Terungkap Bahwa Amerika Serikat Memata-Matai Pejabat Eropa

Terungkap Bahwa Amerika Serikat Memata-Matai Pejabat Eropa

Terungkap Bahwa Amerika Serikat Memata-Matai Pejabat Eropa – Amerika Serikat, disingkat dengan AS adalah sebuah negara republik konstitusional federal yang terdiri dari lima puluh negara bagian dan sebuah distrik federal. Negara ini terletak di bagian tengah Amerika Utara, yang menjadi lokasi dari empat puluh delapan negara bagian yang saling bersebelahan, beserta distrik ibu kota Washington, D.C..

Amerika Serikat diapit oleh Samudra Pasifik dan Atlantik di sebelah barat dan timur, berbatasan dengan Kanada di sebelah utara, dan Meksiko di sebelah selatan. Dua negara bagian lainnya, yaitu Alaska dan Hawaii, terletak terpisah dari dataran utama Amerika Serikat. Badan Intelijen Pertahanan Denmark, FE, dan badan intelijen milik AS, NSA, telah dituduh bekerja sama untuk menyadap para pejabat terkemuka Eropa dari 2012 hingga 2014.

Kabar itu terungkap setelah penyelidikan oleh beberapa media Eropa, Denmark, Swedia, Jerman, Prancis, dan Norwegia, yang meliris laporan tersebut pada Minggu (30/5/2021), waktu setempat. Laporan itu meyebutkan pejabat Eropa yang disadap adalah dari Deposit Togel via Aplikasi OVO Jerman, Belanda, Prancis, Swedia, dan Norwegia.

Pejabat Jerman yang disadap termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, dan Peer Steinbruck calon kanselir dan juga pemimpin di salah satu negara bagian Jerman. Tuduhan itu bukan yang pertama kali, NSA pada 2013 dituduh melakukan hal serupa setelah mantan karyawan mereka Edward Snowden membocorkan rahasia.

1. NSA dituduh menyadap pesan dan percakapan ponsel
Intelijen Denmark Bantu AS Memata-matai Pejabat Eropa

Melansir dari BBC, menurut laporan media Denmark, DR, NSA dengan dibantu oleh FE telah mengakses pesan teks dan percakapan telepon sejumlah orang terkemuka dengan menyadap kabel internet Denmark. Menurut laporan itu penyapan tersebut, yang disebutkan dalam laporan itu diberi nama sandi “Operasi Dunhammer”, yang memungkinkan NSA memperoleh data menggunakan nomor telepon politisi sebagai parameter pencarian.

Laporan tersebut mengikuti investigasi yang melibatkan wawancara dengan sembilan sumber, yang semuanya dikatakan memiliki akses ke informasi rahasia yang dimiliki oleh FE. Melansir dari Reuters, FE bisa membantu NSA karena Denmark menjadi tuan rumah beberapa stasiun pendaratan utama untuk kabel internet bawah laut ke dan dari Swedia, Norwegia, Jerman, Belanda, dan Inggris.

Mengenai laporan tersebut NSA tidak segera membalas permintaan komentar dan juru bicara FE juga menolak menyampaikan komentar. Mengenai adanya laporan penyadapan juru bicara kanselir mengatakan bahwa mereka baru mengetahui tuduhan itu ketika ditanyai oleh wartawan, dan menolak berkomentar lebih lanjut.

Steinbrueck telah memberi penyataan terkait hal tersebut, dia mengatakan. “Sungguh aneh bahwa badan intelijen yang bersahabat memang mencegat dan memata-matai perwakilan atas negara lain. Secar politis saya menganggapnya sebagai skandal.” Swedia dan Norwegia yang dalam laporan termasuk negara yang disadap telah memberikan komentar.

Swedia melalui Menteri Pertahanan Peter Hultqvist, dia kepada media Swedia mengatakan bahwa akan “menuntut informasi lengkap tentang hal-hal ini.” Sedangkan Norwegia melalui Menteri Pertahanan Frank Bakke-Jensen menyampaikan bahwa mereka serius dalam menanggapi laporan tersebut.

2. Keterlibatan intelijen Denmark

Melansir dari DW, media Jerman, NDR yang ikut melakukan penyelidikan penyadapan itu menyampaikan bahwa mengenai keterlibatan FE, pemerintah Denmark telah mengetahui hal itu sejak 2015. Mereka mulai mengumpulkan informasi tentang kerja sama FE dengan NSA antara 2012 dan 2014 dalam laporan rahasia Dunhammer. Penyelidikan itu dilakukan setelah mantan karyawan CIA dan NSA Edward Snowden membocorkan rahasia. Selain menyadap pejabat dari negara lain FE juga membantu NSA memata-matai kementerian luar negeri dan keuangan Denmark serta produsen senjata Denmark.

FE juga bekerja sama dengan NSA dalam operasi mata-mata terhadap pemerintah AS sendiri. Setelah mengatahui sejauh mana kerja sama antara badan intelijen kedua negara berjalan, pemerintah Denmark memaksa seluruh pimpinan FE untuk mundur pada tahun 2020.

Mengenai kerja sama dua badan intelijen tersebut, seorang ahli Denmark dalam operasi dinas rahasia Thomas Wegener Friis, dia yakin bahwa FE dihadapkan pada pilihan tentang mitra global mana yang akan bekerja lebih dekat. “Mereka membuat keputusan yang jelas untuk bekerja dengan Amerika dan melawan mitra Eropa mereka.”

3. Tuduhan serupa kepada NSA pernah terjadi pada 2013

Melansir dari BBC, tuduhan serupa kepada NSA yang mengumpulkan informasi rahasia para pejabat terkemuka Eropa, juga pernah terjadi pada 2013, yang dibocorkan mantan karyawan NSA, Snowden yang diduga melakukan penyadapan telepon kanselir Jerman oleh NSA.

Dia membocorkan ke media tentang pengawasan internet dan telepon yang ekstensif oleh intelijen AS. Terkait tuduhan di 2013, AS telah menyangkal dengan menyampaikan bahwa tidak akan menyadap telepon Merkel pada saat itu dan tidak akan juga dilakukan di masa depan.

AS kemudian menuduh Snowden dengan pencurian properti pemerintah, komunikasi informasi pertahanan nasional yang tidak sah dan komunikasi yang disengaja dari intelijen komunikasi rahasia. Tuduhan tersebut membuat Snowden meninggalkan AS, dia mencari suaka ke Rusia.

Sebelum bukti yang dia ungkapkan, pejabat tinggi intelijen AS telah secara terbuka menegaskan bahwa NSA tidak pernah secara sadar mengumpulkan data dari catatan telepon pribadi. Mantan pegawai NSA tersebut, pada 30 Mei 2021, saat berita penyadapan beredar, dia menuduh Presiden AS Joe Biden yang pada saat pengawasan berlangsung menjabat sebagai wakil presiden dianggap “sangat terlibat dalam skandal ini untuk pertama kalinya.” “Harus ada persyaratan eksplisit untuk pengungkapan publik penuh tidak hanya dari Denmark, tapi juga mitra senior mereka,” kata Snowden.