Terjadi Serangan Bom Mendadak di Kantor Kepolisian Columbia

Terjadi Serangan Bom Mendadak di Kantor Kepolisian Columbia

Terjadi Serangan Bom Mendadak di Kantor Kepolisian Columbia – Kúkuta  adalah kota terpadat di provinsi Santander Utara (Departamento de Norte de Santander) di utara Kolombia. Karena letaknya di perbatasan Kolombia-Venezuela, Kúkuta adalah pusat perdagangan. Terletak di Sebelah Timur Cordillera di Andes.

Kota ini dibatasi di timur oleh Venezuela dan Puerto Santander, di selatan oleh Villa del Rosario, Bochalema, dan Los Patios, di utara oleh Tibú, dan barat oleh El Zulia dan San Cayetano . Sebuah ledakan kembali terjadi pada Senin (30/8/2021) di Kukuta, Kolombia yang lokasinya tak jauh dari perbatasan Venezuela. Serangan mendadak di kantor kepolisian lokal ini mengakibatkan belasan orang terluka dan ledakan diduga berasal dari bahan peledak yang ditanam di lokasi kejadian.

Insiden ini mengingatkan serangan bom mobil di Pangkalan Militer Kukuta pada bulan Juni lalu yang mengakibatkan puluhan orang terluka. Selain itu, pemboman ini juga menambah panjang rentetan aksi terorisme yang diduga dilakukan kelompok pemberontak sayap kiri Kolombia.

1. 14 orang dilaporkan alami luka-luka akibat ledakan bom

Ledakan bom di kantor polisi Kukuta pada Senin lalu menyebabkan setidaknya 14 orang terluka. Sebanyak 12 di antara korban luka-luka adalah anggota kepolisian dan dua lainnya merupakan warga sipil yang tengah berada di lokasi kejadian.

Dilansir dari El Tiempo, ledakan bom yang berlangsung pagi hari itu dapat terdengar hingga radius beberapa kilometer dalam area Juan Atalaya. Bahkan mengakibatkan ratusan orang yang sedang melintas dan hendak menjalani aktivitasnya ikut panik.

Sementara itu, ledakan bom terjadi tepat di depan kantor polisi yang berlokasi tepat di samping Jalan Atalaya. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Kukuta menuju ke Catatumbo, Ocaña dan wilayah pesisir Laut Karibia.

2. Presiden Ivan Duque mengecam aksi terorisme di Kukuta

Dikutip dari The Rio Times, sejumlah pejabat Kolombia turut menanggapi kembali terjadinya aksi terorisme di negaranya. Salah satunya Presiden Ivan Duque yang menyebut, “Kami mengecam serangan teroris di Kukuta, Santander Utara, yang menargetkan kantor polisi Atalaya dan telah membuat 12 kepolisian dan dua warga sipil terluka. Tanpa adanya gencatan senjata, kami akan melawan kelompok kriminal yang mencoba meneror wilayah ini.”

Di sisi lain, komandan Kepolisian Metropolitan Kukuta, Oscar Antonio Moreno Miranda mengatakan, “Sejumlah anggota kelompok kriminal telah meletakkan bahan peledak pada sebuah kursi di depan kantor kepolisian Atalaya. Kerasnya suara ledakan mengakibatkan kerusakan pendengaran bagi sejumlah korban yang sedang berada di lokasi kejadian.”

Dilansir dari El Tiempo, seorang warga di Atalaya bernama Gregorio Ortiz turut mengkritisi insiden ini dan mengatakan, “Kami sangat khawatir mengenai kasus kekerasan di Kukuta. Pasalnya saya tinggal di jalan yang sama dengan kantor polisi dan ledakan bom sangatlah kuat. Tidak mungkin seorang dapat tenang, banyak anak-anak yang lewat dan seseorang yang sedang berjalan atau berolahraga.”

3. ELN dan Pembelot FARC diduga ada di balik serangan bom ini
Ledakan Bom di Kantor Polisi Kolombia, 14 Terluka

Sementara, menanggapi insiden ini, Pemerintah Kolombia menuding kelompok gerilya sebagai dalang di balik serangan ini. Menhan Diego Molano tidak menuduh secara langsung kepada kelompok pemberontak Kolombia, tapi ia berkata, “Saya memastikan bahwa tidak akan menghentikan perlawanan hingga ELN dan pembelot FARC yang selama ini melangsungkan aksi kriminal di Santander Utara menyerah.”

Kukuta yang merupakan ibu kota Departemen Santander Utara yang selama ini menjadi lokasi utama beroperasinya kelompok gerilya Kolombia, ELN, pembelot FARC dan lainnya. ELN selama ini dikenal sebagai salah satu gerilya terkuat di Kolombia, sedangkan pembelot FARC merupakan sisa anggota FARC yang menolak Perjanjian Perdamaian tahun 2016.

Kelompok itu memanfaatkan perbatasan Kolombia-Venezuela sepanjang 2.200 km sebagai lokasi persembunyiannya. Bahkan beberapa kelompok bersenjata itu tak jarang berperang satu sama lain untuk memperebutkan lokasi strategis itu sebagai rute utama penyelundupan kokain, dilansir dari Associated Press.

Area metropolitan Kúkuta mengalami penambahan penduduk sejak 1960, sebagian besar di daerah kotamadya Villa del Rosario dan Los Patios. Terdapat dua universitas publik: Universitas Francisco de Paula Santander dan Universittas Pamplona.

Kúkuta disebut San José de Guasimales dari tahun 1733 – 1793, tahun dimana namanya berubah menjadi San José de Kúkuta—”San José” (Santa Joseph) mengambil nama suami Bunda Maria “Kúkuta” bearti “Rumah Goblins”, dari bahasa asli Barí.