yang diduga sebagai pasukan yang bersekutu dengan Iran.

Selain itu, negara Yahudi itu juga telah menembakkan rudal terhadap pengiriman senjata Hizbullah yang diduga dalam perjalanan menuju Lebanon. Itu dilakukan karena kelompok militan itu merupakan sekutu dari pemerintah Iran dan Suriah.

Damaskus telah berulang kali mengecam serangan itu dan meminta masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya. Israel menganggap Iran sebagai musuh regional utamanya sekaligus pendukung militer dekat presiden Suriah, Bashar Al-Assad.

3. Beberapa serangan terbaru
Serangan Rudal Israel Targetkan Area Dekat Damaskus, Suriah

Sebelumnya pada 9 November, Israel melakukan serangan udara di provinsi barat dan tengah Suriah. Serangan itu melukai dua tentara dan menyebabkan kerusakan material yang parah di daerah tersebut.

SANA melaporkan pesawat tempur israel menembakkan rudal ketika berada di atas wilayah Suriah pada Senin malam. Pertahanan udara Suriah dilaporkan telah menembak jatuh sebagian besar rudal namun pemerintah tidak memberikan klarifikasinya lebih lanjut.

Pada 3 November, SANA juga melaporkan Pertahanan Udara Suriah mencegat beberapa musuh di pedesaan setelah ledakan terdengar di atas kota Homs dan kota pesisir Tartous. Insiden itu terjadi setelah dua tentara Suriah tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan udara di dekat pedesaan timur Homs di Palmyra sebelumnya.

Disebutkan serangan di Suriah menewaskan 80 orang, termasuk 16 anggota ISIS dan 4 warga sipil. Sementara itu, pihaknya tidak mengetahui dengan jelas, apakah 60 korban tewas lainnya adalah benar-benar warga sipil atau bukan, sebab sebagian karena perempuan dan anak-anak bisa menjadi kombatan.

Komando Pusat itu juga menyebut serangan udara 2019 di Suriah adalah bentuk pertahanan diri yang sah dan proporsional dan merupakan “langkah-langkah yang tepat diambil untuk mengesampingkan kehadiran warga sipil.”