Denmark Batalkan Kontrak Tender Vaksin Ditahap Pengujian Ke2

Denmark Batalkan Kontrak Tender Vaksin Ditahap Pengujian Ke2

Denmark Batalkan Kontrak Tender Vaksin Ditahap Pengujian Ke2 – Mendengar kabar bahwa Denmark telah menghentikan secara total penggunaan vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca, Republik Cheska langsung menyiapkan dana untuk membeli stok yang batal dipakai.

Pemerintah Denmark Juga telah membatalkan kontrak tender produksi vaksin dalam negeri ABNCoV2. Hal ini dikarenakan pemerintah negara Skandinavia itu menganggap situasi pandemik di sudah mulai mereda dan memasuki kehidupan normal.

Padahal kandidat vaksin yang produksi perusahan Bavarian Nordic itu telah memasuki tahap kedua pengujian pada manusia. Artinya, hanya tinggal sedikit lagi vaksin COVID-19 buatan Denmark itu dapat menyelesaikan proses uji klinis.

1. Membatalkan investasi vaksin yang dikembangkan perusahaan Bavarian Nordic

Kementerian Industri, Bisnis dan Finansial Denmark mengeluarkan pernyataan pembatalan tender vaksin dalam negeri melalui surat elektronik. Keterangan dalam surat tersebut menyebutkan bahwa, “Semua penilaian mengacu pada dukungan produksi vaksin buatan dalam negeri Denmark dengan mendukung pengembangan kandidat vaksin perusahaan Bavarian Nordic.”

Namun pemerintah negara Skandinavia itu justru mengatakan sebaliknya, “Saat ini, tidak ada rencana pembukaan sebuah tender untuk pengembangan vaksin dari perusahaan Bavarian Nordic.”

Padahal sebulan lalu, Pemerintah Denmark mengumumkan jika akan mendukung penuh perusahaan farmasi Denmark itu. Bahkan disebutkan akan memberikan bantuan dana sebesar 800 juta krona Denmark atau Rp1,8 triliun, dilansir Reuters.

2. Pemerintah Denmark sebelumnya mendukung penuh vaksin buatan dalam negeri

Dikutip dari The Local, pemerintah Denmark sebelumnya selalu mendukung penuh dan ingin terus memastikan ketersediaan vaksin COVID-19 di negaranya. Menurut Menkes Magnus Heunicke mengatakan, “Vaksin merupakan senjata krusial dalam mengontrol epidemik.”

“Pandemik COVID-19 telah mengajarkan kita bahwa kita harus memiliki posisi kuat dalam area ini dan maka dari itu sangat penting jika kita mencari opsi pengembangan dan produksi vaksin COVID-19 buatan dalam negeri.”

“Kita harus memastikan bahwa kita sudah melengkapinya dan siap dengan cepat untuk memvaksinasi penduduk, sehingga kita dapat mencegah penyebaran COVID-19 di masa yang akan datang.” ujar Heunicke.

Maka dari itu, pemerintah sebenarnya menggantungkan pada proyek pengembangan vaksin dari Bavarian Nordic. Di sisi lain, investasi merupakan salah satu kunci kesuksesan pengembangan vaksin ABNCoV2 itu.

3. Situasi pandemik COVID-19 di Denmark sudah terkendali
Denmark Batalkan Investasi Produksi Vaksin Dalam Negeri

Keputusan pembatalan investasi vaksin produksi dalam negeri ini juga ditengarai situasi pandemik di negara Skandinavia itu yang kian membaik. Bahkan Pemerintah Denmark rencananya tidak lagi memasukkan COVID-19 sebagai penyakit kritis, menyusul akan dibukanya kehidupan normal pada akhir bulan September.

Menurut keterangan resmi dari Otoritas Kesehatan Denmark, hampir 86 persen penduduk Denmark sudah mendapatkan satu dosis vaksin. Sedangkan 83 persen dari sekitar 6 juta penduduk Denmark sudah mendapatkan dosis penuh vaksin COVID-19, dilaporkan dari RT.

Wakil Perdana Menteri Jan Hamacek mengatakan ia telah memerintahkan duta besar Cheska di Denmark untuk mengupayakan pembelian 2,4 juta dosis vaksin AstraZeneca yang belum terpakai, demikian diberitakan BBC. Selain itu, Hamacek juga akan berkunjung ke Moskwa untuk mengatur pemberilan vaksin Sputnik V buatan Rusia kalau badan pengawas obat Uni Eropa menyetujui penggunaannya.

Denmark adalah negara pertama di dunia yang menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca pada Maret lalu. Sekarang, Denmark menjadi negara pertama di Eropa yang secara total menghentikan penggunaan vaksin ini. Dalam perkembangan lain, Komisi Eropa mengatakan UE akan mendapat tambahan 50 juta dosis vaksin dari Pfizer-BioNTech dalam beberapa pekan ke depan.