Dua Militan Malaysia Telah Ditahan Oleh Otoritas Taliban

Dua Militan Malaysia Telah Ditahan Oleh Otoritas Taliban

Dua Militan Malaysia Telah Ditahan Oleh Otoritas Taliban – The Negara Islam Irak dan Syam – Provinsi Khorasan adalah cabang dari Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) di aktif Asia Selatan dan Asia Tengah . Beberapa sumber media juga menggunakan istilah ISK (atau IS–K ), ISISK (atau ISIS–K ), IS–KP atau Daesh–Khorasan dalam menyebut kelompok tersebut.

ISIL–KP telah aktif di Afghanistan dan wilayah operasinya juga mencakup negara-negara lain seperti Pakistan, Tajikistan dan India di mana beberapa individu telah berjanji setia kepadanya. Dua militan Malaysia telah ditahan oleh otoritas Taliban. Mereka diyakini bertempur bersama afiliasi Afghanistan dari Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), yang dikenal sebagai Negara Islam Khorasan (IS-K) atau ISIS-K.

Media Inggris The Times mengabarkan bahwa Kepala Departemen Investigasi Kriminal (CID) Taliban, Maulawi Saifullah Mohammed, mengatakan enam militan ditahan setelah idn poker android baku tembak di sisi barat Kabul pada Kamis malam. Keenam militan yang ditahan terdiri dari empat warga Afghanistan dan dua warga Malaysia.

1. Tanggapan Malaysia
Taliban Klaim Tangkap 2 Warga Malaysia yang Terkait ISIS-K

Pejabat tinggi kepolisian Malaysia pada Sabtu menyatakan tidak memiliki informasi mengenai keterlibatan warga mereka dalam kelompok militan di Afghanistan, sebagaimana diberitakan media tersebut.

“Kepolisian Kerajaan Malaysia telah meminta badan keamanan di luar negeri untuk mengonfirmasi laporan serta tuduhan itu,” kata Inspektur Jenderal Polisi Acryl Sani Abdullah Sani.

“Investigasi juga sedang dilakukan apakah laporan itu melibatkan pejuang Negara Islam Malaysia yang sudah berada di luar negeri.”

2. Puluhan warga Malaysia bergabung dengan ISIS
Taliban Klaim Tangkap 2 Warga Malaysia yang Terkait ISIS-K

Menurut the Straits Times, puluhan warga Malaysia telah meninggalkan negara mereka untuk berperang dengan ISIS di Suriah dan negara-negara lain dalam dekade terakhir. Beberapa di antaranya telah diizinkan untuk kembali di bawah ketentuan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Namun, tidak jelas berapa banyak yang tersisa di luar negeri.

3. Afghanistan jadi medan pertempuran
Taliban Klaim Tangkap 2 Warga Malaysia yang Terkait ISIS-K

Pertempuran antara pejuang Taliban dan IS-K telah berkecamuk di Kabul, Afghanistan menyusul serangan bunuh diri di bandara Kabul yang menewaskan 200 orang, termasuk tentara Amerika Serikat (AS) pekan lalu.

IS-K telah ditentang oleh AS dan Taliban. Kelompok tersebut, yang aktif di Asia Selatan dan Tengah, bertujuan untuk mendirikan kekhalifahan Islam di tempat yang dulu dikenal sebagai wilayah Khorasan, yang terdiri dari Iran timur laut saat ini, sebagian Afghanistan dan sebagian Asia Tengah.

ISIL mengumumkan pembentukan kelompok tersebut pada Januari 2015 dan menunjuk mantan militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) Hafiz Saeed Khan sebagai pemimpinnya dengan mantan komandan Taliban Afghanistan Abdul Rauf Aliza ditunjuk sebagai wakil pemimpin. 

Aliza tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS pada Februari 2015 sementara Khan tewas dalam serangan udara AS pada Juli 2016. Pemimpin ISIL–KP, Abdullah Orokzai juga dikenal sebagai Aslam Farooqi, ditangkap pada April 2020. Sekitar September 2014, ISIL mengirim perwakilan ke Pakistan untuk bertemu dengan militan lokal termasuk beberapa faksi Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), setelah berbulan-bulan berdiskusi. 

Pada saat yang sama, selebaran, bendera, dan materi propaganda untuk mendukung ISIL mulai didistribusikan di beberapa bagian Pakistan, termasuk pamflet yang ditulis dalam bahasa Pashto dan Dari yang menyerukan semua Muslim untuk bersumpah setia kepada Abu Bakr al-Baghdadi . Selebaran itu diyakini telah diproduksi dan didistribusikan dari seberang perbatasan di Afghanistan.