Singa Peliharaan di Kamboja Dikembalikan Kepada Pemiliknya

Singa Peliharaan di Kamboja Dikembalikan Kepada Pemiliknya

Singa Peliharaan di Kamboja Dikembalikan Kepada Pemiliknya – Seekor singa peliharaan yang disita oleh otoritas Kamboja bulan lalu telah di kembalikan ke pemiliknya setelah intervensi mendadak Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Para pejabat mengatakan singa jantan berusia 18 bulan itu diselundupkan secara ilegal ke negara itu oleh seorang warga negara China.

Mereka meluncurkan penyelidikan pada April lalu setelah melihat video TikTok tentang singa di sebuah vila di ibu kota, Phnom Penh. Singa seberat 70 kg ditangkap pada 27 Juni dan dipindahkan ke pusat penyelamatan. Sejak itu pemiliknya, seorang pria asal China bernama Zhai Xinjiang telah mengajukan permohonan untuk kembalinya singa melalui media sosial (medsos) dan wawancara dengan media lokal.

Pada Minggu (4/7) malam, Perdana Menteri Hun Sen menanggapi download idn poker terbaru 2020 permohonan pemilik di sebuah posting Facebook. Dia mengatakan dia telah mengangkat masalah ini dengan Menteri Pertanian Veng Sakhon dan setuju untuk mengembalikan singa kepada pemiliknya jika hewan itu disimpan di “kandang yang tepat”.

 

1. Memelihara singa adalah ilegal

Seorang pemilik singa bernama Zhai Xinjiang yang telah membagikan video singa langka peliharaannya di Phnom Penh, sebenarnya telah menjadi perhatian sejak April lalu. Melansir laman CNN, Neth Pheaktra, juru bicara kementerian lingkungan Kamboja mengatakan “pihak berwenang Kamboja mulai menyelidiki singa ini sejak kami melihatnya di TikTok pada akhir April. Orang tidak punya hak untuk memelihara satwa langka sebagai hewan peliharaan,” katanya.

Sebagian besar negara di dunia melarang orang memiliki singa, harimau, cheetah, macan tutul, puma dan jaguar sebagai peliharaan rumah. Itu merujuk kepada Undang-undang Keamanan Publik Big Cat.

Tapi kebun binatang dan cagar alam akan dikecualikan, seperti halnya orang yang sudah memiliki jenis kucing besar ini selama mereka segera mendaftarkan hewannya.

Namun menurut LSM Wildlife Alliance, singa yang ditunjukkan di video TikTok Kamboja, pemiliknya disebut tak memiliki tempat tinggal yang layak untuk satwa liar tersebut.

Wildlife Alliance ikut serta bersama polisi dan petugas satwa liar Kamboja untuk melakukan penggerebekan dan penyitaan terhadap singa guna dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai pada 27 Juni lalu. Pemiliknya, Zhai Xinjiang dikenakan denda sebanyak 30 ribu dolar AS atau setara dengan Rp434 juta.

2. Tekanan publik untuk mengembalikan singa kepada pemiliknya
Kamboja: Singa Peliharaan yang Disita Dikembalikan ke Pemiliknya

Setelah singa Zhai Xinjiang ditangkap oleh polisi dan petugas satwa liar Kamboja untuk dibawa ke tempat yang memiliki kandang khusus, tekanan publik menguat. Banyak warga yang meminta agar singa tersebut dikembalikan kepada pemiliknya.

Satu minggu setelah penggerebekan singa, PM Kamboja yang bernama Hun Sen melakukan intervensi dan akhirnya singa itu dikembalikan kepada Zhai. PM Hunsen berdiskusi dan melakukan pembicaraan kasus tersebut dengan Menteri Pertanian Veng Sakhon.

Melansir laman Khmer Times PM Hun Sen mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa “malam ini saya mendiskusikannya dengan Menteri Pertanian dan setuju untuk mengizinkan pemiliknya mengambil kembali hewan itu dengan syarat dia membangun kandang yang layak untuk memastikan keselamatan orang-orang di dalam rumah dan tetangga.”

Pada hari Senin (5/7) singa itu berjalan perlahan kembali ke dalam rumah pemiliknya, ditemani oleh anjing peliharaan pemiliknya. Denda yang telah dibayarkan pemilik singa, menurut PM Hun Sen uangnya sudah dikembalikan lagi.

3. Duta Besar Inggris untuk Kamboja tidak setuju tentang pengembalian singa

Singa peliharaan yang menjadi viral di Kamboja karena muncul di video TikTok itu diberi nama oleh pemiliknya sebagai Hei Man. Singa itu dipelihara sejak usia dua bulan dan saat ini sudah berusia satu setengah tahun. Setiap hari singa diberi makan 6 kilogram daging dan susu. Menurut Wildlife Alliance, gigi taring singa telah dipotong, yang telah membuat singa jadi tidak normal.

Melansir laman Reuters, Wildllife Alliance yang memiliki peran dalam mengambil singa dari rumah pemiliknya, tidak berkomentar atas pengembalian hewan langka itu. Sedangkan Duta Besar Inggris untuk Kamboja, Tina Redshaw menyatakan tidak setuju atas keputusan pengembalian singa ke pemiliknya.

Redshaw menyatakan bahwa ia kecewa “karena singa yang disita dari kediaman pusat kota dikembalikan, merusak undang-undang Kamboja yang mencegah kepemilikan/perdagangan satwa liar yang terancam punah, merugikan upaya global untuk mengatasi Perdagangan Satwa Liar Ilegal.”

Selain itu, menurut Redshaw, singa sebenarnya akan stres dan menderita karena berada dalam situasi penangkaran yang tidak pantas.

Kementerian Lingkungan Kamboja mengatakan memelihara singa sebagai hewan peliharaan di negara itu adalah ilegal. Kementerian mengutip Pasal 49 undang-undang kehutanan, yang melarang kegiatan apa pun yang melibatkan spesies satwa liar yang terancam punah.

Wildlife Alliance, sebuah kelompok penyelamat hewan yang membantu menyita singa, mengatakan kondisi di rumah pemiliknya “tidak pantas untuk hewan liar”.