Afghanistan Akan Rencanakan Serangan Balik Kepada Taliban

Afghanistan Akan Rencanakan Serangan Balik Kepada Taliban

Afghanistan Akan Rencanakan Serangan Balik Kepada Taliban – Afganistan, secara resmi Republik Islam Afganistan, adalah negara yang terkurung daratan yang terletak di Asia Selatan dan Asia Tengah. Memiliki penduduk sekitar 32 juta, menjadikannya negara paling padat penduduknya ke-42 di dunia. Sejak pasukan asing mulai meninggalkan Afghanistan, kelompok Taliban mulai meningkatkan aktivitasnya dan mulai mengambil alih banyak distrik.

Negara ini berbatasan dengan Pakistan di selatan dan timur; Iran di barat; Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan di utara; dan Tiongkok jauh di timur laut. Di wilayah utara Afghanistan, Taliban telah memiliki kemajuan yang signifikan. Serangan yang dilakukan oleh Taliban sejak awal Mei lalu telah berhasil merebut sepertiga dari 421 distrik dan pusat Afghanistan.

Pasukan pemerintah Afghanistan yang mempertahankan wilayah di sebelah utara, berhasil dipukul mundur dan bahkan melarikan diri, menyeberang ke Tajikistan. Kini, Dilansir dari idn poker.apk pemerintah Afghanistan telah merencanakan serangan balik terhadap Taliban. Hal itu diketahui melalui penasehat kemanan Presiden Ashraf Ghani yang bernama Hamdullah Mohib pada Senin (5/7) dalam sebuah wawancara.

1. Pasukan Afghanistan menyeberang ke Tajikistan

Perang dua dekade yang dilakukan oleh Amerika serikat dan sekutunya di Afghanistan telah mencapai titik tepi. Sebagian besar pasukan asing tersebut kini telah mulai meninggalkan Afghanistan. Jerman, kontributor terbesar kedua dalam jumlah pasukan, telah memulangkan semua pasukannya pada akhir Juni lalu.

Enam distrik utama di privinsi Badakshan yang berbatasan dengan Tajikistan dan China telah berhasil diambil alih Taliban. Usai itu, 1.037 pasukan Afghanistan melarikan diri melintasi perbatasan dengan izin Tajikistan karena alasan kemanusiaan.

Kantor kepresidenan Tajikistan dalam sebuah pernyataan mengatakan “perhatian khusus diberikan pada eskalasi situasi di wilayah utara Afghanistan yang berdekatan dengan Tajikistan.”

2. Pemerintah Afghanistan rencanakan serangan balik

Tiga hari yang lalu, tepatnya pada 2 Juli 2021, pasukan Amerika Serikat diketahui telah mengosongkan pangkalan militer Bagram, sebuah pangkalan militer yang dibangun oleh Rusia pada era Perang Dingin. Namun dengan demikian, Taliban mengambil momentum dan bergerak karena berkurangnya pasukan asing.

Rencana serangan balik dari pasukan pemerintah Afghanistan belum diketahui kapan akan dilakukan. Namun, seiring pasukan Amerika Serikat meninggalkan negara tersebut, Taliban telah merebut lusinan distrik dan menimbulkan kekhawatiran bahwa militer pemerintah akan runtuh begitu pasukan AS dan internasional pergi secara paripurna pada bulan September.

3. Perempuan angkat senjata di Firozkoh, bantu militer pemerintah Afghanistan
Perempuan Afghanistan Belajar Senjata dan Berlatih Perang

Sejak kepergian pasukan asing secara bertahap, penduduk Afghanistan dan hampir seluruh provinsi yang tidak sepakat dengan rezim Taliban, telah mulai mempersenjatai diri. Mereka membawa senapan serbu Kalashnikov yang sudah tua, pelontar granat, pistol dan senjata lainnya. Mereka akan mempertahankan diri ketika kelompok Taliban datang dan mengambil alih distrik.

Di Firozkoh, ibukota provinsi Ghor, para perempuan penduduk setempat mulai mengangkat senjata. Mereka mempersenjatai diri dan mengatakan akan membantu pasukan militer pemerintah.

Melansir laman Tolo News, seorang warga Ghor mengatakan bahwa “mereka berdiri di samping saudara-saudara mereka dan mendukung sistem, rakyat, dan kedaulatan negara.” Saat ini, banyak warga sipil yang mempersenjatai diri dan membantu pasukan pemerintah Afghanistan.

Tapi jumlah mereka sampai sejauh ini tidak jelas dan tidak diketahui dengan pasti. Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri mengatakan bahwa pasukan ini pada akhirnya akan digabungkan dengan polisi setempat, pasukan lokal, dan pasukan tentara setempat.

Meski begitu, ada beberapa kritik yang terlontar dari pejabat, mengapa para penduduk sipil berangkat perang dan berkeinginan agar perang diurusi oleh pasukan pemerintah. Namun, Atta Mohammad Noor, yang memimpin gerakan mobilisasi publik di Balkh dan telah pergi ke distrik Balkh untuk memerangi Taliban, mengatakan “kami mendengar beberapa kata dari beberapa pihak bertanya mengapa mereka pergi berperang? Mereka harus tinggal di kota dan menyerahkan perang kepada kita. Saudaraku, kamu kalah perang,” kata Noor merujuk pasukan pemerintah.