Taliban Menginginkan Dapat Berdialog Dengan Seluruh Dunia

Taliban Menginginkan Dapat Berdialog Dengan Seluruh Dunia

Taliban Menginginkan Dapat Berdialog Dengan Seluruh Dunia – Kelompok  Taliban arti harafiahnya adalah kaum santri, dicap sebagai gerakan Islamis fundamentalis yang bergiat di Afghanistan dengan akar di negara tetangga Pakistan.

Taliban berkuasa resmi di Afghanistan dari 1996 hingga 2001 setelah menggulingkan pemerintahan Mujahiddin yang didukung Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan bahwa Taliban sangat ingin berdialog dengan seluruh dunia. Wang juga menyampaikan bahwa masyarakat internasional harus membantu pembangunan di Afghanistan.

Dalam pidato yang disampaikan melalui tautan video pada Rabu (27/10/2021), Wang menyatakan kesiapan China untuk menjadi tuan rumah dialog dengan Taliban serta negara tetangga Afghanistan.

1. China menjadi negara yang paling awal menawarkan bantuan kepada Taliban
China: Taliban Ingin Berdialog dengan Seluruh Dunia

Video Wang disampaikan ketika negara tetangga Afghanistan menggelar konferensi di Iran. Pertemuan serupa pernah terjadi pada September lalu di Pakistan, bertujuan membangun perdamaian serta stabilitas di Afghanistan.

Turut hadir pada konferensi adalah Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan, Iran, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Ada pun Menlu China dan Rusia hadir secara virtual.

Sebagai informasi, China tidak mengirimkan pasukannya untuk memerangi Taliban dalam dua dekade terakhir. Sejak peralihan kekuasaan terjadi di Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu, seiring Amerika Serikat (AS) dan aliansinya menarik pasukan, China menjadi negara yang paling pertama menawarkan bantuan kepada Taliban.

Di sisi lain, negara-negara Barat sedang mengupayakan keterlibatan dengan Taliban dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan, tanpa memberikan pengakuan kepada mereka. AS dan banyak lembaga donor enggan memberikan uang hingga Taliban membuktikan bahwa janji-janji reformasinya bukan sebatas rektorika.

2. Iran minta Taliban menghargai etnis minoritas
China: Taliban Ingin Berdialog dengan Seluruh Dunia

Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian, mendukung Taliban untuk membentuk pemerintahan yang inklusif. Komunikasi antara pejabat Iran dengan Taliban menjadi fenomena menarik, sebab selama 20 tahun terakhir Taliban yang beraliran sunni melihat Iran yang didominasi syiah sebagai musuh.

Pada Juli lalu, Teheran juga menjadi tuan rumah perwakilan pemerintah Afghanistan di bawah rezim Ashraf Ghani dengan komite politik Taliban. Pada saat yang sama, Iran juga mengkritik Taliban karena mengucilkan etnis minoritas dari pemerintahan.

3. China disebut tidak akan jadi negara pertama yang mengakui Taliban
China: Taliban Ingin Berdialog dengan Seluruh Dunia

Menanggapi manuver China, pakar Asia Selatan di China Institute of Contemporary International Relations (CICR), Hu Shisheng, yakin bahwa Beijing tidak akan menjadi negara pertama yang mengakui pemerintahan Taliban.

Dikutip dari Reuters, menurut Hu, China akan melegitimasi Taliban kalau negara tetangganya seperti Pakistan, Rusia, dan Iran telah mengakuinya terlebih dahulu.

“Segalanya akan berbeda ketika empat negara China, Pakistan, Rusia dan Iran mencapai konsensus mengenai hal ini. (Yang pasti) kami tidak akan menjadi yang pertama,” ujar Hu dalam Beijing Xiangshan Forum.

Kekuatan global dan kelompok bantuan yang dengan keras menuntut Afghanistan yang inklusif di bawah Taliban, sekarang menghadapi kritik karena mengirim delegasi yang semuanya laki-laki ke Kabul untuk bertemu dengan kelompok militan.

Sejak merebut kekuasaan pada Agustus, Taliban dikecam dunia luar karena mengecualikan perempuan Afghanistan, dalam pemerintahan sementara mereka yang baru dan membatasi pekerjaan dan pendidikan.