Alasan Pemerintah Memotong Masa Karantina dari Luar Negeri

Alasan Pemerintah Memotong Masa Karantina dari Luar Negeri

Alasan Pemerintah Memotong Masa Karantina dari Luar Negeri – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan alasan pemerintah memangkas masa karantina pelaku perjalanan dari luar negeri ke Indonesia menjadi 5 hari. Sebelumnya, pemerintah menetapkan masa karantina dari luar negeri selama 8 hari.

Terkait kapan ketentuan ini akan diberlakukan, Airlangga belum dapat memastikannya. Menurutnya masih perlu diatur dalam berbagai peraturan. “Ini kan harus dibuat dari BNPB, dari Inmendagri kemudian juga dari Kemenhub,” tuturnya. Menurutnya, pemangkasan itu dilakukan melihat dari masa inkubasi virus corona.

Airlangga juga mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut juga dilakukan evaluasi kegiatan-kegiatan yang terkait dengan mobilitas. “Kenapa 5 hari, karena kami hitung masa inkubasi itu 4,8 hari. Jadi maksimum itu sudah turun di bawah 4 persen probability penularannya,” ujar Luhut dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/10/2021).

1. Luhut sebut imunitas masyarakat semakin tinggi, sehingga risiko penularan semakin rendah
Ini Alasan Pemerintah Pangkas Masa Karantina Perjalanan Luar Negeri 

Selain itu, lanjut Luhut, pemerintah menilai risiko penularan COVID-19 juga semakin rendah. Sebab, tingkat imunitas masyarakat juga semakin tinggi karena vaksinasi.

“Jadi saya kira risikonya makin rendah karena tingkat imunitas kita juga bertambah sejalan dengan jumlah yang divaksin bertambah, juga jumlah lansia yang divaksin juga bertambah,” terang Luhut.

2. Luhut sebut kasus COVID-19 di Indonesia turun 98,4 persen minggu ini

Luhut: Kasus COVID-19 RI Turun 98,4 Persen Minggu Ini

Luhut mengklaim kasus COVID-19 di Indonesia semakin mengalami perbaikan selama seminggu ini. Bahkan dia menyampaikan pada 10 Oktober 2021, kasus kematian di Indonesia hanya 39 orang.

“Jumlah kematian harian di Indonesia juga terus mengalami penurunan. Pada 10 Oktober hanya terdapat kasus kematian sebesar 39 untuk nasional, dan 17 untuk wilayah Jawa dan Bali,” ujarnya.

Selain angka kematian, Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menuturkan kasus harian COVID-19 di Indonesia juga alami perbaikan. Dia menyebut kasus harian virus corona di Tanah Air turun 98,4 persen dalam minggu ini.

“Situasi pandemik COVID-19 terus menunjukkan perbaikan satu minggu belakangan ini. Kasus konfirmasi harian nasional turun 98,4 persen dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,9 persen dari puncaknya pada 15 Juli lalu,” jelas Luhut.

3. Luhut sebut kasus di Indonesia terendah di antara negara ASEAN lainnya
Luhut Sebut Situasi Covid-19 Indonesia Lebih Baik Dibanding Singapura- Malaysia

Koordinator PPKM Jawa-Bali ini menyampaikan Indonesia termasuk negara dengan kasus terendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

“COVID-19 Recovery Index Indonesia yang dirilis oleh NIKKEI menunjukkan peringkat Indonesia sudah jauh lebih baik dibandingkan Singapura, Malaysia hingga Thailand,” ucap Luhut.