8 Orang Tewas Saat Menentang UU Reformasi Pertanian India

8 Orang Tewas Saat Menentang UU Reformasi Pertanian India

8 Orang Tewas Saat Menentang UU Reformasi Pertanian India – Puluhan ribu petani kembali turun ke jalan-jalan di India memulai blokade jalan raya nasional yang direncanakan berlangsung selama tiga jam. Mereka mendesak tangan pemerintah untuk mencabut undang-undang reformasi pertanian yang kontroversial.

Pihak berwenang menempatkan ibu kota New Delhi dalam status siaga tinggi, mengerahkan polisi tambahan di perbatasan kota, serta menutup 10 stasiun metro. Delapan orang tewas ketika sedang dalam protes menentang undang-undang reformasi pertanian di negara bagian Uttar Pradesh, India. Insiden terjadi pada Minggu, 3 Oktober 2021.

Dari delapan korban jiwa tersebut, empat di antaranya adalah petani yang juga ikut dalam protes. Mereka yang meninggal tertabrak kendaraan. Menurut informasi yang berkembang, di dalam kendaraan tersebut ada anak Wakil Menteri Dalam Negeri India, Ajay Kumar Mishra.

1. Empat petani yang jadi korban dikonfirmasi

Tahun 2020 lalu, ratusan ribu petani India telah melakukan protes menentang undang-undang reformasi pertanian yang diterapkan oleh pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.

Protes besar itu berlarut-larut sampai berbulan-bulan. Bahkan puluhan ribu petani berkemah di perbatasan ibu kota New Delhi, untuk memprotes undang-undang yang dinilai merugikan petani itu.

Kini, untuk memperingati satu tahun protes tersebut, para petani India kembali melakukan protes penentangannya. Tapi dalam kesempatan tersebut, empat petani meninggal dunia karena terlibat insiden kecelakaan di distrik Lakhimpur Kheri, di negara bagian Uttar Pradesh.

Dilansir dari Al Jazeera, jatuhnya delapan korban meninggal itu dikonfirmasi oleh pejabat senior polisi Arun Kumar Singh.

Menurut keterangan para pejabat lainnya, dua orang petani tewas ditabrak mobil. Kekerasan kemudian terjadi mengikuti insiden tersebut, yang mengakibatkan dua petani lainnya tewas.

Mereka yang meninggal lainnya adalah tiga anggota Partai Bharatiya Janata, partainya PM Narendra Modi, dan seorang sopir dari mobil yang terlibat kecelakaan. Total korban meninggal ada delapan orang.

2. Ada dugaan putra menteri berada dalam mobil yang terlibat kecelakaan
Lakhimpur Kheri violence: Farmers to stage protest today after 8 die in  violent clash

Protes yang terjadi di distrik Lakhimpur Kheri dilakukan oleh para petani untuk menghentikan kendaraan yang akan menjemput kunjungan dua pejabat tinggi India. Satu orang adalah Menteri Dalam Negeri Ajay Kumar Mishra dan satunya lagi adalah Wakil Ketua Menteri yang bernama Keshav Maurya.

Rombongan kendaraan penjemput para pejabat terlibat insiden dengan menabrak para petani yang melakukan unjuk rasa. Setelah itu, terjadi kekerasan yang mengikuti insiden tersebut.

Menurut NDTV, dari rekaman visual di lokasi kejadian, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan dirusak dan dibakar massa. Putra Menteri Dalam Negeri dikabarkan ada dalam salah satu kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Meski demikian, sang menteri membantahnya. “Anak saya tidak ada di tempat. Ada penjahat yang menyerang pekerja dengan tongkat dan pedang. Jika anak saya ada di sana, dia tidak akan keluar hidup-hidup,” katanya.

Selain empat petani yang tewas, enam lainnya terluka karena insiden tersebut. Di antarnaya adalah Tejinder S. Virak. Virak adalah salah satu pemimpin serikat petani Sanyukt Kisan Morcha dan dikabarkan terluka parah.

Rincian tentang kejadian tersebut belum jelas sampai saat ini. Aktivis hak asasi manusia sedang menuju lokasi kejadian untuk penyelidikan. Para pejabat dan kepolisian juga sedang menyelidiki kasus tersebut.

3. Negara bagian Uttar Pradesh dalam kondisi mencekam

Insiden meninggalnya petani itu telah menyulut semangat para petani di negara bagian lainnya. Amit Mishra, seorang aktivis sosial India mengungah video tentang protes petani di Haryana yang dilakukan untuk menunjukkan solidaritas atas kematian rekan petani di Uttar Pradesh.

Di negara bagian Uttar Pradesh sendiri saat ini dalam kondisi mencekam, khususnya di sekitar distrik Lakhimpur Kheri.

Menurut India Today, para pejabat tinggi negara bagian tersebut mengatakan bahwa “mengingat insiden Lakhimpur, seluruh negara bagian telah disiagakan. Semua distrik yang berbatasan dengan Lakhimpur telah disiagakan. Instruksi telah diberikan untuk terus mencermati semua jenis aktivitas.”

Para pemimpin oposisi India mengecam dan mengutuk peristiwa kematian para petani di Uttar Pradesh. Akhilesh Yadav yang memimpin Partai Samajwadi mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa “ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi dan kejam oleh Menteri Dalam Negeri untuk menginjak-injak petani yang menentang undang-undang pertanian dengan damai.”

Mamata Banerjee, Ketua Menteri negara bagian Bengal, salah satu oposisi utama PM Narendra Modi, juga mengutuk insiden yang menyebabkan kematian petani di Uttar Pradesh.

Polisi telah memasang barikade menjelang protes di jalan-jalan utama tertentu, seperti yang ditunjukkan oleh video Kepolisian Delhi yang dibagikan di Twitter.

Di luar Delhi, polisi menempatkan sejumlah besar pasukannya di negara bagian pertanian utama yakni Uttar Pradesh, Haryana, dan Punjab.

“Ada pengerahan pasukan yang memadai di lokasi-lokasi sensitif” di sekitar Delhi, ujar juru bicara kepolisian Uttar Pradesh Atul Srivastava. “Kami ingin memastikan tidak ada masalah hukum dan ketertiban.”

Ribuan petani di seluruh India memblokir jalan dengan tenda darurat, traktor, truk, dan batu besar untuk menekan pemerintah agar membatalkan undang-undang reformasi pertanian yang telah memicu protes selama berbulan-bulan belakangan ini.