8 Hakim Mencabut Larangan Penggunaan Ganja Untuk Rekreasi

8 Hakim Mencabut Larangan Penggunaan Ganja Untuk Rekreasi

8 Hakim Mencabut Larangan Penggunaan Ganja Untuk Rekreasi – Ganja atau mariyuana adalah psikotropika mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol yang membuat pemakainya mengalami euforia. Ganja biasanya dibuat menjadi rokok untuk dihisap supaya efek dari zatnya bereaksi. Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting.

Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Ganja menjadi simbol budaya hippie yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya di lambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu, ganja dan opium juga di dengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisasi yang di paksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.

Di India, sebagian Sadu yang menyembah dewa Siwa menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan Poker77 Indonesia dengan cara menghisap hasis melalui bong dan minum bhang. Mahkamah Agung Meksiko pada hari Senin (28/6/2021) memutuskan untuk mengkahiri larangan yang menghukum penggunaan ganja bagi orang dewasa untuk rekreasi. Larangan itu dicabut karena dianggap tidak konstitusional.

1. Hukuman memiliki ganja lebih dari 5 gram tetap berlaku
Mexico Legalkan Ganja untuk Rekreasi

Dilansir BBC, Dalam keputusan itu pengadilan memutuskan bagi individu dewasa yang ingin menggunakan dapat mengajukan izin untuk menanam dan mengonsumsi ganja mereka sendiri. Merokok ganja di tempat umum dan di depan anak-anak masih dilarang, selain itu hukuman pidana masih berlaku bagi yang memiliki lebih dari lima gram ganja dan menjual masih dilarang.

Pemimpin Mahkamah Agung Arturo Zaldivar menyabut keputusan itu dengan mengatakan. “Hari ini adalah hari bersejarah bagi kebebasan.”

Namun, beberapa kelompok mengatakan keputusan itu tidak mungkin menghasilkan perubahan besar segera. Mexico United Against Crime, sebuah organisasi non-pemerintah, mengatakan keputusan itu “tidak mendekriminalisasi kegiatan yang diperlukan untuk melakukan konsumsi” seperti kepemilikan dan transportasi.

Dilansir The Guardian, beberapa pengamat menyatakan skeptis bahwa keputusan itu akan banyak berubah dalam jangka pendek. Raul Bejarano, seorang mahasiswa pascasarjana yang meneliti peraturan ganja, menyampaikan bahwa biaya izin dari sekretaris kesehatan seharusnya lebih murah daripada menyewa pengacara untuk mencari perintah, tetapi sekretariat kesehatan masih dapat menimbulkan hambatan dalam proses izin.

“Ini mungkin yang dicari oleh pemerintah saat ini. Itu membebaskan mereka dari tanggung jawab mereka untuk menciptakan pasar yang diatur,” kata Bejarano.

2. RUU legalisasi ganja terhenti di Kongres
Mexico Legalkan Ganja untuk Rekreasi

Dilansir France 24, keputusan ini muncul setelah setelah Kongres gagal mengesahkan undang-undang yang melegalkan penggunaan ganja rekreasi dengan batas waktu 30 April yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung.

RUU itu telah disetujui oleh majelis rendah pada bulan Maret, tetapi masih membutuhkan persetujuan akhir oleh majelis tinggi. Pada bulan April, mayoritas yang berkuasa di majelis tinggi mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menunda pembahasan akhir undang-undang tersebut hingga September.

Jika disetujui maka orang dewasa dapat membawa hingga 28 gram ganja dan menanam sebanyak delapan tanaman di rumah untuk penggunaan pribadi.

Dilansir The Guardian, sebelum larangan dicabut, orang dewasa dapat mengajukan petisi ke pengadilan untuk perintah individu untuk menanam dan mengonsumsi ganja. Mahkamah Agung pertama kali memberikan perintah pada tahun 2015 yang mendukung empat pemohon yang mencari perintah untuk mengkonsumsi dan menanam ganja. Ketika pengadilan memberikan lebih banyak perintah, pengadilan menyatakan butuh yurisprudensi tentang masalah ini pada tahun 2017, Mahkamah Agung kemudian memerintahkan parlemen untuk merancang undang-undang untuk menciptakan pasar ganja legal.

3. Aturan baru terhadap ganja ini diharapkan dapat mengurangi kekerasan terkait narkoba
Mexico Legalkan Ganja untuk Rekreasi

Pada Juli 2017 Meksiko telah melegalkan penggunaan ganja untuk tujuan pengobatan. Dengan melegalkan ganja untuk rekreasi diharapkan dapat mengurangi kekerasan yang disebabkan oleh perdagangan narkoba di Meksiko, tapi para kartel Meksiko tidak lagi fokus pada perdagangan ganja seperti dulu, telah mengalihkan fokus mereka ke kokain, narkoba sintetis, penculikan, dan pemerasan.

Dilansir France 24, setiap tahunnya kekerasan terkait narkoba telah menyebabkan ribuan orang tewas. Sejak pemerintah mengerahkan tentara untuk memerangi kartel narkoba pada 2006 telah ada lebih dari 300 ribu orang telah dibunuh.

Para ahli mengatakan pasar rekreasi ganja legal bisa menghasilkan banyak pemasukan untuk Meksiko, di mana pihak berwenang pernah menyita 244 ton ganja pada tahun 2020.

Beberapa negara menggolongkan tumbuhan ini sebagai narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang jenis lain yang menggunakan bahan-bahan sintetis atau semisintetis yang merusak sel-sel otak. Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euforia.

Meskipun dampak penggunaan ganja bagi kesehatan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi kadar tetrahidrokanabinol pada ganja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun patut diperhatikan. Kadar tetrahidrokanabinol pada daun ganja dulu berkisar antara 1% sampai 4%, saat ini kadarnya bisa mencapai 7%. Semakin meningkatnya kadar tetrahidrokanabinol dapat menyebabkan seseorang semakin mudah mengalami ketergantungan terhadap ganja