Elektabilitas Ganjar tak Turun Meski Tanpa Dukungan PDIP

Elektabilitas Ganjar tak Turun Meski Tanpa Dukungan PDIP

Elektabilitas Ganjar tak Turun Meski Tanpa Dukungan PDIP – H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. adalah Gubernur Jawa Tengah periode kedua yang menjabat sejak 5 September 2018. Sebelumnya, ia adalah Gubernur Jawa Tengah periode pertama sejak 23 Agustus 2013 hingga 23 Agustus 2018 dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2004–2009 dan 2009–2013.

Selain itu, Ganjar juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) periode 2014–2019 berdasarkan Kongres KAGAMA November 2014 di Kendari dan Munas 2019 di Denpasar, Bali. Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak menurun meski nantinya tak diusung PDI Perjuangan pada Pilpres 2024. Tanpa pendukung dari PDIP, Ganjar tetap meraih 35,3 persen suara dan paling tinggi dibandingkan capres Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Itu merupakan hasil survei SMRC yang digelar selama 21-28 Mei 2021 dengan melibatkan 1.220 responden. Di urutan kedua, sebanyak 30,8 persen responden memilih Poker77 Indonesia Prabowo dan 25,5 persen memilih Anies Baswedan,  dan 8,4 persen responden mengaku tidak tahu. Ketiga nama itu yang dipilih untuk disodorkan lantaran dalam survei SMRC, mereka adalah capres yang populer dan diketahui publik.

Dukungan Besar Dari Presiden

Saidiman menjelaskan alasan elektabilitas Ganjar tetap tinggi meski tak didukung PDIP, partai tempatnya bernaung kini, karena ada efek dari Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan dukungan dari partai lain. Bila dilihat dari hasil kajiannya, Ganjar paling besar mendapat dukungan dari pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Demokrat dan partai non-parlemen.

Sedangkan, Prabowo paling banyak didukung pemilih dari Partai Gerindra, Golkar dan Nasional Demokrat. Sementara, Anies Baswedan didukung pemilih dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional (PAN).

1. Pendukung Jokowi yang tak memilih PDIP, lebih pilih Ganjar untuk capres 2024
Ganjar Paling Berpeluang Dipilih Meski Tanpa PDIP, Ini Alasannya

Berdasarkan data hasil surveinya, SMRC menanyakan kepada para pendukung Jokowi yang puas terhadap kinerja, puas terhadap kinerja menangani COVID-19 dan puas terhadap penanganan pemulihan ekonomi akibat COVID-19. Dari tiga klaster itu, pendukung Jokowi lebih memilih Ganjar sebagai capres pada pemilu 2024.

“Dari yang puas dengan kinerja Jokowi, sebanyak 43,9 persen memilih Ganjar Pranowo. Sementara, yang memilih Prabowo hanya 23,3 persen, Anies hanya dipilih oleh 22,3 persen (responden),” kata Saidiman.

Dari hasil survei itu, bagi kelompok yang puas dengan kinerja mantan Gubernur DKI Jakarta itu, cenderung akan memilih Ganjar sebagai capres pada Pilpres 2024. Sementara, kelompok yang tak puas dengan kinerja Jokowi, cenderung akan memilih Prabowo. Padahal, mereka bukan pemilih dari PDIP.

Dari survei itu pula tercermin, selama ini Ganjar yang dianggap pemilih lebih mewakili secara positif kinerja Jokowi.

2. Elektabilitas Ganjar setelah pemilu 2019 konsisten mengalami kenaikan, sedang Prabowo mandek
Ganjar Paling Berpeluang Dipilih Meski Tanpa PDIP, Ini Alasannya

Temuan lain dari survei SMRC yaitu elektabilitas Ganjar setelah pemilu 2019, khususnya pada Maret hingga Mei 2021 mengalami kemajuan signifikan. Dari semula 6,9 persen kemudian kini melonjak menjadi 12,6 persen.

Saidiman pun tak menepis salah satu penyebab naiknya elektabilitas Ganjar karena adanya pemberitaan mengenai dirinya yang ‘dijegal’ Ketua DPR Puan Maharani.

Di sisi lain, suara Prabowo Subianto dalam tujuh tahun terakhir malah tak mengalami peningkatan alias mandek. Perolehan suaranya mandek di angka 21,5 persen.

Selain Ganjar, kata Saidiman, nama lain yang mengalami kenaikan suara signifikan yaitu Anies Baswedan, Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini atau Risma.

Namun, bila pemilu dilakukan sekarang, dari 15 nama yang disodorkan SMRC, maka yang paling tinggi berpeluang menang yaitu Prabowo dengan perolehan 24,4 persen, lalu disusul Ganjar dengan perolehen 15,7 persen dan Anies Baswedan 14,3 persen.

Sedangkan, Puan yang selama ini disebut jadi ‘pengganjal’ bagi Ganjar maju dari PDIP hanya memperoleh suara 1,2 persen.

3. PDI Perjuangan mempersilakan Ganjar maju Pilpres 2024 dari partai lain
Ganjar Paling Berpeluang Dipilih Meski Tanpa PDIP, Ini Alasannya

Sementara, ketika ditanyakan kepada elite PDIP terkait hasil survei SMRC itu, mereka mempersilakan Ganjar maju Pilpres 2024 dari partai lain. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Utut Adianto pada Senin, 14 Juni 2021 di gedung DPR Senayan.

Menurut Utut, dia hanya mengulangi pernyataan yang pernah disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul akhir Mei lalu.

“Kalau itu, dengar pendapat Mas Pacul 25 Mei, Selasa. Kalau mau maju dipersilakan dari partai lain. Udah dijawab sama Mas Pacul. Gak boleh ngulang lagi,” kata Utut.

Sementara, Ganjar enggan mengomentari pertanyaan terkait Pilpres 2024. Ia mengaku kini lebih fokus mengurusi kasus COVID-19 yang tengah melonjak di Jawa Tengah.

Seperti halnya Joko Widodo, Ganjar Pranowo juga memiliki kisah penggantian nama yang lazim terjadi pada tradisi anak-anak di tanah Jawa-Mataraman zaman dahulu. Nama asli dari Ganjar Pranowo adalah Ganjar Sungkowo yang berarti “Ganjaran dari Kesusahan/Kesedihan (Sungkowo)”.